info@gorutkab.go.id +6285240046579

ASISTEN II GORUT, OSNA HALUTI : RIPJ-PID JADI FONDASI PEMBANGUNAN DAERAH BERBASIS SAINS, DATA, DAN INOVASI

  • Novita Antula
  • Disukai 0
  • Dibaca 16 Kali
ASISTEN II GORUT, OSNA HALUTI : RIPJ-PID JADI FONDASI PEMBANGUNAN DAERAH BERBASIS SAINS, DATA, DAN INOVASI

Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Kabupaten Gorontalo Utara, Osna Haluti, menghadiri sekaligus membuka kegiatan Focus Group Discussion (FGD) Penyusunan Dokumen Rencana Induk dan Peta Jalan Pemajuan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Daerah (RIPJ-PID) Tahun 2026. Kamis (13-08-2026)

Kegiatan yang berlangsung di Ruang Kerja Kepala Bapppeda Kabupaten Gorontalo Utara tersebut menjadi bagian penting dalam mendorong penyusunan arah kebijakan pembangunan daerah yang semakin berbasis data, ilmu pengetahuan, teknologi, dan inovasi.

Dalam arahannya, Osna Haluti menegaskan bahwa pembangunan daerah ke depan tidak boleh lagi hanya bertumpu pada intuisi, kebiasaan lama maupun mengikuti tren, tetapi harus diarahkan pada evidence-based policy atau kebijakan berbasis bukti.

“Setiap rupiah anggaran dan setiap program kerja harus memiliki legitimasi data yang kuat. Karena itu, penyelarasan RIPJ-PID bukan sekadar penyusunan dokumen administratif, tetapi merupakan dokumen navigasi strategis agar pembangunan daerah tidak berjalan dalam kegelapan,” ujar Osna.

Menurutnya, terdapat sejumlah hal penting yang harus menjadi perhatian dalam penyusunan RIPJ-PID. Pertama, penguatan kelembagaan riset dan inovasi daerah sebagai pusat pengembangan pengetahuan yang mampu memberikan rekomendasi kebijakan bagi pemerintah.

Kedua, penyusunan riset dan inovasi harus diarahkan pada penyelesaian persoalan nyata daerah. Kajian kebijakan berbasis bukti diharapkan mampu mendukung peningkatan kualitas pelayanan publik sekaligus melahirkan inovasi yang memberikan dampak langsung bagi masyarakat.

Ketiga, pengembangan ekosistem riset dan inovasi Produk Unggulan Daerah (PUD) perlu dilakukan secara lintas sektor sehingga mampu meningkatkan nilai tambah komoditas lokal, membuka peluang usaha, meningkatkan pendapatan masyarakat, serta memperkuat daya saing daerah.

Keempat, riset dan inovasi harus diarahkan untuk menjawab berbagai persoalan utama daerah, termasuk kemiskinan, stunting, pengangguran, pelayanan publik, ketahanan pangan, serta berbagai tantangan pembangunan lainnya.

“Riset tidak boleh berhenti di ruang akademik atau menjadi menara gading. Hasil riset harus mampu menjadi solusi atas persoalan masyarakat dan menjadi bahan bakar dalam penyusunan kebijakan pembangunan,” tegasnya.

Osna juga menekankan pentingnya membangun kolaborasi antara pemerintah daerah, perguruan tinggi, lembaga penelitian, dunia usaha, masyarakat, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya. Sinergi tersebut diperlukan agar ekosistem riset dan inovasi dapat berjalan secara terpadu dan tidak menghasilkan program yang tumpang tindih.

Menurutnya, keberadaan forum koordinasi dan sinkronisasi riset serta inovasi daerah menjadi penting untuk memastikan berbagai program lintas sektor dapat berjalan secara efektif, efisien, dan memberikan hasil yang terukur.

Lebih lanjut, Osna menyampaikan bahwa riset dan inovasi harus dipandang sebagai investasi strategis, bukan sekadar beban anggaran.

“Inovasi daerah yang lahir dari kajian yang matang dapat mencegah kegagalan program yang mahal dan memastikan pelayanan publik lebih tepat sasaran. Karena itu, investasi pada riset sesungguhnya adalah investasi untuk meningkatkan kinerja pemerintahan dan kesejahteraan masyarakat,” katanya.

Ia berharap penyusunan RIPJ-PID Kabupaten Gorontalo Utara dapat menghasilkan dokumen yang implementatif, terukur, dan mampu menjadi rujukan dalam mengintegrasikan ilmu pengetahuan dan teknologi ke dalam perencanaan pembangunan daerah.

“Ilmu pengetahuan bukan hanya milik para peneliti di laboratorium. Sains adalah alat bagi birokrasi untuk bekerja lebih cerdas, lebih efisien, dan menghasilkan pembangunan yang benar-benar berdampak,” pungkas Osna.

FGD tersebut diharapkan mampu menghimpun berbagai masukan, gagasan, serta rekomendasi dari para pemangku kepentingan sebagai bahan penyempurnaan dokumen RIPJ-PID, sehingga arah riset dan inovasi di Kabupaten Gorontalo Utara semakin selaras dengan kebutuhan pembangunan serta potensi daerah.(Kominfo-Gorut)