info@gorutkab.go.id +6285240046579

ASISTEN II SETDA GORONTALO UTARA, OSNA HALUTI IKUTI RAKOR PENGENDALIAN INFLASI 2026, BERAS DAN CABAI JADI PERHATIAN

  • Novita Antula
  • Disukai 0
  • Dibaca 45 Kali
ASISTEN II SETDA GORONTALO UTARA, OSNA HALUTI IKUTI RAKOR PENGENDALIAN INFLASI 2026, BERAS DAN CABAI JADI PERHATIAN

Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Kabupaten Gorontalo Utara, Osna Haluti, mengikuti Rapat Koordinasi (Rakor) Pengendalian Inflasi Daerah Tahun 2026 yang dilaksanakan oleh Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia (Kemendagri RI), Senin (24-08-2026).

Rakor yang dilaksanakan secara daring melalui Zoom Meeting tersebut membahas langkah konkret pengendalian inflasi di daerah tahun 2026 sekaligus dirangkaikan dengan evaluasi dukungan pemerintah daerah dalam Program 3 Juta Rumah.

Osna Haluti mengikuti kegiatan tersebut dari Media Center Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Gorontalo Utara, didampingi Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Kabupaten Gorontalo Utara Asri Menu, Sekretaris Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman, perwakilan Inspektorat Daerah, Bappeda, serta Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kabupaten Gorontalo Utara.

Rakor tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah pusat dan daerah dalam memperkuat koordinasi serta mengambil langkah strategis dalam menjaga stabilitas harga dan ketersediaan kebutuhan pokok masyarakat.

Dalam kesempatan tersebut, Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Gorontalo Utara, Depit Rusdianto, menyampaikan perkembangan Indeks Perkembangan Harga (IPH) Kabupaten Gorontalo Utara.

Berdasarkan perkembangan IPH minggu ketiga Agustus 2026, Kabupaten Gorontalo Utara mencatat angka 2,69 persen. Angka tersebut menunjukkan bahwa rata-rata harga komoditas pada minggu pertama hingga minggu ketiga Agustus 2026 mengalami kenaikan sebesar 2,69 persen dibandingkan dengan rata-rata harga pada bulan sebelumnya, yakni Juli 2026.

Posisi tersebut menempatkan Kabupaten Gorontalo Utara pada peringkat ke-19 secara nasional bersama sejumlah daerah lainnya yang juga mengalami kenaikan harga.


Depit menjelaskan, kenaikan IPH di Kabupaten Gorontalo Utara terutama dipengaruhi oleh meningkatnya harga sejumlah komoditas pangan. Tiga komoditas yang menjadi penyebab utama kenaikan tersebut secara berurutan adalah beras, cabai rawit, dan cabai merah.

Kondisi tersebut menjadi perhatian pemerintah daerah untuk segera melakukan langkah antisipasi dan pengendalian, terutama terhadap komoditas yang memberikan kontribusi terhadap kenaikan harga.

Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Kabupaten Gorontalo Utara, Osna Haluti, menegaskan pentingnya sinergi lintas sektor dalam menjaga stabilitas harga dan mengendalikan inflasi di daerah.

Menurutnya, hasil rakor bersama Kemendagri akan menjadi bahan bagi pemerintah daerah untuk memperkuat langkah konkret pengendalian inflasi, khususnya dalam menjaga ketersediaan dan keterjangkauan harga bahan pangan strategis.

“Pengendalian inflasi membutuhkan kerja bersama dan koordinasi yang kuat antar-OPD serta seluruh stakeholder. Komoditas yang mengalami kenaikan harga perlu menjadi perhatian bersama agar dapat segera dicarikan solusi dan tidak memberikan tekanan lebih besar terhadap daya beli masyarakat,” ujar Osna.

Pemerintah Kabupaten Gorontalo Utara akan terus memperkuat pemantauan perkembangan harga, ketersediaan pasokan, serta koordinasi melalui TPID sebagai bagian dari upaya menjaga stabilitas ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.

Selain pengendalian inflasi, rakor tersebut juga menjadi momentum evaluasi dukungan pemerintah daerah dalam pelaksanaan Program 3 Juta Rumah, sebagai salah satu program pemerintah dalam mendukung penyediaan hunian yang layak bagi masyarakat. (Kominfo-Gorut)