ASISTEN II SETDA GORONTALO UTARA, OSNA HALUTI IKUTI RAKOR PENGENDALIAN INFLASI 2026, BERAS DAN CABAI JADI PERHATIAN
ASISTEN II SETDA GORONTALO UTARA, OSNA HALUTI IKUTI RAKOR PENGENDALIAN INFLASI 2026, BERAS DAN CABAI JADI PERHATIAN
Asisten
Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Kabupaten Gorontalo Utara, Osna
Haluti, mengikuti Rapat Koordinasi (Rakor) Pengendalian Inflasi Daerah
Tahun 2026 yang dilaksanakan oleh Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia
(Kemendagri RI), Senin (24-08-2026).
Rakor yang
dilaksanakan secara daring melalui Zoom Meeting tersebut membahas langkah
konkret pengendalian inflasi di daerah tahun 2026 sekaligus dirangkaikan dengan
evaluasi dukungan pemerintah daerah dalam Program 3 Juta Rumah.
Osna Haluti
mengikuti kegiatan tersebut dari Media Center Dinas Komunikasi dan Informatika
Kabupaten Gorontalo Utara, didampingi Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura
dan Perkebunan Kabupaten Gorontalo Utara Asri Menu, Sekretaris Dinas
Perumahan dan Kawasan Permukiman, perwakilan Inspektorat Daerah, Bappeda, serta
Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kabupaten Gorontalo Utara.
Rakor
tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah pusat dan daerah dalam memperkuat
koordinasi serta mengambil langkah strategis dalam menjaga stabilitas harga dan
ketersediaan kebutuhan pokok masyarakat.
Dalam
kesempatan tersebut, Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Gorontalo
Utara, Depit Rusdianto, menyampaikan perkembangan Indeks Perkembangan
Harga (IPH) Kabupaten Gorontalo Utara.
Berdasarkan
perkembangan IPH minggu ketiga Agustus 2026, Kabupaten Gorontalo Utara mencatat
angka 2,69 persen. Angka tersebut menunjukkan bahwa rata-rata harga
komoditas pada minggu pertama hingga minggu ketiga Agustus 2026 mengalami
kenaikan sebesar 2,69 persen dibandingkan dengan rata-rata harga pada bulan
sebelumnya, yakni Juli 2026.
Posisi tersebut menempatkan Kabupaten Gorontalo Utara pada peringkat ke-19 secara nasional bersama sejumlah daerah lainnya yang juga mengalami kenaikan harga.
Depit
menjelaskan, kenaikan IPH di Kabupaten Gorontalo Utara terutama dipengaruhi
oleh meningkatnya harga sejumlah komoditas pangan. Tiga komoditas yang menjadi
penyebab utama kenaikan tersebut secara berurutan adalah beras, cabai rawit,
dan cabai merah.
Kondisi
tersebut menjadi perhatian pemerintah daerah untuk segera melakukan langkah
antisipasi dan pengendalian, terutama terhadap komoditas yang memberikan
kontribusi terhadap kenaikan harga.
Asisten
Perekonomian dan Pembangunan Setda Kabupaten Gorontalo Utara, Osna Haluti,
menegaskan pentingnya sinergi lintas sektor dalam menjaga stabilitas harga dan
mengendalikan inflasi di daerah.
Menurutnya,
hasil rakor bersama Kemendagri akan menjadi bahan bagi pemerintah daerah untuk
memperkuat langkah konkret pengendalian inflasi, khususnya dalam menjaga
ketersediaan dan keterjangkauan harga bahan pangan strategis.
“Pengendalian
inflasi membutuhkan kerja bersama dan koordinasi yang kuat antar-OPD serta
seluruh stakeholder. Komoditas yang mengalami kenaikan harga perlu menjadi
perhatian bersama agar dapat segera dicarikan solusi dan tidak memberikan
tekanan lebih besar terhadap daya beli masyarakat,” ujar Osna.
Pemerintah
Kabupaten Gorontalo Utara akan terus memperkuat pemantauan perkembangan harga,
ketersediaan pasokan, serta koordinasi melalui TPID sebagai bagian dari upaya
menjaga stabilitas ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.
Selain
pengendalian inflasi, rakor tersebut juga menjadi momentum evaluasi dukungan
pemerintah daerah dalam pelaksanaan Program 3 Juta Rumah, sebagai salah
satu program pemerintah dalam mendukung penyediaan hunian yang layak bagi
masyarakat. (Kominfo-Gorut)
