BAZNAS Gorut Bergerak Hadapi Kemarau Panjang, Salurkan Air Bersih dan Profil Tank ke Desa Terdampak
BAZNAS Gorut Bergerak Hadapi Kemarau Panjang, Salurkan Air Bersih dan Profil Tank ke Desa Terdampak
Badan Amil
Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Gorontalo Utara mengambil bagian dalam
penanggulangan dampak kemarau panjang yang melanda sejumlah wilayah di
Kabupaten Gorontalo Utara.
Melalui Program
BAZNAS Tanggap Bencana Kemarau pada bidang Sosial Kemanusiaan, BAZNAS
Gorontalo Utara membantu masyarakat yang mengalami kesulitan mendapatkan air
bersih, baik melalui penyediaan wadah penampungan maupun pendistribusian air
bersih ke desa-desa terdampak.
Ketua
BAZNAS Kabupaten Gorontalo Utara, Rahmad Kasim, mengatakan bantuan
tersebut merupakan bentuk kepedulian BAZNAS terhadap masyarakat yang saat ini
menghadapi kekeringan dan mulai kehabisan sumber air bersih.
“Alhamdulillah,
BAZNAS Gorontalo Utara dapat mengambil bagian dalam penanggulangan kemarau
panjang melalui Program BAZNAS Tanggap Bencana Kemarau. Kami membantu
menyediakan tempat penampungan air berupa profil tank sekaligus memfasilitasi pendistribusian
air bersih kepada masyarakat yang membutuhkan,” ujar Rahmad Kasim.
Untuk
wilayah Kecamatan Sumalata Timur, bantuan penampungan air diberikan
kepada sejumlah desa yang terdampak kekeringan, yakni Desa Wubudu, Desa
Bubalango dan Desa Deme II.
BAZNAS
mendistribusikan wadah penampungan air berupa tong profil berkapasitas 1.100
liter untuk setiap dusun terdampak. Penyediaan wadah penampungan tersebut
dilakukan melalui koordinasi dengan sejumlah kepala desa di Kecamatan Sumalata
Timur.
Sementara itu,
di Kecamatan Tomilito, berdasarkan hasil koordinasi BAZNAS Gorontalo
Utara dengan pihak kecamatan, terdapat sejumlah wilayah yang membutuhkan
pasokan air bersih hingga ke tingkat dusun.
Merespons kebutuhan tersebut, BAZNAS Tanggap Bencana Kemarau memfasilitasi pendistribusian air bersih menggunakan mobil tangki dengan kapasitas 6.000 liter untuk masyarakat di desa terdampak, di antaranya Desa Molantadu dan Desa Tanjung Karang.
Pendistribusian
air bersih tersebut telah dilaksanakan pada Kamis, 17 September 2026,
dan untuk sejumlah desa lainnya akan dilanjutkan hingga Senin, 21 September
2026.
Ketua
BAZNAS Rahmad menjelaskan, bantuan tersebut dapat terlaksana berkat dukungan
dana infak masyarakat yang dihimpun melalui UPZ Desa menggunakan kotak
amal BAZNAS, termasuk gerakan Infak Rp.2.000 setiap Jumat.
“Infak yang
dikumpulkan melalui kotak amal BAZNAS dan UPZ Desa sangat membantu dalam
pelaksanaan program kemanusiaan seperti penanggulangan bencana kemarau ini.
Karena itu, kami sangat mengharapkan dukungan masyarakat untuk terus menunaikan
infak Rp2.000 setiap Jumat melalui UPZ Desa yang menjalankan kotak amal
BAZNAS,” katanya.
Ia juga
menyampaikan terima kasih kepada seluruh munfik, atau para pemberi
infak, yang selama ini telah berpartisipasi melalui gerakan infak tersebut.
“Terima
kasih kepada para munfik yang selama ini telah menunaikan infak. Infak
masyarakat sangat dibutuhkan untuk membantu penanggulangan bencana dan kondisi
darurat yang terjadi di daerah kita, khususnya di Kabupaten Gorontalo Utara,”
tutur Rahmad.
Ketua BAZNAS Gorontalo Utara berharap gerakan infak masyarakat dapat terus diperkuat sehingga dana yang terkumpul tidak hanya menjadi bagian dari ibadah, tetapi juga dapat memberikan manfaat langsung bagi masyarakat yang sedang menghadapi kondisi darurat, termasuk krisis air bersih akibat kemarau panjang.
Melalui
Program BAZNAS Tanggap Bencana Kemarau, BAZNAS Gorontalo Utara menegaskan
komitmennya untuk hadir bersama masyarakat, khususnya dalam memenuhi kebutuhan dasar
warga yang terdampak bencana dan kekeringan.(Kominfo-Gorut)
