Kekeringan Ekstrem Belum Berakhir, BPBD Gorut Turunkan Full Team Salurkan 10.800 Liter Air Bersih
Kekeringan Ekstrem Belum Berakhir, BPBD Gorut Turunkan Full Team Salurkan 10.800 Liter Air Bersih
Dampak
kekeringan ekstrem yang masih melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Gorontalo
Utara terus mendapat respons cepat dari Pemerintah Kabupaten Gorontalo Utara
melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD).
Pada Jumat,
25 September 2026, Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Kabupaten Gorontalo Utara turun full
team dengan mengerahkan 2 (dua) tim untuk melayani permintaan masyarakat
yang terdampak kekeringan dan membutuhkan pasokan air bersih.
Dalam
pelaksanaan distribusi hari ini, dua tim BPBD menyasar tiga wilayah desa dengan
total 107 Kepala Keluarga (KK) atau 452 jiwa, dengan jumlah air bersih
yang didistribusikan mencapai 10.800 liter.
Tim 1
BPBD Gorontalo Utara
yang terdiri dari Rommy Ahmad, Hi. Ismail Karaeng Malompoa, Saeed Amir, Hasyim
Dalanggo, Rahman Maku, Reynold Naue, Rahman Arsyad, dan Ruli Kasim,
melaksanakan penyaluran air bersih di 1 dusun Desa Wapalo, Kecamatan
Atinggola.
Wilayah
tersebut mencakup 58 KK atau 213 jiwa, dengan jumlah air bersih yang
didistribusikan sebanyak 5.800 liter.
Sementara
itu, Tim 2 BPBD Gorontalo Utara yang terdiri dari Yolandra Usia, Ramis
Potutu, dan Rahman Poki, melayani permintaan air bersih di dua wilayah.
Pertama, Desa
Langke, Kecamatan Gentuma Raya, dengan sasaran 38 KK atau 186 jiwa
dan distribusi air bersih sebanyak 3.800 liter.
Kedua, Dusun
Sapawea, Desa Imana, Kecamatan Atinggola, yang menyasar 11 KK atau 53
jiwa, dengan distribusi air bersih sebanyak 1.200 liter.
Dengan
demikian, total penyaluran air bersih BPBD Kabupaten Gorontalo Utara pada
Jumat, 25 September 2026 mencapai: 3 desa
107 KK 452 jiwa 10.800 liter air bersih
Penyaluran
ini merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah dalam memenuhi kebutuhan
dasar masyarakat di tengah kondisi kekeringan yang masih berlangsung. BPBD
Gorontalo Utara terus mengerahkan personel dan sarana yang tersedia untuk
merespons permintaan masyarakat terdampak, khususnya di wilayah yang mengalami
keterbatasan sumber air bersih.
Melalui
pengerahan dua tim secara bersamaan, distribusi air bersih diharapkan dapat
membantu meringankan beban masyarakat sekaligus memastikan kebutuhan air untuk
keperluan sehari-hari tetap terpenuhi selama kondisi kekeringan ekstrem masih
terjadi.
Pemerintah
Kabupaten Gorontalo Utara juga terus mengimbau masyarakat di wilayah terdampak
untuk menyampaikan kebutuhan air bersih kepada pemerintah desa maupun pihak
terkait agar dapat ditindaklanjuti sesuai kondisi dan ketersediaan dukungan di
lapangan.(Kominfo-Gorut)
