info@gorutkab.go.id +6285240046579

Borong Tiga Penghargaan di Rakorda Posyandu 2026, Gorontalo Utara Buktikan Kinerja Desa Berprestasi

  • Novita Antula
  • Disukai 0
  • Dibaca 89 Kali
Borong Tiga Penghargaan di Rakorda Posyandu 2026, Gorontalo Utara Buktikan Kinerja Desa Berprestasi

Kabupaten Gorontalo Utara kembali menorehkan prestasi di tingkat Provinsi Gorontalo. Tiga desa berhasil meraih penghargaan dalam sejumlah kategori lomba desa, desa berkinerja baik dalam percepatan pencegahan dan penurunan stunting, serta kader Posyandu berprestasi pada tahun 2026.

Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Gubernur Gorontalo, Gusnar Ismail, pada kegiatan Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) Tim Pembina Posyandu Tingkat Provinsi Gorontalo Tahun 2026 yang dirangkaikan dengan Penandatanganan Komitmen Ruang Bersama Indonesia (RBI). Kegiatan berlangsung di Azalea Convention Center, Provinsi Gorontalo. Selasa (3-11-2026)

Kegiatan ini turut dihadiri Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) RI, Arifah Fauzi, Ketua DPRD Provinsi Gorontalo Thomas Mopili, unsur Forkopimda Provinsi Gorontalo, para bupati dan wali kota se-Provinsi Gorontalo atau yang mewakili.

Dari Kabupaten Gorontalo Utara di hadiri Ketua TP Posyandu Mariyati Modanggu Mohamad, Sekretaris Daerah Suleman Lakoro, Staf Ahli Bupati Bidang Pemerintahan Hukum Politik Yusuf Abdulah Hasan, Kepala Dinas Kesehatan Sri Fenty Asagaf, Plt, Kepala Dinas PMD, Deysyelin Wongkar, Sekretaris Dinas PUPR Haris Dalie, serta perwakilan 6 Unsur SPM, para kepala desa dan perwakilan kader Posyandu penerima penghargaan.

Adapun tiga prestasi yang berhasil diraih Kabupaten Gorontalo Utara yakni, Juara I Lomba Desa Berkinerja Baik dalam Percepatan Pencegahan dan Penurunan Stunting Tingkat Provinsi Gorontalo Tahun 2026 diraih Desa Oluhuta, Kecamatan Atinggola.

Selanjutnya, Juara III Lomba Desa dan Kelurahan Tingkat Provinsi Gorontalo diraih Desa Bulontio Timur, Kecamatan Sumalata.

Sementara Juara III Lomba Kader Posyandu Berprestasi 6 Standar Pelayanan Minimal (SPM) diraih oleh Desa Molingkapoto Selatan.

Dalam sambutannya, Gubernur Gorontalo, Gusnar Ismail, menegaskan bahwa penurunan angka stunting menjadi salah satu indikator penting untuk mengukur kontribusi dan kinerja Posyandu dalam meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat.

Menurutnya, angka stunting di Provinsi Gorontalo yang sebelumnya berada pada kisaran 23 persen telah mengalami penurunan menjadi sekitar 18 persen. Namun, capaian tersebut masih perlu terus ditingkatkan agar dapat mendekati angka rata-rata nasional.

Gubernur berharap melalui Rakorda ini, koordinasi dan sinergi seluruh Tim Pembina Posyandu kabupaten dan kota semakin diperkuat. Dengan kerja bersama, upaya percepatan penurunan stunting dapat dilaksanakan secara lebih terarah dan berkelanjutan.

Sementara itu, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) RI, Arifah Fauzi, dalam arahannya menekankan pentingnya kolaborasi seluruh pemangku kepentingan dalam menyelesaikan berbagai persoalan perempuan dan anak, khususnya yang terjadi di tingkat desa.


Menteri  mengungkapkan, berdasarkan Survei Nasional Pengalaman Hidup Perempuan Tahun 2024, satu dari empat perempuan di Indonesia pernah mengalami kekerasan sepanjang hidupnya. Sementara Survei Nasional Pengalaman Hidup Anak dan Remaja Tahun 2024 menunjukkan satu dari dua anak pernah mengalami kekerasan sepanjang hidupnya.

Menurutnya, persoalan kekerasan terhadap perempuan dan anak membutuhkan perhatian serta keterlibatan semua pihak, mulai dari pemerintah, pemerintah desa, keluarga, hingga masyarakat.

Melalui konsep Ruang Bersama Indonesia (RBI), pemerintah mendorong terbentuknya ruang kolaborasi yang melibatkan seluruh unsur masyarakat di tingkat desa. RBI bukan semata-mata dimaknai sebagai ruang fisik, melainkan gerakan bersama untuk memetakan persoalan dan menghadirkan solusi melalui sinergi berbagai pihak.

Menteri PPPA juga menekankan bahwa perlindungan dan pengasuhan anak bukan hanya menjadi tanggung jawab ibu, tetapi merupakan tanggung jawab bersama antara ayah, ibu, dan seluruh anggota keluarga.

Ia mengajak seluruh komponen masyarakat untuk memperkuat nilai-nilai agama, budi pekerti, dan akhlak mulia sebagai fondasi utama dalam membangun keluarga yang aman serta melindungi perempuan dan anak dari berbagai bentuk kekerasan.

Kegiatan ini turut dihadiri Ketua DPRD Provinsi Gorontalo Thomas Mopili, unsur Forkopimda Provinsi Gorontalo, para bupati dan wali kota se-Provinsi Gorontalo atau yang mewakili, sekretaris daerah kabupaten/kota, serta para kepala desa dan perwakilan kader Posyandu penerima penghargaan.

Raihan tiga penghargaan tersebut menjadi bentuk pengakuan atas capaian dan upaya desa-desa di Kabupaten Gorontalo Utara dalam meningkatkan kinerja pemerintahan desa, memperkuat pelayanan Posyandu, serta mendukung percepatan pencegahan dan penurunan stunting.

Prestasi ini diharapkan menjadi motivasi bagi seluruh desa di Gorontalo Utara untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan dasar, memperkuat pemberdayaan masyarakat, serta membangun lingkungan keluarga dan masyarakat yang sehat, aman, dan sejahtera.(Kominfo-Gorut)