BPBD Gorontalo Utara Salurkan 8.000 Liter Air Bersih untuk Warga Terdampak Kemarau di Anggrek
BPBD Gorontalo Utara Salurkan 8.000 Liter Air Bersih untuk Warga Terdampak Kemarau di Anggrek
Badan
Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Gorontalo Utara kembali bergerak
cepat membantu masyarakat yang terdampak musim kemarau dengan menyalurkan
bantuan air bersih, Senin (28-09-2026).
Distribusi
air bersih kali ini menyasar masyarakat di Kecamatan Anggrek, tepatnya di Desa
Iloheluma, Dusun Helumo dan Olebuheli, serta Desa Tolango, Dusun Huyula.
Sebanyak 8.000
liter air bersih disalurkan untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat yang
mengalami kesulitan mendapatkan air bersih akibat musim kemarau yang masih
berlangsung.
Di Desa
Iloheluma, distribusi air bersih diberikan kepada 90 Kepala Keluarga (KK)
atau 285 jiwa yang tersebar di Dusun Helumo dan Olebuheli. Sementara di
Desa Tolango, Dusun Huyula, bantuan diperuntukkan bagi 30 KK atau 97 jiwa.
Dengan
demikian, total penerima manfaat dalam kegiatan distribusi air bersih tersebut
mencapai 120 KK atau 382 jiwa.
Dalam
pelaksanaan di lapangan, BPBD Gorontalo Utara mengerahkan dua unit kendaraan
operasional, yakni mobil truk serbaguna berkapasitas 3.600 liter dan mobil
Isuzu Traga berkapasitas 2.200 liter, yang digunakan secara bertahap untuk
mendukung proses pendistribusian air kepada masyarakat.
Sebanyak tujuh
personel BPBD terlibat dalam kegiatan tersebut. Tim mobil truk serbaguna
terdiri dari Said Amir, Ruli Kasim, dan Rahman Maku. Sementara personel yang
mengoperasikan mobil Isuzu Traga yakni Irfan Noho, Arman U. Koly, Rahmad
Arsyad, dan Reynold Naue.
Kegiatan
ini merupakan bagian dari upaya Pemerintah Kabupaten Gorontalo Utara melalui
BPBD dalam memastikan kebutuhan dasar masyarakat tetap terpenuhi di tengah
kondisi kemarau yang berdampak terhadap ketersediaan air bersih.
BPBD
Gorontalo Utara terus melakukan pemantauan terhadap wilayah-wilayah yang
mengalami dampak kekeringan sekaligus mengoptimalkan penyaluran bantuan air
bersih sesuai dengan kebutuhan dan kondisi di lapangan.
Melalui
langkah tersebut, pemerintah daerah berkomitmen untuk terus hadir memberikan
pelayanan dan bantuan kepada masyarakat yang terdampak bencana kekeringan.(Kominfo-Gorut)
