info@gorutkab.go.id +6285240046579

Asisten Pemkesra Gorut Irwan A, Usman Terima Audiensi IWGFF–Ford Foundation, Dorong Penguatan Perlindungan Hutan dan Keuangan Hijau

  • Novita Antula
  • Disukai 0
  • Dibaca 128 Kali
Asisten Pemkesra Gorut Irwan A, Usman Terima Audiensi IWGFF–Ford Foundation, Dorong Penguatan Perlindungan Hutan dan Keuangan Hijau

Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Pemkesra) Sekretariat Daerah Kabupaten Gorontalo Utara menerima kunjungan sekaligus audiensi tim Indonesia Working Group on Forest Finance (IWGFF) dalam rangka sosialisasi dan pengenalan program IWGFF–Ford Foundation kepada pemerintah daerah dan instansi terkait.

Kegiatan tersebut berlangsung di Aula Tinepo Kantor Bupati Gorontalo Utara, Rabu (23-09-2026), dengan menghadirkan sejumlah perangkat daerah yang memiliki keterkaitan dengan isu lingkungan, kehutanan, pemerintahan, dan pembangunan daerah.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Asisten Pemerintahan dan Kesra Setda Kabupaten Gorontalo Utara, Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Ayis Yusuf, Perwakilan Dinas Lingkungan Hidup (DLH), serta tim IWGFF.

Dalam sambutannya, Asisten Pemerintahan dan Kesra menyampaikan apresiasi Pemerintah Kabupaten Gorontalo Utara atas kunjungan dan sosialisasi program yang dilakukan IWGFF.

Menurutnya, kehadiran IWGFF menjadi penting karena membawa perhatian terhadap keterkaitan antara sektor keuangan, perlindungan hutan, kelestarian lingkungan, dan pembangunan berkelanjutan.

“Pemerintah daerah Gorontalo Utara sangat mengapresiasi kehadiran komunitas ini karena dari sisi tugas, tanggung jawab, dan misi utamanya memiliki landasan filosofis sebagai sebuah gerakan moral untuk meningkatkan kesadaran bahwa hutan ini memang betul-betul harus dilindungi,” ujar Asisten.

Ia menjelaskan, IWGFF merupakan kelompok masyarakat sipil yang melibatkan berbagai unsur keahlian, di antaranya ahli kehutanan, ahli keuangan, dan aktivis lingkungan, dengan fokus pada pengawasan serta perhatian terhadap aliran pembiayaan yang memiliki keterkaitan dengan sektor kehutanan dan lingkungan.


Menurutnya, konsep tersebut juga sejalan dengan pentingnya mendorong keuangan hijau (green finance) sebagai bagian dari pembangunan yang tetap memperhatikan keberlanjutan lingkungan.

“Yang kedua, IWGFF memiliki misi yang berkaitan dengan sistem kelembagaan yang merujuk pada keuangan hijau. Karena itu, kehadiran mereka menjadi penting untuk membangun kesadaran bahwa pembangunan dan pembiayaan harus tetap memperhatikan keberlanjutan hutan dan lingkungan,” jelasnya.

Lebih lanjut, Asisten Pemkesra menilai bahwa dari aspek sosial, gerakan yang dilakukan IWGFF memiliki perhatian terhadap kepentingan generasi mendatang.

Ia mengatakan, persoalan kerusakan hutan harus menjadi perhatian bersama agar pengelolaan dan pemanfaatan sumber daya alam tidak menimbulkan dampak yang merugikan bagi generasi berikutnya.

“Kalau dilihat dari aspek sosiologisnya, komunitas ini juga dapat menjadi bagian dari gerakan untuk membela hak generasi mendatang. Hutan perlu ditata dan diawasi sehingga keberadaannya tetap memberikan manfaat dan tidak merugikan generasi-generasi yang akan datang,” katanya.

Asisten Pemkesra juga menyampaikan bahwa Provinsi Gorontalo menjadi salah satu wilayah yang masuk dalam sasaran program IWGFF. Karena itu, menurutnya, kehadiran IWGFF di daerah perlu disambut melalui komunikasi dan sinergi dengan pemerintah serta pemangku kepentingan terkait.

Ia menambahkan, IWGFF memiliki peran sebagai jembatan antara sektor keuangan dan upaya menjaga kelestarian hutan, antara lain melalui pengawasan, penilaian, serta mendorong arah aliran permodalan menuju pembiayaan yang mendukung keberlanjutan dan investasi hijau.

“Gerakan ini merupakan gerakan masyarakat sipil yang berfungsi menjadi jembatan antara sektor keuangan dan kelestarian hutan, dengan cara mengawasi, menilai, dan mengarahkan aliran permodalan yang berkaitan dengan keberadaan, keberlanjutan, dan keselamatan hutan di Indonesia menuju transisi dan investasi hijau,” ungkapnya.

Menurutnya, keterlibatan perangkat daerah dalam audiensi tersebut juga sangat relevan. Dinas Lingkungan Hidup, Kesbangpol, serta perangkat daerah terkait lainnya memiliki keterkaitan dengan berbagai aspek yang menjadi perhatian dalam program IWGFF.

“OPD yang hadir merupakan perangkat daerah yang sangat berkaitan dengan aktivitas dan misi yang diemban IWGFF. Karena itu, kehadiran mereka penting untuk memahami sekaligus membangun komunikasi dan sinergi terhadap program yang diperkenalkan,” tuturnya.

Pemerintah Kabupaten Gorontalo Utara berharap audiensi tersebut dapat menjadi awal terbangunnya kolaborasi dan komunikasi yang lebih baik dalam mendukung perlindungan hutan, penguatan kesadaran lingkungan, serta pengembangan pembiayaan dan investasi yang memperhatikan prinsip keberlanjutan.


Upaya tersebut diharapkan dapat mendukung pembangunan Gorontalo Utara yang tidak hanya berorientasi pada pertumbuhan ekonomi, tetapi juga memastikan kelestarian lingkungan dan keberlanjutan sumber daya alam bagi generasi mendatang.(Kominfo-Gorut)