info@gorutkab.go.id +6285240046579

BPBD Gorut Siaga 1×24 Jam, Posko Jadi Pusat Komando Hadapi Krisis Air Dan Karhutla

  • Novita Antula
  • Disukai 0
  • Dibaca 69 Kali
BPBD Gorut Siaga 1×24 Jam, Posko Jadi Pusat Komando Hadapi Krisis Air Dan Karhutla

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Gorontalo Utara memperkuat kesiapsiagaan menghadapi dampak musim kemarau dengan mengaktifkan piket dan penjagaan Posko Bencana Kekeringan selama 1×24 jam.

Pelaksanaan piket tersebut merupakan tindak lanjut SK Bupati Gorontalo Utara Nomor SK.247.VIII.2026 tertanggal 28 Agustus 2026 tentang Tanggap Darurat Bencana Kekeringan dan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) Tahun 2026.

Sekretaris BPBD Kabupaten Gorontalo Utara, Jemy Igirisa, mengatakan keberadaan posko merupakan langkah strategis untuk memastikan penanganan bencana berjalan cepat, terkoordinasi dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.

Menurutnya, piket posko tidak hanya difokuskan pada pemenuhan kebutuhan air bersih bagi masyarakat terdampak kekeringan, tetapi juga menjadi bagian dari upaya meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi Karhutla yang dapat terjadi selama musim kemarau.

“Piket dan jaga posko ini merupakan langkah kewaspadaan dan kesiapsiagaan. Terutama untuk memastikan pelayanan kepada masyarakat terdampak, khususnya ketika ada permintaan air bersih. Di sisi lain, kita juga harus siaga menghadapi potensi kebakaran hutan dan lahan,” ujar Jemy.

Untuk mendukung respons cepat, BPBD Gorontalo Utara menyiagakan kontak person yang dapat dihubungi masyarakat selama 24 jam. Bahkan, nomor hotline yang digunakan merupakan nomor pribadi petugas sebagai bentuk komitmen untuk memastikan akses komunikasi masyarakat tetap terbuka ketika membutuhkan penanganan dalam kondisi darurat.

Jemy menegaskan, posko tersebut menjadi pusat pemantauan dan koordinasi penanganan bencana kekeringan maupun Karhutla di wilayah Kabupaten Gorontalo Utara.


Dengan sistem piket 1×24 jam, setiap informasi mengenai kondisi kekeringan, kebutuhan air bersih, maupun potensi Karhutla diharapkan dapat termonitor, ter-update, dan diteruskan secara cepat serta berjenjang untuk mendapatkan penanganan sesuai kondisi di lapangan.

“BPBD Gorontalo Utara menjadi pusat komando dalam penanganan kekeringan dan Karhutla. Kita harus siap dan tanggap selama 1×24 jam,” tegasnya.

Ia menjelaskan, pelaksanaan piket melibatkan seluruh jajaran BPBD Kabupaten Gorontalo Utara, mulai dari Kepala Pelaksana hingga staf tanpa terkecuali. Keterlibatan seluruh personel tersebut dimaksudkan untuk memastikan kesiapsiagaan organisasi tetap terjaga selama masa tanggap darurat.

Piket dan penjagaan posko akan terus dilaksanakan sampai masa pemulihan pascabencana kekeringan berakhir, atau disesuaikan dengan perkembangan kondisi serta kebutuhan kesiapsiagaan di lapangan.

Langkah ini sekaligus menegaskan komitmen BPBD Kabupaten Gorontalo Utara untuk menghadirkan pelayanan kebencanaan yang cepat, terkoordinasi dan berkelanjutan, khususnya bagi masyarakat yang terdampak kekeringan serta dalam mengantisipasi ancaman Karhutla.

BPBD Gorontalo Utara: Siap, Tanggap, dan Hadir untuk Masyarakat 1×24 Jam. (Kominfo-Gorut)