BPBD Gorontalo Utara Salurkan 14.400 Liter Air Bersih untuk 221 KK Terdampak Kemarau
BPBD Gorontalo Utara Salurkan 14.400 Liter Air Bersih untuk 221 KK Terdampak Kemarau
Badan
Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Gorontalo Utara kembali
melakukan penyaluran bantuan air bersih kepada masyarakat yang terdampak musim
kemarau di Kabupaten Gorontalo Utara.
Penyaluran
bantuan air bersih tersebut dilaksanakan pada Sabtu, 3 Oktober 2026,
menyasar masyarakat di Desa Tutuwoto, Kecamatan Anggrek, dan Desa
Katialada, Kecamatan Kwandang.
Di Desa
Tutuwoto, distribusi air bersih menyasar tiga dusun, yakni Dusun Puncak,
Dusun Mawar, dan Dusun Beringin, dengan jumlah penerima manfaat sebanyak 171
Kepala Keluarga (KK) atau 525 jiwa. BPBD menyalurkan sebanyak 9.400
liter air bersih untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat di wilayah
tersebut.
Sementara
itu, di Desa Katialada, Kecamatan Kwandang, bantuan air bersih
disalurkan kepada masyarakat di satu dusun dengan jumlah penerima sebanyak 50
KK atau 178 jiwa, dengan volume distribusi mencapai 5.000 liter air
bersih.
Dengan demikian, total penyaluran pada kegiatan tersebut mencapai 14.400 liter air bersih, yang diperuntukkan bagi 221 KK atau 703 jiwa yang terdampak kondisi kekeringan.
Dalam
pelaksanaannya, BPBD mengerahkan armada pendistribusian air, masing-masing mobil
truk tangki dengan kapasitas 5.000 liter dan mobil Isuzu Traga dengan
kapasitas 2.200 liter, serta personel BPBD untuk memastikan bantuan dapat
diterima langsung oleh masyarakat.
Kegiatan
tersebut dikoordinasikan oleh Sekretaris BPBD Kabupaten Gorontalo Utara Jemy
Igirisa bersama Ismail, dengan dukungan personel lapangan yang terlibat dalam
proses pengangkutan, distribusi, dan pelayanan kepada masyarakat.
Penyaluran
air bersih ini merupakan bagian dari langkah tanggap Pemerintah Kabupaten
Gorontalo Utara melalui BPBD dalam membantu masyarakat memenuhi kebutuhan air
bersih di tengah kondisi musim kemarau yang masih berlangsung.
BPBD
Gorontalo Utara terus melakukan pemantauan terhadap wilayah-wilayah yang
mengalami dampak kekeringan serta mengupayakan pendistribusian air bersih
secara bertahap berdasarkan kebutuhan dan laporan masyarakat di lapangan.(Kominfo-Gorut)
