Buka Sidang Itsbat Nikah Mobile, Bupati : Pasutri wajib miliki Buku nikah

Buka Sidang Itsbat Nikah Mobile, Bupati : Pasutri wajib miliki Buku nikah

Kwandang- Bupati Gorontalo Utara Dr. Hi. Indra Yasin, MH saat membuka dengan resmi acara Sidang Itsbat Nikah Mobile di Kecamatan Sumalata, Kamis (6/9) kemarin, mengungkapkan bahwa kegiatan Sidang Itsbat Nikah Mobile ini sangat penting untuk dijalani guna memudahkan masyarakat yang belum memiliki buku nikah untuk didata dan diberikan buku nikah sebagai salah satu bukti sah pernikahan. Selain itu, melalui sidang Itsbat nikah mobile ini juga diharapkan dapat mempermudah masyarakat dalam pelayanan kependudukan baik KTP, Akta Kelahiran, dan juga Kartu Keluarga di Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil. “tujuan dan fungsi sidang Itsbat ini adalah untuk mendata mana masyarakat Gorut yang sudah menikah sah secara agama akan tapi belum sah secara Negara republik Indonesia, karena belum terdata dan belum memliki Bukti nikah. Sehingganya, sidang itsbat ini juga Sebagai solusi memperoleh hak indentitas dan kepastian hukum setiap masyarakat”,ungkap Bupati Indra Yasin.

Acara yang juga dihadiri Kepala pengadilan Provinsi Gorontalo, Kepala Pengadilan Agama Limboto, Kepala Kementerian agama Kabupaten Gorontalo Utara, Anggota DPRD, Bupati Indra menyampaikan sesuai data yang diperoleh pemerintah daerah, sekitar 1.189 orang masyarakat Gorontalo Utara yang sudah nikah, tapi belum memiliki buku nikah. Untuk itu, Bupati berharap masyarakat yang belum memiliki buku nikah agar segera disahkan kembali pernikahannya melalui Sidang Itsbat.

“Pernikahan tidak hanya disahkan secara agama, akan tetapi juga harus sah secara Negara. Dengan bukti Buku nikah tersebut. Yang ditakutkan nanti apabila tidak memiliki buku nikah, Akibatnya berdampak pada anak-anak dalam pengurusan sekolah, Akta Kelahiran, KTP, dan juga Kartu keluarga”,imbau Bupati Indra.  Bupati berharap Bagi aparat desa, kecamatan, para imam dan Petugas KUA jika ada pernikahan harus segera di urus skalian buku nikahnya. Karena dalam pernikahan harus aman, dan nyaman. Jika tidak ada buku nikah, bagaimana bisa aman dan nyaman apabila tidak memiliki Bukti nikah yang sah dimata negara.

“ada beberapa hal yang perlu saya tekankan. Pertama, pentingnya pernikahan yang memiliki buku nikah apabila ada perselisihan yang mengakibatkan perceraian, maka hak asuh anak dan tuntutan harta akan jelas. kedua, saya minta juga diseleksi kembali setiap pernikahan yang belum cukup umur, atau menikah muda. Dan ketiga, Akta Kelahiran, KK, KTP sudah di gratiskan pemerintah daerah Gorut”, pungkas Bupati 2 Periode ini. (Humas Setda dan Dinas Kominfo Kab. Gorontalo Utara)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *