Asisten II Setda Gorontalo Utara Osna Haluti Ikuti Rakor Pengendalian Inflasi Daerah, IPH Gorut Minggu I Oktober Tercatat 0,07
Asisten II Setda Gorontalo Utara Osna Haluti Ikuti Rakor Pengendalian Inflasi Daerah, IPH Gorut Minggu I Oktober Tercatat 0,07
Asisten
Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Kabupaten Gorontalo Utara, Osna
Haluti, mengikuti Rapat Koordinasi (Rakor) Pengendalian Inflasi Daerah yang
dirangkaikan dengan pembahasan kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM), tarif
angkutan udara, serta permohonan bantuan pelaksanaan inspeksi dan penilaian
kesesuaian Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) oleh Satgas Makan Bergizi
Gratis (MBG) Kabupaten/Kota.
Rakor yang
digelar secara virtual melalui Zoom Meeting tersebut berlangsung pada Senin,
(05-10-2026}, dan diikuti dari ruang Zoom Meeting Dinas Komunikasi dan
Informatika Kabupaten Gorontalo Utara.
Rapat
menghadirkan sejumlah narasumber dari kementerian dan lembaga terkait, yakni
Sekretaris Jenderal Kementerian Dalam Negeri, Kementerian Pertanian, TNI, Badan
Pangan Nasional (Bapanas), Kantor Staf Presiden (KSP), Kementerian Energi dan Sumber
Daya Mineral (ESDM), serta Badan Pusat Statistik (BPS).
Selain Osna
Haluti, Rakor turut diikuti Kepala Bagian Perekonomian dan Sumber Daya Alam
Setda Gorontalo Utara Mohammad Fader Zubedi,, perwakilan Dinas Ketahanan
Pangan, Inspektorat Daerah, serta Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan
Perkebunan Kabupaten Gorontalo Utara.
Dalam rakor
tersebut, perkembangan indikator harga di daerah menjadi salah satu perhatian
dalam upaya menjaga stabilitas harga dan daya beli masyarakat.
Berdasarkan
informasi Kepala BPS Kabupaten Gorontalo Utara, Depit Rudianto,
perkembangan Indeks Perkembangan Harga (IPH) Kabupaten Gorontalo Utara pada
minggu pertama Oktober 2026 tercatat sebesar 0,07.
Perkembangan
tersebut antara lain dipengaruhi oleh komoditas cabai rawit dan ayam ras.
Dalam pemantauan IPH tersebut, Gorontalo Utara tercatat berada pada peringkat
283.
Informasi
perkembangan IPH tersebut menjadi bagian penting dalam pemantauan kondisi harga
komoditas pangan di daerah, sehingga pemerintah daerah dapat mengambil langkah
antisipatif apabila terjadi gejolak harga pada komoditas tertentu.
Melalui
koordinasi lintas sektor bersama pemerintah pusat dan kementerian/lembaga
terkait, Pemerintah Kabupaten Gorontalo Utara terus memperkuat pemantauan
perkembangan harga, ketersediaan pasokan, serta faktor-faktor yang berpotensi
memengaruhi inflasi daerah.
Rakor ini
sekaligus menjadi forum sinkronisasi kebijakan antara pemerintah pusat dan
daerah dalam menjaga stabilitas ekonomi, khususnya menghadapi dinamika harga
BBM, tarif angkutan udara, komoditas pangan, serta pelaksanaan program
prioritas pemerintah di daerah. (Kominfo-Gorut)
