info@gorutkab.go.id +6285240046579

BAZNAS Gorut Bergerak Hadapi Kemarau Panjang, Salurkan Air Bersih dan Profil Tank ke Desa Terdampak

  • Novita Antula
  • Disukai 0
  • Dibaca 90 Kali
BAZNAS Gorut Bergerak Hadapi Kemarau Panjang, Salurkan Air Bersih dan Profil Tank ke Desa Terdampak

Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Gorontalo Utara mengambil bagian dalam penanggulangan dampak kemarau panjang yang melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Gorontalo Utara.

Melalui Program BAZNAS Tanggap Bencana Kemarau pada bidang Sosial Kemanusiaan, BAZNAS Gorontalo Utara membantu masyarakat yang mengalami kesulitan mendapatkan air bersih, baik melalui penyediaan wadah penampungan maupun pendistribusian air bersih ke desa-desa terdampak.

Ketua BAZNAS Kabupaten Gorontalo Utara, Rahmad Kasim, mengatakan bantuan tersebut merupakan bentuk kepedulian BAZNAS terhadap masyarakat yang saat ini menghadapi kekeringan dan mulai kehabisan sumber air bersih.

“Alhamdulillah, BAZNAS Gorontalo Utara dapat mengambil bagian dalam penanggulangan kemarau panjang melalui Program BAZNAS Tanggap Bencana Kemarau. Kami membantu menyediakan tempat penampungan air berupa profil tank sekaligus memfasilitasi pendistribusian air bersih kepada masyarakat yang membutuhkan,” ujar Rahmad Kasim.

Untuk wilayah Kecamatan Sumalata Timur, bantuan penampungan air diberikan kepada sejumlah desa yang terdampak kekeringan, yakni Desa Wubudu, Desa Bubalango dan Desa Deme II.

BAZNAS mendistribusikan wadah penampungan air berupa tong profil berkapasitas 1.100 liter untuk setiap dusun terdampak. Penyediaan wadah penampungan tersebut dilakukan melalui koordinasi dengan sejumlah kepala desa di Kecamatan Sumalata Timur.

Sementara itu, di Kecamatan Tomilito, berdasarkan hasil koordinasi BAZNAS Gorontalo Utara dengan pihak kecamatan, terdapat sejumlah wilayah yang membutuhkan pasokan air bersih hingga ke tingkat dusun.

Merespons kebutuhan tersebut, BAZNAS Tanggap Bencana Kemarau memfasilitasi pendistribusian air bersih menggunakan mobil tangki dengan kapasitas 6.000 liter untuk masyarakat di desa terdampak, di antaranya Desa Molantadu dan Desa Tanjung Karang.


Pendistribusian air bersih tersebut telah dilaksanakan pada Kamis, 17 September 2026, dan untuk sejumlah desa lainnya akan dilanjutkan hingga Senin, 21 September 2026.

Ketua BAZNAS Rahmad menjelaskan, bantuan tersebut dapat terlaksana berkat dukungan dana infak masyarakat yang dihimpun melalui UPZ Desa menggunakan kotak amal BAZNAS, termasuk gerakan Infak Rp.2.000 setiap Jumat.

“Infak yang dikumpulkan melalui kotak amal BAZNAS dan UPZ Desa sangat membantu dalam pelaksanaan program kemanusiaan seperti penanggulangan bencana kemarau ini. Karena itu, kami sangat mengharapkan dukungan masyarakat untuk terus menunaikan infak Rp2.000 setiap Jumat melalui UPZ Desa yang menjalankan kotak amal BAZNAS,” katanya.

Ia juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh munfik, atau para pemberi infak, yang selama ini telah berpartisipasi melalui gerakan infak tersebut.

“Terima kasih kepada para munfik yang selama ini telah menunaikan infak. Infak masyarakat sangat dibutuhkan untuk membantu penanggulangan bencana dan kondisi darurat yang terjadi di daerah kita, khususnya di Kabupaten Gorontalo Utara,” tutur Rahmad.

Ketua BAZNAS Gorontalo Utara berharap gerakan infak masyarakat dapat terus diperkuat sehingga dana yang terkumpul tidak hanya menjadi bagian dari ibadah, tetapi juga dapat memberikan manfaat langsung bagi masyarakat yang sedang menghadapi kondisi darurat, termasuk krisis air bersih akibat kemarau panjang.


Melalui Program BAZNAS Tanggap Bencana Kemarau, BAZNAS Gorontalo Utara menegaskan komitmennya untuk hadir bersama masyarakat, khususnya dalam memenuhi kebutuhan dasar warga yang terdampak bencana dan kekeringan.(Kominfo-Gorut)