info@gorutkab.go.id +6285240046579

Anggota DPR RI Rusli Habibie Turun Tangan Bantu Warga Gorut, Air Bersih Disalurkan ke Wilayah Terdampak Kekeringan Ekstrem

  • Novita Antula
  • Disukai 0
  • Dibaca 133 Kali
Anggota DPR RI Rusli Habibie Turun Tangan Bantu Warga Gorut, Air Bersih Disalurkan ke Wilayah Terdampak Kekeringan Ekstrem

Kepedulian terhadap masyarakat yang terdampak kekeringan ekstrem di Provinsi Gorontalo kembali diwujudkan melalui aksi nyata. Anggota DPR RI Daerah Pemilihan (Dapil) Gorontalo, Drs. H. Rusli Habibie, M.AP, memfasilitasi penyaluran bantuan air bersih bagi masyarakat yang mengalami kesulitan mendapatkan pasokan air untuk kebutuhan sehari-hari.

Bantuan tersebut secara khusus menyasar sejumlah wilayah di Kabupaten Gorontalo Utara yang terdampak musim kemarau panjang. Penyaluran dijadwalkan berlangsung secara berkala mulai Kamis, 17 September hingga sejumlah hari berikutnya, dengan menyasar desa-desa yang mengalami krisis air bersih.

Langkah tersebut merupakan bentuk kepedulian Rusli Habibie terhadap masyarakat Gorontalo, khususnya Kabupaten Gorontalo Utara, yang saat ini menghadapi dampak kekeringan ekstrem.

Dalam surat Nomor 0020/RA.DPR.RI/A-361/IX/2026 tanggal 16 September 2026, Rusli Habibie meminta jajaran Partai Golkar di daerah untuk melakukan pemantauan, pengawalan, serta monitoring penyaluran bantuan agar tepat sasaran dan benar-benar diterima masyarakat yang membutuhkan.

Bantuan air bersih ini juga menjadi bagian dari “Misi Kemanusiaan Penyaluran Air Bersih”, dengan melibatkan berbagai unsur di lapangan.

Untuk Kabupaten Gorontalo Utara, distribusi dimulai pada Kamis, 17 September 2026, dengan sasaran Kecamatan Tomilito, masing-masing Desa Molontadu, Huidu Melito dan Tanjung Karang.

Selanjutnya, Jumat 18 September, bantuan menyasar wilayah Kecamatan Kwandang, yakni Desa Pontolo, Botumobungo dan Molingkapoto Selatan.

Pada Sabtu 19 September, distribusi dilanjutkan ke Kecamatan Anggrek dan Kwandang, meliputi Desa Tutuwoto, Ombulodata dan Pontolo.

Kemudian pada Minggu 20 September, penyaluran diarahkan ke Kecamatan Sumalata Timur, yakni Desa Dembe II, Wubudu dan Dulukapa.

Distribusi berlanjut Senin 21 September di wilayah Sumalata, khususnya Desa Bulontio Timur, Buloila dan Puncak Mandiri. Pola distribusi serupa kembali dijadwalkan pada Rabu 23 September.

Sementara pada Selasa 22 September, bantuan kembali menyasar Desa Molontadu, Huidu Melito dan Tanjung Karang di Kecamatan Tomilito.

Pada Kamis 24 September, bantuan air bersih dijadwalkan menjangkau Desa Pontolo, Botumobungo, Molingkapoto Selatan dan Tanah Putih di Kecamatan Kwandang. Selanjutnya Jumat 25 September menyasar Pontolo, Botumobungo, Molingkapoto Selatan dan Batulayar.

Rangkaian distribusi tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga keberlanjutan pasokan air bersih bagi masyarakat selama kondisi kekeringan masih berlangsung.

Rusli Habibie yang dikenal sebagai mantan kepala daerah definitif pertama Kabupaten Gorontalo Utara dan pernah menjabat Gubernur Gorontalo selama dua periode, melalui aksi tersebut menunjukkan kepedulian terhadap masyarakat di daerah yang pernah menjadi bagian penting dalam perjalanan pengabdiannya.


Semangat tersebut sejalan dengan nilai kecintaan terhadap kampung halaman yang selama ini juga digaungkan melalui berbagai agenda pembangunan dan kepedulian sosial, termasuk semangat Inovatif Motabi Kambungu yang dikembangkan Pemerintah Kabupaten Gorontalo Utara di bawah kepemimpinan Bupati Thariq Modanggu.

Dalam pelaksanaannya, kegiatan kemanusiaan ini turut melibatkan Pengurus Karang Taruna Kabupaten Gorontalo Utara di bawah koordinasi Ketua Karang Taruna Kabupaten Gorontalo Utara, Bais Kakilo, bersama sekretaris dan sejumlah pengurus inti lainnya.

Kolaborasi juga melibatkan unsur Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Gorontalo Utara. Sekretaris BPBD, Jemmy Igirisa, bersama anggota Tim Reaksi Cepat (TRC), yakni Hasyim Dalanggo, Arman U. Kolly, Yondra Usira dan Ramis Potutu, turut mengambil bagian dalam proses penyaluran air bersih kepada masyarakat.

Keterlibatan berbagai unsur tersebut diharapkan dapat memastikan distribusi bantuan berlangsung tertib, tepat sasaran dan menjangkau masyarakat yang paling membutuhkan.

Di tengah kemarau panjang yang menyebabkan sejumlah wilayah Gorontalo Utara mengalami keterbatasan sumber air, bantuan ini diharapkan dapat meringankan beban warga sekaligus menjadi bentuk solidaritas dan gotong royong dalam menghadapi kondisi bencana kekeringan.

Bantuan air bersih tidak hanya menjadi respons terhadap kebutuhan mendesak masyarakat, tetapi juga menjadi pesan bahwa persoalan kemanusiaan akibat kekeringan membutuhkan kepedulian dan kolaborasi seluruh pihak.(Kominfo-Gorut)