Bupati:” Tradisi Mandi Safar Sebagai Bentuk Tawakal Kepada Allah SWT

Bupati:” Tradisi Mandi Safar Sebagai Bentuk Tawakal Kepada Allah SWT

Kwandang- Sebagai Tradisi kebudayaan,  Adat Istiadat dan juga kearifan Lokal yang ada di Kabupaten Gorontalo Utara khususnya yang ada di Kecamatan Atinggola, Mandi Safar merupakan agenda tahunan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Gorut yang di pusatkan di Kecamatan Atinggola. Kegiatan Mandi Safar yang menghadirkan Pemimpin (Khalifah) di Daerah bersama jajaran Pimpinan OPD, Camat, Kepala desa, pemangku adat  serta masyarakat ini dipusatkan di Desa Buata Kecamatan Atinggola. Bupati Gorontalo Utara DR. Hi. Indra Yasin,MH yang juga pemegang Gelar Adat Tauwa Lo Madala bersama Istri disambut Oleh Pemangku adat (Bate Lo Atinggola) untuk menjalani sejumlah prosesi adat Mo Maklumat (Meminta Izin), serangkaian Doa syukuran, kemudian Mandi Safar, hingga Penyampaian Akhir Kegiatan (Mongabi). Acara yang berlangsung di sungai andagile Desa Buata Kecamatan Atinggola, Rabu (7/11) pekan lalu ini dihadiri ribuan masyarakat dan dimeriahkan berbagai kegiatan hiburan.

Usai mengikuti prosesi Adat Mandi Safar, Bupati Indra Yasin dalam sambutannya menyambut baik setiap agenda dan kegiatan Kebudayaan yang mengangkat Tradisi dan kearifan lokal Kabupaten Gorut khususnya yang ada di Kecamatan Atinggola, tanah kelahirannya. “Ya, saya sangat mengapresiasi kegiatan  tradisi kebudayaan Mandi Safar bersama masyarakat Kecamatan Atinggola. Tentu selain menjadi tradisi dan kearifan lokal, ada makna yang tersirat dalam Mandi safar ini. Salah satunya yakni sebagai bentuk Tawakal  kita kepada Allah SWT dan Menolak Bala, Musibah dan bencana di daerah Kabupaten Gorut dan Provinsi Gorontalo pada Umumnya”, ungkap Bupati Indra Yasin. bupati menjelaskan Kegiatan mandi safar sebagai bentuk doa kepada Tuhan YME untuk menghindarkan daerah dari musibah dan bencana. “Memaknai Mandi safar seperti Air yang sifatnya mencari dataran rendah, Memberikan kesejukan bagi manusia. Sehingganya air ini juga perlu di Lestarikan. karena air juga Memberikan kehidupan bagi manusia. Sehingganya, melalui Ritual Mandi safar ini diharapkan air yang mengalir membawa Manfaat dan berkah untuk disyukuri, dan menghanyutkan Bala bagi Daerah”,jelas Bupati Indra. Okeh sebab itu, Bupati mengajak masyarakat untuk Banyak bersyukur dan menjalankan ibadah, dan menjauhi larangan Allah SWT. “Kita  harus Belajar dari musibah yang akhir-akhir ini terjadi baik yang ada di Aceh, Lombok, dan Palu. Jangan nanti ada musibah, barulah kita baru ingat akan Tuhan. Mudah-mudahan kita dijauhkan dari segala musibah yang dapat menimpa masyarakat dan daerah Gorut”,pungkas Bupati Indra Yasin. (Dinas Kominfo & Humas Setda Kab. Gorontalo Utara)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *