Asisten III Setda Gorontalo Utara Maylan Tongkodu : BERPADU Jadi Strategi Terpadu Perkuat PAD dan Kapasitas Fiskal Gorontalo Utara
Asisten III Setda Gorontalo Utara Maylan Tongkodu : BERPADU Jadi Strategi Terpadu Perkuat PAD dan Kapasitas Fiskal Gorontalo Utara
Pemerintah
Kabupaten Gorontalo Utara mulai memaksimalkan agenda BERPADU (Berbasis
Pendapatan Daerah untuk Gorontalo Utara Maju) sebagai strategi terpadu
dalam memperkuat Pendapatan Asli Daerah (PAD) sekaligus meningkatkan kapasitas
fiskal daerah. Agenda tersebut dibahas dalam kegiatan yang berlangsung di Aula
Tinepo Kantor Bupati Gorontalo Utara, Senin (05-10-2026).
Kegiatan yang dihadiri Sekretaris Daerah Kabupaten
Gorontalo Utara Suleman Lakoro, Staf Ahli Bupati, para pimpinan Organisasi
Perangkat Daerah (OPD), serta para Camat se-Kabupaten Gorontalo Utara.
Asisten
Bidang Administrasi Umum Setda Gorontalo Utara sekaligus Koordinator BERPADU,
Maylan Tongkodu, menjelaskan bahwa BERPADU merupakan tindak lanjut instruksi Bupati,
tim BERPADU diaktifkan dan dimaksimalkan sebagai strategi komprenhensif untuk
meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD), dan/atau memperkuat kapasitas fiscal
daerah
Menurut
Maylan, BERPADU lahir sebagai tindak lanjut dari forum koordinasi strategi
implementasi kebijakan Pendapatan Asli Daerah melalui Pajak Daerah dan
Retribusi Daerah (PDRD), sekaligus menjadi instrumen untuk menyatukan berbagai
agenda peningkatan pendapatan daerah secara lebih terencana, sistematis dan
terpadu.
“BERPADU
adalah Berbasis Pendapatan Daerah untuk Gorontalo Utara Maju. Ini kita aktifkan
dan maksimalkan sebagai strategi komprehensif untuk meningkatkan PAD serta
memperkuat kapasitas fiskal daerah,” jelas Maylan.
Ia
menegaskan, penguatan PAD tidak dapat dilakukan oleh satu OPD saja. Dibutuhkan
kolaborasi lintas sektor, mulai dari OPD pengelola pendapatan, sektor
pertanian, perikanan, peternakan, kesehatan, lingkungan hidup, pariwisata,
kebudayaan, komunikasi dan informatika hingga perangkat kewilayahan di tingkat
kecamatan dan desa.
Maylan
menyebut terdapat sembilan agenda strategis BERPADU yang harus
dilaksanakan sebagai satu kesatuan, bukan sebagai program yang berjalan sendiri-sendiri.
Kesembilan agenda tersebut diarahkan pada pemutakhiran data, integrasi data,
pencegahan kebocoran, digitalisasi pungutan, penguatan kapasitas, sektor
potensial baru, ekonomi lokal, inovasi PAD dan Reward dan punishment.
Kesembilan agenda ini perlu dilaksanakan sebagai satu kesatuan, bukan sebagai
kegiatan yang berdiri sendiri.
“Kesembilan
agenda ini tidak boleh dilaksanakan sendiri-sendiri. Semuanya harus
terintegrasi dan dikolaborasikan antar-OPD sehingga menghasilkan satu arah
kebijakan dan satu dokumen perencanaan pelaksanaan BERPADU,” katanya.
Maylan menambahkan,
Gorontalo Utara memiliki potensi daerah yang besar, terutama pada sektor
pertanian dan perikanan. Potensi tersebut perlu dipetakan dan dikelola secara
optimal sehingga dapat memperluas basis penerimaan daerah.
Karena itu,
salah satu fokus utama BERPADU adalah memastikan tersedianya data yang
akurat mengenai objek dan subjek pajak serta retribusi, termasuk pemetaan
potensi ekonomi lokal yang dapat dikembangkan menjadi sumber pendapatan daerah.
“Pendapatan daerah yang kuat membutuhkan data yang akurat, koordinasi lintas sektor, tata kelola pemungutan yang efektif, serta evaluasi yang konsisten, terarah dan terintegrasi,” tegasnya.
Dalam pelaksanaannya, BERPADU juga akan diperkuat melalui mekanisme monitoring dan evaluasi secara berkala. Setiap OPD yang tergabung dalam tim BERPADU diharapkan menyampaikan laporan secara berkala sesuai tugas pokok dan fungsi masing-masing.
Selain itu,
pelaksanaan BERPADU akan dikaitkan dengan proses perencanaan dan penganggaran
daerah, termasuk target-target objek pajak dan retribusi yang menjadi bagian
dari pembahasan Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD).
Maylan juga
menekankan pentingnya peran kecamatan hingga desa dalam mendukung pengawasan,
pendataan dan pelaporan potensi pendapatan daerah. Dengan demikian, upaya
peningkatan PAD tidak hanya menjadi tanggung jawab perangkat daerah di tingkat
kabupaten, tetapi menjadi gerakan bersama hingga tingkat kewilayahan.
“Ini bukan
tambahan pekerjaan yang berdiri sendiri, tetapi menjadi bagian dari tugas dan
fungsi masing-masing perangkat daerah. Kita ingin seluruhnya terintegrasi dalam
perencanaan, pelaksanaan, pengendalian dan evaluasi,” ujarnya.
Ia
berharap, melalui BERPADU, ketergantungan daerah terhadap sumber pendanaan dari
pemerintah pusat dapat dikurangi secara bertahap melalui optimalisasi potensi
pendapatan yang dimiliki Gorontalo Utara.
Untuk itu,
seluruh OPD diminta segera menyusun rencana kerja masing-masing berdasarkan
sembilan agenda BERPADU, termasuk menetapkan penanggung jawab, target,
indikator serta bentuk koordinasi yang akan dilakukan.
“Harapannya,
seluruh rencana dari sembilan agenda ini segera disusun dan dikonsolidasikan.
Dengan perencanaan yang rapi, kita bisa bersama-sama meningkatkan kapasitas
fiskal daerah dan mewujudkan Gorontalo Utara yang lebih maju,” pungkas Maylan.(Kominfo-Gorut)
