Anggota DPR RI Rusli Habibie Turun Tangan Bantu Warga Gorut, Air Bersih Disalurkan ke Wilayah Terdampak Kekeringan Ekstrem
Anggota DPR RI Rusli Habibie Turun Tangan Bantu Warga Gorut, Air Bersih Disalurkan ke Wilayah Terdampak Kekeringan Ekstrem
Kepedulian
terhadap masyarakat yang terdampak kekeringan ekstrem di Provinsi Gorontalo
kembali diwujudkan melalui aksi nyata. Anggota DPR RI Daerah Pemilihan (Dapil)
Gorontalo, Drs. H. Rusli Habibie, M.AP, memfasilitasi penyaluran bantuan air
bersih bagi masyarakat yang mengalami kesulitan mendapatkan pasokan air untuk
kebutuhan sehari-hari.
Bantuan
tersebut secara khusus menyasar sejumlah wilayah di Kabupaten Gorontalo Utara
yang terdampak musim kemarau panjang. Penyaluran dijadwalkan berlangsung secara
berkala mulai Kamis, 17 September hingga sejumlah hari berikutnya, dengan
menyasar desa-desa yang mengalami krisis air bersih.
Langkah
tersebut merupakan bentuk kepedulian Rusli Habibie terhadap masyarakat
Gorontalo, khususnya Kabupaten Gorontalo Utara, yang saat ini menghadapi dampak
kekeringan ekstrem.
Dalam surat
Nomor 0020/RA.DPR.RI/A-361/IX/2026 tanggal 16 September 2026, Rusli Habibie
meminta jajaran Partai Golkar di daerah untuk melakukan pemantauan, pengawalan,
serta monitoring penyaluran bantuan agar tepat sasaran dan benar-benar diterima
masyarakat yang membutuhkan.
Bantuan air
bersih ini juga menjadi bagian dari “Misi Kemanusiaan Penyaluran Air Bersih”,
dengan melibatkan berbagai unsur di lapangan.
Untuk
Kabupaten Gorontalo Utara, distribusi dimulai pada Kamis, 17 September 2026,
dengan sasaran Kecamatan Tomilito, masing-masing Desa Molontadu, Huidu Melito
dan Tanjung Karang.
Selanjutnya,
Jumat 18 September, bantuan menyasar wilayah Kecamatan Kwandang, yakni Desa
Pontolo, Botumobungo dan Molingkapoto Selatan.
Pada Sabtu
19 September, distribusi dilanjutkan ke Kecamatan Anggrek dan Kwandang,
meliputi Desa Tutuwoto, Ombulodata dan Pontolo.
Kemudian
pada Minggu 20 September, penyaluran diarahkan ke Kecamatan Sumalata Timur,
yakni Desa Dembe II, Wubudu dan Dulukapa.
Distribusi
berlanjut Senin 21 September di wilayah Sumalata, khususnya Desa Bulontio
Timur, Buloila dan Puncak Mandiri. Pola distribusi serupa kembali dijadwalkan
pada Rabu 23 September.
Sementara
pada Selasa 22 September, bantuan kembali menyasar Desa Molontadu, Huidu Melito
dan Tanjung Karang di Kecamatan Tomilito.
Pada Kamis
24 September, bantuan air bersih dijadwalkan menjangkau Desa Pontolo,
Botumobungo, Molingkapoto Selatan dan Tanah Putih di Kecamatan Kwandang.
Selanjutnya Jumat 25 September menyasar Pontolo, Botumobungo, Molingkapoto
Selatan dan Batulayar.
Rangkaian
distribusi tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga keberlanjutan pasokan air
bersih bagi masyarakat selama kondisi kekeringan masih berlangsung.
Rusli Habibie yang dikenal sebagai mantan kepala daerah definitif pertama Kabupaten Gorontalo Utara dan pernah menjabat Gubernur Gorontalo selama dua periode, melalui aksi tersebut menunjukkan kepedulian terhadap masyarakat di daerah yang pernah menjadi bagian penting dalam perjalanan pengabdiannya.
Semangat
tersebut sejalan dengan nilai kecintaan terhadap kampung halaman yang selama
ini juga digaungkan melalui berbagai agenda pembangunan dan kepedulian sosial,
termasuk semangat Inovatif Motabi Kambungu yang dikembangkan Pemerintah
Kabupaten Gorontalo Utara di bawah kepemimpinan Bupati Thariq Modanggu.
Dalam
pelaksanaannya, kegiatan kemanusiaan ini turut melibatkan Pengurus Karang
Taruna Kabupaten Gorontalo Utara di bawah koordinasi Ketua Karang Taruna
Kabupaten Gorontalo Utara, Bais Kakilo, bersama sekretaris dan sejumlah
pengurus inti lainnya.
Kolaborasi
juga melibatkan unsur Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten
Gorontalo Utara. Sekretaris BPBD, Jemmy Igirisa, bersama anggota Tim Reaksi
Cepat (TRC), yakni Hasyim Dalanggo, Arman U. Kolly, Yondra Usira dan Ramis
Potutu, turut mengambil bagian dalam proses penyaluran air bersih kepada
masyarakat.
Keterlibatan
berbagai unsur tersebut diharapkan dapat memastikan distribusi bantuan
berlangsung tertib, tepat sasaran dan menjangkau masyarakat yang paling
membutuhkan.
Di tengah
kemarau panjang yang menyebabkan sejumlah wilayah Gorontalo Utara mengalami
keterbatasan sumber air, bantuan ini diharapkan dapat meringankan beban warga
sekaligus menjadi bentuk solidaritas dan gotong royong dalam menghadapi kondisi
bencana kekeringan.
Bantuan air
bersih tidak hanya menjadi respons terhadap kebutuhan mendesak masyarakat,
tetapi juga menjadi pesan bahwa persoalan kemanusiaan akibat kekeringan
membutuhkan kepedulian dan kolaborasi seluruh pihak.(Kominfo-Gorut)
