Atasi Krisis Air Dampak Kemarau, BWS Wilayah II Gorontalo salurkan 10.000 Liter Air Bersih di Desa Molingkapoto Selatan
Atasi Krisis Air Dampak Kemarau, BWS Wilayah II Gorontalo salurkan 10.000 Liter Air Bersih di Desa Molingkapoto Selatan
Menghadapi
dampak musim kemarau yang menyebabkan keterbatasan akses air bersih bagi
masyarakat, upaya penanganan terus diperkuat melalui sinergi lintas instansi.
Salah satunya melalui pelayanan distribusi air bersih yang dilakukan Balai
Wilayah Sungai (BWS) Wilayah II Gorontalo di Kabupaten Gorontalo Utara.
Berdasarkan
laporan Sekretaris Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten
Gorontalo Utara, Jemy Igirisa, dari Posko BPBD, kegiatan distribusi air
bersih dilaksanakan pada Minggu sore di Desa Molingkapoto Selatan, Kecamatan
Kwandang.
Dalam
pelayanan tersebut, BWS Wilayah II Gorontalo mendistribusikan sebanyak 10.000
liter air bersih untuk membantu memenuhi kebutuhan dasar masyarakat yang
terdampak kondisi kemarau.
Penyaluran
menyasar empat dusun di Desa Molingkapoto Selatan, dengan sasaran
keseluruhan sebanyak 467 kepala keluarga (KK) atau 1.635 jiwa.
Berdasarkan
data yang dilaporkan dari Posko BPBD Gorontalo Utara, rincian sasaran
masyarakat penerima manfaat tercatat sebagai berikut:
- Dusun Pusat: 130 KK, 647 jiwa;
- Dusun Harapan: 380 KK, 121 jiwa;
- Dusun Botuliodu: 108 KK, 230 jiwa;
- Dusun Buade: 118 KK, 378 jiwa.
Sekretaris BPBD Gorontalo Utara Jemy Igirisa menyampaikan bahwa distribusi air bersih menjadi bagian penting dari langkah penanganan dampak kekeringan, khususnya dalam memastikan kebutuhan dasar masyarakat tetap terpenuhi selama musim kemarau.
“Distribusi
air bersih ini merupakan bentuk sinergi dan kepedulian bersama dalam membantu
masyarakat yang mengalami keterbatasan sumber air akibat musim kemarau,” ujar
Jemy.
Menurutnya,
BPBD Gorontalo Utara melalui posko terus melakukan pemantauan terhadap kondisi
wilayah dan kebutuhan masyarakat terdampak. Koordinasi dengan berbagai pihak,
termasuk BWS Wilayah II Gorontalo, terus dilakukan untuk mempercepat pelayanan
di wilayah yang membutuhkan dukungan air bersih.
Jemy
menegaskan bahwa kolaborasi lintas sektor menjadi kunci dalam menghadapi dampak
kekeringan. Dukungan berbagai pihak diharapkan dapat memperluas jangkauan
pelayanan sehingga masyarakat terdampak dapat memperoleh akses air bersih
secara tepat dan berkelanjutan.
Pemerintah
Kabupaten Gorontalo Utara juga mengimbau masyarakat untuk menggunakan air
secara bijak selama musim kemarau serta tetap berkoordinasi dengan pemerintah
desa maupun posko penanganan apabila membutuhkan dukungan air bersih.(Kominfo-Gorut)
