Tinjau Pembangunan PLTU Tomilito, Bupati Minta Pengawasan TKA

Tinjau Pembangunan PLTU Tomilito, Bupati Minta Pengawasan TKA

KWANDANG – Pemerintah daerah Kabupaten Gorontalo Utara terus berkomitmen melakukan pengawasan dan evaluasi terhadap aktifitas dari para Tenaga Pekerja Asing (TKA) di Kabupaten Gorontalo Utara. Hal tersebut dibuktikan dengan adanya kunjungan kerja Bupati Gorontalo Utara DR. Indra Yasin,SH,MH bersama jajaran OPD terkait guna menindaklanjuti sejumlah laporan masyarakat tentang aktifitas TKA dan permasalahan lingkungan yang ada di Lokasi Pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) di Desa Tanjung Karang Kecamatan Tomilito pekan lalu. Bupati Gorut Indra Yasin usai melakukan peninjauan dan evaluasi langsung kepada pihak Perusahaan PLTU, mengungkapkan bahwa sebagaimana laporan masyarakat tentang pencemaran lingkungan, dan aktifitas TKA yang ilegal tidak terbukti. ‚ÄúDari hasil laporan yang saya terima dari pihak Perusahaan bahwa TKA yang ada di PLTU Tomilito saat ini berjumlah 121 orang. Dan kesemuanya itu legal dan memiliki Paspor dan dokumen sebagai pekerja Teknis yang dibutuhkan. Sedangkan khusus untuk tenaga kerja lokal baik di dalam dan diluar Provinsi Gorontalo berjumlah total 353 orang. Hal ini membuktikan bahwa masih lebih banyak tenaga lokal yang dipekerjakan disini”,ungkap Bupati. Bupati dua periode ini pun menambahkan bahwa keberadaan TKA ini diharapkan mampu memberikan pengetahuan baru kepada pekerja Lokal. “Tentu ada transfer ilmu juga disini. Saya berharap ada tenaga kerja lokal di Gorontalo yang bisa masuk disini sehingga transfer ilmu itu ada. Ketika tenaga ahli ini sudah mulai berkurang, paling tidak bisa ada juga tenaga ahli asli Gorontalo yang bisa diandalkan menangani permasalah teknis. Jika saya lihat disini banyak Tenaga teknis dari padang, sumatera dan di luar Provinsi Gorontalo. Sesudah itu mereka pasti akan kembali”,tambah Bupati Indra Yasin. Kedepannya, pemerintah daerah akan berusaha untuk terus memberikan magang kepada putra putri terbaik Gorut untuk dibutuhkan disini. “Tenaga teknis sudah sebagian besar dari Gorontalo. Ini yang kita harapkan adanya transfer ilmu. Saya minta Tenaga yang masuk disini benar-benar teknis betul dan wajib memiliki izin. Sudah banyak juga tenaga teknis di lokal yang teknis bekerja disini. Itu berarti tidak kalah juga dengan tenaga Asing. Hanya saja mungkin beda dalam penerapan Teknologinya. Bisa ada kolaborasi antara penerapan di teknologi antara lokal dengan asing. Jika ada tenaga asing baru yang masuk, diminta agar dapat di laporkan. Jangan sampai ada laporan negatif dari masyarakat. Sehingga Pemda Bisa meminimalisir pemanfaatan dan pembinaan tenaga kerja asing. Sehingganya saya turun untuk melihat laporan tersebut”, pungkas Bupati.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *