BPBD Gorut Bergerak di Tengah Kemarau Ekstrem, 5.800 Liter Air Bersih Disalurkan untuk Warga Leyao dan Milango
BPBD Gorut Bergerak di Tengah Kemarau Ekstrem, 5.800 Liter Air Bersih Disalurkan untuk Warga Leyao dan Milango
Musim
kemarau panjang yang masih melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Gorontalo
Utara terus mendapat perhatian serius Pemerintah Kabupaten Gorontalo Utara
melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD).
Pada Sabtu,
26 September 2026, Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Gorontalo Utara kembali bergerak
melakukan penyaluran air bersih kepada masyarakat terdampak kekeringan di
Kecamatan Tomilito.
Distribusi
air bersih kali ini menyasar dua desa, yakni Desa Leyao dan Desa Milango,
dengan total bantuan mencapai 5.800 liter air bersih.
Di Desa
Leyao, BPBD menyalurkan sebanyak 2.200 liter air bersih untuk
memenuhi kebutuhan 15 kepala keluarga (KK) atau 52 jiwa. Sementara di Desa
Milango, distribusi air bersih mencapai 3.600 liter, yang
diperuntukkan bagi 25 KK atau 115 jiwa.
Dengan
demikian, total penerima manfaat pada kegiatan distribusi kali ini mencapai 40
KK atau 167 jiwa, dengan keseluruhan volume air yang disalurkan sebanyak 5.800
liter.
Untuk mendukung distribusi tersebut, BPBD Gorontalo Utara mengerahkan dua kendaraan operasional, masing-masing mobil Isuzu Traga berkapasitas 2.200 liter dan mobil truk serbaguna berkapasitas 3.600 liter.
Dalam pelaksanaannya, air bersih diambil dari Desa Tolango, Kecamatan Anggrek. Pengambilan dilakukan dari lokasi tersebut karena stok air di PUDAM Kwandang, Desa Posso, sedang kosong akibat adanya perbaikan instalasi air.
Sebanyak delapan
personel BPBD Gorontalo Utara diterjunkan dalam kegiatan kemanusiaan
tersebut, yakni Romi Ahmad, Ismail, Arman U Koly, Said Amir, Hasyim
Dalanggo, Ruli Kasim, Reynold Naue, dan Rahmad Arsyad.
Distribusi
air bersih ini merupakan bagian dari upaya penanganan dampak kekeringan yang
dilakukan secara berkelanjutan oleh Pemerintah Kabupaten Gorontalo Utara. BPBD
terus melakukan pelayanan berdasarkan kebutuhan masyarakat di wilayah yang
mengalami keterbatasan akses terhadap air bersih.
Di tengah
kondisi kemarau yang berkepanjangan, penyaluran air bersih menjadi langkah
penting untuk membantu masyarakat memenuhi kebutuhan dasar sehari-hari,
sekaligus memastikan warga terdampak tetap mendapatkan akses air bersih.
BPBD
Gorontalo Utara juga terus berkoordinasi dengan berbagai pihak dan memantau
kondisi wilayah terdampak untuk memastikan kebutuhan air masyarakat dapat
ditangani secara bertahap sesuai kondisi di lapangan.(Kominfo-Gorut)
