9 Desa di Gorontalo Utara Terima Bantuan Tower BTS

Administrator 06 Januari 2021 0 Kali
9 Desa di Gorontalo Utara Terima Bantuan Tower BTS

Gorontalo Utara – 9 desa di Gorontalo Utara yang selama ini belum terjangkau signal atau blankspot, menerima bantuan pembangunan Base Transceiver Station (BTS) akses internet, dari Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (BAKTI).

“Alhamdulillah hari ini, saya ketemu dengan 5 Camat bersama 9 Kepala Desa dalam rangka pembangunan tower,” ungkap Bupati Gorontalo Utara, Indra Yasin usai rapat bersama Camat dan Kepala Desa penerima bantuan tersebut di Aula Tinepo Kantor Bupati Gorontalo Utara, Selasa (5/1/2021).

Bupati mengatakan, selama ini beberapa wilayah di Gorontalo Utara yang blankspot atau tidak ada signal, mendapatkan pembangunan tower. 9 desa tersebut tersebar di 5 kecamatan yakni Kecamatan Tolinggula, Sumalata, Anggrek, Kwandang dan Monano.

“Desa Dunu dan Tolitehuyu yang tadinya tidak bisa mendapatkan signal, melalui pembangunan tower ini, masyarakat sudah bisa mengakses signal yang selama ini masih dicari tempat-tempat tertentu,” kata Bupati.

“Insya Allah tahun ini juga selesai, dan tim surveinya akan segera turun,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kominfo Gorontalo Utara, Robin Daud mengatakan, rapat ini tindak lanjut dari surat Bakti, menyangkut kesiapan pemerintah daerah atas lokasi pembangunan BTS dan akses internet.

“Selama ini, ada sekitar 11 atau 12 wilayah blankspot yang ada di Gorontalo Utara, yang betul-betul nol signal,” ucap Robin,

Beberapa tahun kemarin kata Robin, Gorontalo Utara sudah mendapatkan program tersebut dari Bakti di tiga lokasi yakni, Tombulilato, Cempaka Putih dan Papua Langi dengan signal 4G akses Telekomunikasinya layanan publik.

Ditahun 2021 ini kata dia, setiap desa menerima pembangunan tower BTS untuk blankspot itu, juga menerima akses internet untuk kantor desa.

“Jadi pemerintah daerah menyiapkan lokasi, Bakti memprioritaskan mana daerah yang sudah siap, sehingganya, kami di awal tahun sudah bergerak dan suratnya resmi,” ujar Robin.

Robin juga meminta kepada masyarakat harus siap menerima keberadaan tower tersebut yang diawali ketersediaan lahan.

“Jangan lahan itu menjadi sengketa, statusnya harus jelas setelah itu hibahkan ke pemerintah, Bakti hanya pinjam pakai bukan memiliki, jadi aset tetap aset pemerintah daerah yang tercatat,” terangnya.

Robin juga berharap, masyarakat dapat menggunakannya dengan arif dan bijaksana. Gunakan untuk hal-hal yang baik. Terpenting kata dia, masyarakat harus mampu memiliki daya saing, terutama dalam peningkatan ekonomi masyarakat.

“Mau tidak mau, mereka harus berproduktifitas, memanfaatkan hasil-hasil produksi mereka yang sudah harus digitali, online, dan lain sebagainya,” tandasnya.

Sumber : https://hulondalo.id