Kadis Kominfo Buka Sosialisasi Pengelolaan dan Pemanfaatan TIK di Ponpes Al – Khairat Gentuma

Kadis Kominfo Buka Sosialisasi Pengelolaan dan Pemanfaatan TIK di Ponpes Al – Khairat Gentuma

KWANDANG – Kepala dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kabupaten Gorontalo Utara, Drs. Robin H. Daud, M.Si mewakili Bupati Gorontalo Utara membuka acara Sosialisasi Pemberdayaan Masyarakat Dalam Pengelolaan dan Pemanfaatan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) Guna Menunjang Pembangunan Redesain USO yg di laksanakan oleh Badan Aksebilitas Telekomunikasi dan Informasi (BAKTI) Kementrian Kominfo RI dan Majelis Pesantren Indonesia. Acara yang berlangsung di Aula Pondok Pesantren Al-Khairat  Desa Gentuma Kecamatan Gentumara Raya, Selasa (23/10) dihadiri unsur pemerintah kecamatan, unsur kepolisian, TNI, unsur pendidik,  pemerintah desa serta diikuti ratusan siswa. Kegiatan sosialisasi ini dimaksudkan untuk memberikan pemahaman kepada para masyarakat khususnya para siswa dan penyelenggara pendidikan dikalangan santri tentang Komunikasi dan Informatika yang baik dan benar. Serta mengenalkan perkembangan Teknologi Informasi yang dapat membatu masyarakat dalam aktivitas sehari-hari khususnya peningkatan ekonomi dikalangan pesantren melalui program Santri Preneur Indonesia.

Saat memberikan sambutan Kepala Dinas Kominfo menyampaikan bahwa pemerintah Kabupaten Gorontalo Utara mengapresiasi atas terlaksananya Sosialisasi Pemberdayaan Masyarakat  mengenai Teknologi Informasi dan Komunikasi dilingkungan Pondok Pesantren. Di era digitalisasi saat ini kata Kadis Kominfo perlu adanya sosialisasi tentang pemanfaatan perangkat TIK secara baik dan benar sehingga tidak menimbulkan informasi yang sifatnya bertentangan dengan hukum dan juga bertentangan dengan nilai agama. Lebih lanjut Kadis Kominfo menyampaikan bahwa pemerintah Kabupaten Gorontalo Utara melalui bupati dan wakil bupati terpilih periode 2019 – 2023 akan memprogramkan digitalisasi desa termasuk digitalisasi sekolah-sekolah sehingga penyelenggaraan pemerintahan akan berbasis TIK. Tentunya, program ini harus ditunjang dengan ketersediaan sarana dan prasarana, ditunjang dengan ketersediaan Sumber Daya Manusia (SDM) dan juga perlu adanya dukungan semua pihak baik pemerintah pusat, swasta dan dukungan masyarakat secara keseluruhan. Karena itu dinas Kominfo akan terus berkoordinasi dengan Kementrian Kominfo dalam memenuhi ketersediaan sarana dan prasarana infrastruktur TIK. Termasuk koordinasi percepatan realisasi pembangunan BTS di 7 titik yang belum memiliki jaringan telekomunikasi (Blank spot) yang telah dijanjikan oleh Bakti Kementrian Kominfo. Selain itu juga  akses internet yang masih sangat terbatas terutama dalam menunjang pelayanan penyelenggaraan kepada masyarakat. “Khusus untuk penyelenggaraan pendidikan masih terkendala belum adanya akses internet idsekolah penyelenggara UASBN. Dari 46 sekolah SMP/NTS yang ada di Kabupaten Gorontalo Utara hanya 20 sekolah yang menyelenggarakan UASBN, sehingga sekolah-sekolah lainnya hanya bergabung. Itupun akses internet yang digunakan masih sangat terbatas”, jelas Kadis Kominfo.

Acara dilanjutkan Sosialisasi dari tiga Narasumber, pertama disampaikan oleh KH. Ahmad Sugeng Utomo selaku Ketua Umum Majelis Pesantren Indonesia dengan materi Pesantren harus lebih kreatif serta menjadi wirausaha di era digitalisasi saat ini, narasumber kedua disampaikan oleh Dr Mohammad Sobirin, M.Hum. beliau mewakili dari Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi Kominfo RI. Dengan materi Pesantren berbasis IT. Narasumber Ketiga oleh KRT. Noor Wahjudi dari Yayasan Santripreneur Indonesia. Dengan tema Kewirausahaan dalam Pondok Pesantren.

Acara sosialisasi Pemberdayaan  Masyarakat ini dihadiri oleh 250 Santri dan Santriwati Ponpes Al Khairaat Gentuma serta hadir juga dari Kecamatan Gentuma Raya, Kepolisian Sektor Atinggola, Koramil Atinggola, Kepala desa setempat serta tamu undangan dari tokoh masyarakat sekitar.  (Dinas Kominfo Kab. Gorontalo Utara)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *