Visi dan Misi

“Terwujudnya Kabupaten Gorontalo Utara Sebagai Kekuatan Perekonomian Di Pantai Utara Laut Sulawesi”

Penjelasan dari pernyataan visi diatas adalah sebagai berikut :

1.Terwujudnya Kabupaten Gorontalo Utara Sebagai Kekuatan Perekonomian” menyiratkan cita-cita pemerintah dan masyarakat Kabupaten Gorontalo Utara untuk mewujudkan perekonomian yang mandiri, tangguh, dan berdaya saing berbasis kepada potensi sumberdaya alam unggulan yang dimiliki serta serta ditopang oleh nilai-nilai sosial budaya dan jati diri masyarakat yang religius, mandiri, dan produktif. Melalui pengembangan sektor ekonomi riil yang berorientasi kepada peningkatan kesejahteraan dan kemakmuran rakyat, pemerintah dan masyarakat Kabupaten Gorontalo Utara akan mampu menyelesaikan permasalahan pokok pembangunan yaitu pengangguran, kemiskinan, dan ketertinggalan yang selama ini terjadi akibat tidak tersedianya lapangan kerja yang cukup serta tingkat upah yang rendah sehingga masyarakat tidak mampu meningkatkan kualitas hidupnya dalam berbagai aspek, serta minimnya prasarana dan sarana penunjang perekonomian wilayah.

2.Pantai Utara Laut Sulawesi” menyiratkan cita-cita pemerintah dan masyarakat Kabupaten Gorontalo Utara untuk membangun kemandirian perekonomiannya dengan berbasis kepada potensi kekayaan alam yang dimiliki, terutama sektor perikanan dan kelautan di pantai utara Laut Sulawesi. Potensi kekayaan alam ini bersumber dari keunggulan geografis wilayah Gorontalo Utara (geographical advantage) yang berhadapan langsung dengan samudera pasifik dengan garis pantai terpanjang di Provinsi Gorontalo (198 kilometer), sehingga menjadikan sebagian besar wilayah (75 persen) merupakan wilayah pesisir. Hal ini didukung dengan telah ditetapkannya Pelabuhan Anggrek di Kabupaten Gorontalo Utara sebagai pusat kargo di kawasan pantai utara Sulawesi dalam rangka ekspor hasil industri pertanian dan industri kecil dan menengah. Dengan demikian, keterbatasan luas lahan di wilayah darat bukan kendala bagi pemerintah dan masyarakat Kabupaten Gorontalo Utara untuk meningkatkan kesejahteraan dan kemakmurannya, tetapi menjadi peluang untuk mewujudkan sektor perikanan dan kelautan sebagai ‘lokomotif’ pembangunan Kabupaten Gorontalo Utara menjadi “Kawasan Minapolitan” terkemuka di bagian utara Provinsi Gorontalo di masa kedepan.

Misi pembangunan daerah yaitu:

1.Mengedepankan Potensi dan Peningkatan Kualitas Sumber Daya Manusia (SDM). Perwujudan kekuatan perekonomian wilayah Kabupaten Gorontalo Utara di kawasan pantai utara Sulawesi perlu didukung dengan kualitas sumberdaya manusia Gorontalo Utara yang profesional dan berakhlak sesuai dengan karakter geografis sebagai wilayah pesisir, sehingga masyarakat memiliki nilai-nilai, perilaku, dan keterampilan yang tidak hanya berorientasi ke darat (continent-based) namun juga berorientasi ke laut (marine-based).

2.Mengembangkan Sistem Perekonomian yang Tangguh Berbasis Kerakyatan. Untuk mewujudkan visi sebagai kekuatan perekonomian yang tangguh di kawasan pantai utara Laut Sulawesi, perekonomian Kabupaten Gorontolo Utara diarahkan pada pengembangan sektor-sektor unggulan berbasis sumberdaya alam lokal yang didukung oleh upaya penciptaan nilai tambah melalui pengembangan kegiatan industri serta jasa-jasa penunjangnya, sehingga memiliki dampak yang besar bagi perekonomian wilayah secara keseluruhan. Untuk itu perlu diciptakan iklim yang kondusif untuk melakukan investasi, antara lain melalui penyediaan infrastruktur yang memadai, birokrasi perizinan yang efisien, serta situasi keamanan yang kondusif dan stabil.

3.Menciptakan Jejaring Kerjasama Ekonomi dengan Menjadikan Kabupaten Gorontalo Utara Sebagai Daerah Lintas Pengembangan perekonomian Segitiga Emas. Kabupaten Gorontalo Utara merupakan wilayah yang dengan posisi yang sangat strategis sebagai pintu gerbang Provinsi Gorontalo ke wilayah lain. Pengembangan Kabupaten Gorontalo Utara diarahkan pada optimalisasi keunggulan geografis yang termasuk ke dalam kawasan segitiga emas yang berseberangan langsung dengan wilayah laut 3 negara tetangga yaitu Brunei Darussalam, Malaysia, dan Filipina, diapit oleh Provinsi Sulawesi Utara dengan Provinsi Sulawesi Tengah, serta sebagai pusat kargo di kawasan pantai utara Sulawesi untuk keperluan ekspor hasil industri pertanian serta industri kecil dan menengah. Untuk mewujudkan hal tersebut diperlukan kerjasama yang erat baik antar sektor, antar daerah, maupun antar dunia usaha dalam rangka mewujudkan keterkaitan dan kelancaran mata rantai produksi dan distribusi produk antara Kabupaten Gorontalo Utara dengan wilayah-wilayah di sekitarnya.

4.Menurunkan Angka Kemiskinan dan Pengangguran serta Mengentaskan Ketertinggalan Wilayah. Pengembangan perekonomian wilayah Kabupaten Gorontolo Utara melalui peningkatan prasarana dan sarana pendukung pengembangan sektor unggulan berbasis sumberdaya alam secara terintegrasi secara vertikal dari hulu ke hilir dan antar daerah secara horizontal (interlinkeage), diarahkan pada upaya penciptaan lapangan kerja bagi masyarakat. Pengangguran dan kemiskinan yang terjadi selama ini disebabkan kurang berkembangnya sektor riil. Melalui pengembangan sektor pertanian, perkebunan, perikanan dan kelautan beserta industri dan jasa penunjangnya, akan terserap banyak tenaga kerja yang akan mengurangi angka pengangguran secara signifikan dan meningkatkan daya beli masyarakat. Pada gilirannya diharapkan angka kemiskinan akan berkurang sekaligus mengentaskan ketertinggalan Kabupaten Gorontalo Utara dibandingkan wilayah lain.

5.Mengembangkan Nilai-Nilai Religius dalam Konteks Keberagaman Adat Istiadat. Upaya pembangunan Kabupaten Gorontalo Utara tidak semata-mata berorientasi kepada peningkatan kesejahteraan, namun juga diarahkan kepada upaya untuk meningkatkan nilai-nilai religiusitas di dalam kehidupan individu masyarakat sesuai keyakinannya masing-masing. Nilai-nilai religiusitas sebagai bentuk perwujudan ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa diharapkan mampu ditransformasikan oleh setiap individu ke dalam ranah kehidupan sosial kemasyarakatan berupa sikap toleransi, saling tolong-menolong, dan gotong royong antar berbagai kelompok masyarakat ditengah-tengah keberagaman etnis dan adat istiadat yang kental dalam masyarakat Gorontalo Utara. Dengan demikian peningkatan spiritualitas dan religiusitas merupakan modal sosial yang sangat berharga yang perlu senantiasa dipelihara dan ditingkatkan.

Loading