Borong Tiga Penghargaan di Rakorda Posyandu 2026, Gorontalo Utara Buktikan Kinerja Desa Berprestasi
Borong Tiga Penghargaan di Rakorda Posyandu 2026, Gorontalo Utara Buktikan Kinerja Desa Berprestasi
Kabupaten
Gorontalo Utara kembali menorehkan prestasi di tingkat Provinsi Gorontalo. Tiga
desa berhasil meraih penghargaan dalam sejumlah kategori lomba desa, desa
berkinerja baik dalam percepatan pencegahan dan penurunan stunting, serta kader
Posyandu berprestasi pada tahun 2026.
Penghargaan
tersebut diserahkan langsung oleh Gubernur Gorontalo, Gusnar Ismail, pada
kegiatan Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) Tim Pembina Posyandu Tingkat
Provinsi Gorontalo Tahun 2026 yang dirangkaikan dengan Penandatanganan Komitmen
Ruang Bersama Indonesia (RBI). Kegiatan berlangsung di Azalea Convention
Center, Provinsi Gorontalo. Selasa (3-11-2026)
Kegiatan
ini turut dihadiri Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA)
RI, Arifah Fauzi, Ketua DPRD Provinsi Gorontalo Thomas Mopili, unsur Forkopimda
Provinsi Gorontalo, para bupati dan wali kota se-Provinsi Gorontalo atau yang
mewakili.
Dari
Kabupaten Gorontalo Utara di hadiri Ketua TP Posyandu Mariyati Modanggu
Mohamad, Sekretaris Daerah Suleman Lakoro, Staf Ahli Bupati Bidang Pemerintahan
Hukum Politik Yusuf Abdulah Hasan, Kepala Dinas Kesehatan Sri Fenty Asagaf,
Plt, Kepala Dinas PMD, Deysyelin Wongkar, Sekretaris Dinas PUPR Haris Dalie,
serta perwakilan 6 Unsur SPM, para kepala desa dan perwakilan kader Posyandu
penerima penghargaan.
Adapun tiga
prestasi yang berhasil diraih Kabupaten Gorontalo Utara yakni, Juara I Lomba
Desa Berkinerja Baik dalam Percepatan Pencegahan dan Penurunan Stunting Tingkat
Provinsi Gorontalo Tahun 2026 diraih Desa Oluhuta, Kecamatan Atinggola.
Selanjutnya,
Juara III Lomba Desa dan Kelurahan Tingkat Provinsi Gorontalo diraih Desa
Bulontio Timur, Kecamatan Sumalata.
Sementara
Juara III Lomba Kader Posyandu Berprestasi 6 Standar Pelayanan Minimal (SPM)
diraih oleh Desa Molingkapoto Selatan.
Dalam
sambutannya, Gubernur Gorontalo, Gusnar Ismail, menegaskan bahwa penurunan
angka stunting menjadi salah satu indikator penting untuk mengukur kontribusi
dan kinerja Posyandu dalam meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat.
Menurutnya,
angka stunting di Provinsi Gorontalo yang sebelumnya berada pada kisaran 23
persen telah mengalami penurunan menjadi sekitar 18 persen. Namun, capaian
tersebut masih perlu terus ditingkatkan agar dapat mendekati angka rata-rata
nasional.
Gubernur berharap
melalui Rakorda ini, koordinasi dan sinergi seluruh Tim Pembina Posyandu
kabupaten dan kota semakin diperkuat. Dengan kerja bersama, upaya percepatan
penurunan stunting dapat dilaksanakan secara lebih terarah dan berkelanjutan.
Sementara itu, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) RI, Arifah Fauzi, dalam arahannya menekankan pentingnya kolaborasi seluruh pemangku kepentingan dalam menyelesaikan berbagai persoalan perempuan dan anak, khususnya yang terjadi di tingkat desa.
Menteri mengungkapkan, berdasarkan Survei Nasional
Pengalaman Hidup Perempuan Tahun 2024, satu dari empat perempuan di Indonesia
pernah mengalami kekerasan sepanjang hidupnya. Sementara Survei Nasional
Pengalaman Hidup Anak dan Remaja Tahun 2024 menunjukkan satu dari dua anak
pernah mengalami kekerasan sepanjang hidupnya.
Menurutnya,
persoalan kekerasan terhadap perempuan dan anak membutuhkan perhatian serta
keterlibatan semua pihak, mulai dari pemerintah, pemerintah desa, keluarga,
hingga masyarakat.
Melalui
konsep Ruang Bersama Indonesia (RBI), pemerintah mendorong terbentuknya ruang
kolaborasi yang melibatkan seluruh unsur masyarakat di tingkat desa. RBI bukan
semata-mata dimaknai sebagai ruang fisik, melainkan gerakan bersama untuk
memetakan persoalan dan menghadirkan solusi melalui sinergi berbagai pihak.
Menteri
PPPA juga menekankan bahwa perlindungan dan pengasuhan anak bukan hanya menjadi
tanggung jawab ibu, tetapi merupakan tanggung jawab bersama antara ayah, ibu,
dan seluruh anggota keluarga.
Ia mengajak
seluruh komponen masyarakat untuk memperkuat nilai-nilai agama, budi pekerti,
dan akhlak mulia sebagai fondasi utama dalam membangun keluarga yang aman serta
melindungi perempuan dan anak dari berbagai bentuk kekerasan.
Kegiatan
ini turut dihadiri Ketua DPRD Provinsi Gorontalo Thomas Mopili, unsur
Forkopimda Provinsi Gorontalo, para bupati dan wali kota se-Provinsi Gorontalo
atau yang mewakili, sekretaris daerah kabupaten/kota, serta para kepala desa
dan perwakilan kader Posyandu penerima penghargaan.
Raihan tiga
penghargaan tersebut menjadi bentuk pengakuan atas capaian dan upaya desa-desa
di Kabupaten Gorontalo Utara dalam meningkatkan kinerja pemerintahan desa,
memperkuat pelayanan Posyandu, serta mendukung percepatan pencegahan dan
penurunan stunting.
Prestasi
ini diharapkan menjadi motivasi bagi seluruh desa di Gorontalo Utara untuk
terus meningkatkan kualitas pelayanan dasar, memperkuat pemberdayaan
masyarakat, serta membangun lingkungan keluarga dan masyarakat yang sehat,
aman, dan sejahtera.(Kominfo-Gorut)
