Staf Ahli Kemendesa RI Resmikan Wisata Pantai Botu Didingga

Staf Ahli Kemendesa RI Resmikan Wisata Pantai Botu Didingga

GORUT – Selain meresmikan Rumah Makan Terapung “Saronde”, kehadiran rombongan Kemendesa PDTT RI di Gorontalo Utara, juga turut meresmikan kawasan wisata pantai Botu Didingga di Desa Dambalo, Kecamatan Tomilito, Senin (30/12) sore kemarin. Jika sebelumnya Rumah Makan Terapung diresmikan oleh Dirjen PKP. Maka, pada kesempatan itu, kawasan wisata Pantai Botu Didingga ini diresmikan oleh Ir. Ekatmawati selaku Staf Ahli Kemendesa PDTT RI Bidang Pengembangan Ekonomi Lokal mewakili Dirjen Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa (PPMD). Seperti diketahui, kawasan wisata Pantai Botu Didingga ini dibangun lewat dana desa dan bantuan Kemendesa PDTT RI tahun 2018 dan 2019 dengan anggaran senilai Rp. 950 juta. “Kami menyampaikan banyak-banyak terima kasih kucuran dana dari pemerintah dan alhamdulillah desa juga dapat memanfaatkan dengan sebaik-baiknya dan hasilnya sudah bisa dinikmati, dimana saat ini sudah dikelola oleh desa melalui BUMDes dan sudah mulai menghasilkan pendapatan bagi desa,” ucap Bupati Indra Yasin. Meski sudah terlihat menarik, namun Bupati Indra Yasin mengaku masih banyak yang perlu dikembangkan lagi di kawasan wisata Pantai Botu Didingga ini, agar daya tarik wisatanya terus meningkat. Kedepan, Bupati Indra berkeinginan menghubungkan akses rumah makan terapung “Saronde” dengan kawasan wisata pantai Botu Didingga ini, termasuk objek wisata mangrove di Kecamatan Anggrek dan salah satu pulau di dekatnya. “Kalau ini sudah jadi, maka akan menjadi kawasan wisata terpadu, apalagi ditambah dengan objek wisata Pulau Saronde yang tidak terlalu jauh dari kawasan ini,” ungkap Indra. “Di sini (Kawasan Wisata Pantai Botu Didingga), kita juga masih akan membangun akses parkir yang lebih luas dan kami rencanakan nantinya akan dibangun tempat istirahat, seperti home stay. Insya Allah ini bisa tercapai dan bisa menjadi tempat wisata yang menarik untuk dikunjungi wisatawan, baik lokal maupun mancanegara,” pungkasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *