Sekretaris BPBD Jemy Igirisa : Cegah Karhutla, Masyarakat Jangan Lakukan Pembakaran Sembarangan
Sekretaris BPBD Jemy Igirisa : Cegah Karhutla, Masyarakat Jangan Lakukan Pembakaran Sembarangan
Memasuki
musim kemarau yang berpotensi meningkatkan risiko kebakaran hutan dan lahan
(Karhutla), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Gorontalo
Utara memperkuat edukasi dan kesiapsiagaan masyarakat melalui Forum Komunikasi
Tokoh Pengendali Kamtibmas Tingkat Kecamatan Anggrek.
Sekretaris
BPBD Kabupaten Gorontalo Utara, Jemy Igirisa, hadir sebagai pemateri
pada kegiatan yang dilaksanakan oleh Polda Gorontalo tersebut. Kegiatan
berlangsung di Kecamatan Anggrek dan diikuti sekitar 100 peserta dari unsur
masyarakat Kecamatan Anggrek.
Dalam
penyampaian materinya, Jemy Igirisa memberikan edukasi mengenai pencegahan
kebakaran hutan dan lahan (Karhutla), khususnya menghadapi kondisi musim
kemarau yang dapat meningkatkan potensi terjadinya kebakaran.
Jemy
menegaskan bahwa pencegahan Karhutla membutuhkan keterlibatan aktif masyarakat.
Langkah pencegahan harus dilakukan sejak dini dengan meningkatkan kepedulian
terhadap lingkungan serta menghindari aktivitas yang dapat memicu terjadinya
kebakaran.
“Memasuki
musim kemarau, kita harus meningkatkan kewaspadaan. Api yang awalnya kecil
dapat dengan cepat meluas apabila kondisi lingkungan kering dan terdapat angin.
Karena itu, pencegahan jauh lebih penting daripada kita menangani kebakaran
yang sudah terjadi,” ujar Jemy.
Ia mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan pembakaran secara sembarangan, terutama pembakaran lahan, sampah maupun aktivitas lain yang berpotensi menimbulkan api dan merambat ke kawasan hutan atau lahan kering.
Selain itu,
masyarakat juga diharapkan segera melaporkan apabila menemukan titik api atau
indikasi kebakaran kepada pemerintah desa, aparat keamanan maupun instansi
terkait, sehingga dapat dilakukan penanganan secara cepat.
Menurut
Jemy, masyarakat memiliki posisi penting sebagai garda terdepan dalam
pencegahan bencana, karena masyarakat merupakan pihak yang paling dekat
dengan lingkungan dan dapat mengetahui lebih awal apabila terjadi potensi
kebakaran.
“Pemerintah
tidak bisa bekerja sendiri. Dibutuhkan kolaborasi antara masyarakat,
pemerintah, TNI-Polri dan seluruh pihak terkait. Dengan komunikasi dan
koordinasi yang baik, potensi Karhutla dapat kita cegah bersama,” tambahnya.
Forum
Komunikasi Tokoh Pengendali Kamtibmas Tingkat Kecamatan Anggrek yang
dilaksanakan Polda Gorontalo ini dinilai menjadi momentum penting untuk
memperkuat komunikasi antara aparat dan masyarakat, tidak hanya dalam menjaga
keamanan dan ketertiban, tetapi juga dalam meningkatkan kesiapsiagaan
menghadapi potensi bencana.
Melalui
kegiatan tersebut, BPBD Gorontalo Utara berharap kesadaran masyarakat terhadap
bahaya Karhutla semakin meningkat, sehingga selama musim kemarau masyarakat
dapat lebih berhati-hati dalam beraktivitas dan bersama-sama menjaga lingkungan
dari ancaman kebakaran.
“Mari
cegah Karhutla sejak dini. Jangan biarkan api kecil menjadi bencana besar,” pungkas Jemy. (Kominfo-Gorut)
