info@gorutkab.go.id +6285240046579

Asisten III Setda Gorontalo Utara Maylan Tongkodu : BERPADU Jadi Strategi Terpadu Perkuat PAD dan Kapasitas Fiskal Gorontalo Utara

  • Novita Antula
  • Disukai 0
  • Dibaca 74 Kali
Asisten III Setda Gorontalo Utara Maylan Tongkodu : BERPADU Jadi Strategi Terpadu Perkuat PAD dan Kapasitas Fiskal Gorontalo Utara

Pemerintah Kabupaten Gorontalo Utara mulai memaksimalkan agenda BERPADU (Berbasis Pendapatan Daerah untuk Gorontalo Utara Maju) sebagai strategi terpadu dalam memperkuat Pendapatan Asli Daerah (PAD) sekaligus meningkatkan kapasitas fiskal daerah. Agenda tersebut dibahas dalam kegiatan yang berlangsung di Aula Tinepo Kantor Bupati Gorontalo Utara, Senin (05-10-2026).

Kegiatan  yang dihadiri Sekretaris Daerah Kabupaten Gorontalo Utara Suleman Lakoro, Staf Ahli Bupati, para pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), serta para Camat se-Kabupaten Gorontalo Utara.

Asisten Bidang Administrasi Umum Setda Gorontalo Utara sekaligus Koordinator BERPADU, Maylan Tongkodu, menjelaskan bahwa BERPADU merupakan tindak lanjut instruksi Bupati, tim BERPADU diaktifkan dan dimaksimalkan sebagai strategi komprenhensif untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD), dan/atau memperkuat kapasitas fiscal daerah

Menurut Maylan, BERPADU lahir sebagai tindak lanjut dari forum koordinasi strategi implementasi kebijakan Pendapatan Asli Daerah melalui Pajak Daerah dan Retribusi Daerah (PDRD), sekaligus menjadi instrumen untuk menyatukan berbagai agenda peningkatan pendapatan daerah secara lebih terencana, sistematis dan terpadu.

“BERPADU adalah Berbasis Pendapatan Daerah untuk Gorontalo Utara Maju. Ini kita aktifkan dan maksimalkan sebagai strategi komprehensif untuk meningkatkan PAD serta memperkuat kapasitas fiskal daerah,” jelas Maylan.

Ia menegaskan, penguatan PAD tidak dapat dilakukan oleh satu OPD saja. Dibutuhkan kolaborasi lintas sektor, mulai dari OPD pengelola pendapatan, sektor pertanian, perikanan, peternakan, kesehatan, lingkungan hidup, pariwisata, kebudayaan, komunikasi dan informatika hingga perangkat kewilayahan di tingkat kecamatan dan desa.

Maylan menyebut terdapat sembilan agenda strategis BERPADU yang harus dilaksanakan sebagai satu kesatuan, bukan sebagai program yang berjalan sendiri-sendiri. Kesembilan agenda tersebut diarahkan pada pemutakhiran data, integrasi data, pencegahan kebocoran, digitalisasi pungutan, penguatan kapasitas, sektor potensial baru, ekonomi lokal, inovasi PAD dan Reward dan punishment. Kesembilan agenda ini perlu dilaksanakan sebagai satu kesatuan, bukan sebagai kegiatan yang berdiri sendiri.

“Kesembilan agenda ini tidak boleh dilaksanakan sendiri-sendiri. Semuanya harus terintegrasi dan dikolaborasikan antar-OPD sehingga menghasilkan satu arah kebijakan dan satu dokumen perencanaan pelaksanaan BERPADU,” katanya.

Maylan menambahkan, Gorontalo Utara memiliki potensi daerah yang besar, terutama pada sektor pertanian dan perikanan. Potensi tersebut perlu dipetakan dan dikelola secara optimal sehingga dapat memperluas basis penerimaan daerah.

Karena itu, salah satu fokus utama BERPADU adalah memastikan tersedianya data yang akurat mengenai objek dan subjek pajak serta retribusi, termasuk pemetaan potensi ekonomi lokal yang dapat dikembangkan menjadi sumber pendapatan daerah.

“Pendapatan daerah yang kuat membutuhkan data yang akurat, koordinasi lintas sektor, tata kelola pemungutan yang efektif, serta evaluasi yang konsisten, terarah dan terintegrasi,” tegasnya.


Dalam pelaksanaannya, BERPADU juga akan diperkuat melalui mekanisme monitoring dan evaluasi secara berkala. Setiap OPD yang tergabung dalam tim BERPADU diharapkan menyampaikan laporan secara berkala sesuai tugas pokok dan fungsi masing-masing.

Selain itu, pelaksanaan BERPADU akan dikaitkan dengan proses perencanaan dan penganggaran daerah, termasuk target-target objek pajak dan retribusi yang menjadi bagian dari pembahasan Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD).

Maylan juga menekankan pentingnya peran kecamatan hingga desa dalam mendukung pengawasan, pendataan dan pelaporan potensi pendapatan daerah. Dengan demikian, upaya peningkatan PAD tidak hanya menjadi tanggung jawab perangkat daerah di tingkat kabupaten, tetapi menjadi gerakan bersama hingga tingkat kewilayahan.

“Ini bukan tambahan pekerjaan yang berdiri sendiri, tetapi menjadi bagian dari tugas dan fungsi masing-masing perangkat daerah. Kita ingin seluruhnya terintegrasi dalam perencanaan, pelaksanaan, pengendalian dan evaluasi,” ujarnya.

Ia berharap, melalui BERPADU, ketergantungan daerah terhadap sumber pendanaan dari pemerintah pusat dapat dikurangi secara bertahap melalui optimalisasi potensi pendapatan yang dimiliki Gorontalo Utara.

Untuk itu, seluruh OPD diminta segera menyusun rencana kerja masing-masing berdasarkan sembilan agenda BERPADU, termasuk menetapkan penanggung jawab, target, indikator serta bentuk koordinasi yang akan dilakukan.

“Harapannya, seluruh rencana dari sembilan agenda ini segera disusun dan dikonsolidasikan. Dengan perencanaan yang rapi, kita bisa bersama-sama meningkatkan kapasitas fiskal daerah dan mewujudkan Gorontalo Utara yang lebih maju,” pungkas Maylan.(Kominfo-Gorut)