info@gorutkab.go.id +6285240046579

BPBD Gorut Tak Bergerak Sendiri, Kolaborasi Dengan Pihak Dunia Usaha Untuk Distribusi Air Bersih

  • Novita Antula
  • Disukai 0
  • Dibaca 99 Kali
BPBD Gorut Tak Bergerak Sendiri, Kolaborasi Dengan Pihak Dunia Usaha Untuk Distribusi Air Bersih

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Gorontalo Utara terus memperkuat langkah penanganan dampak musim kemarau berkepanjangan, khususnya dalam memastikan kebutuhan air bersih masyarakat terdampak tetap terpenuhi.

Melalui Tim Reaksi Cepat (TRC), BPBD Kabupaten Gorontalo Utara kembali melakukan pendistribusian air bersih kepada masyarakat di Desa Tutuwoto, Kecamatan Anggrek, dengan jumlah bantuan sebanyak 4.400 liter air bersih. Selasa (08-09-2026)

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Gorontalo Utara, Usman Lagarusu, menyampaikan bahwa pendistribusian tersebut merupakan bagian dari respons cepat pemerintah daerah terhadap meningkatnya kebutuhan air bersih masyarakat akibat semakin minimnya sumber air baku selama musim kemarau.

Dalam pelaksanaan di lapangan, Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Gorontalo Utara selaku Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Kabupaten Gorontalo Utara, terus bergerak melakukan pelayanan distribusi air bersih kepada warga terdampak.

Usman menjelaskan, penanganan kekeringan tidak dapat hanya mengandalkan kemampuan pemerintah daerah. Kondisi di lapangan menunjukkan bahwa permintaan air bersih terus meningkat, sementara ketersediaan sumber-sumber air baku semakin terbatas akibat musim kemarau yang berlangsung cukup panjang.

Karena itu, BPBD Gorontalo Utara mendorong penguatan kolaborasi lintas sektor, termasuk pelibatan aktif dunia usaha dalam mendukung penanganan bencana kekeringan dan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).


“Penanganan kekeringan membutuhkan kolaborasi dan gotong royong semua pihak. Pemerintah daerah terus berupaya memenuhi kebutuhan masyarakat, namun dukungan dunia usaha sangat penting untuk memperluas jangkauan dan mempercepat distribusi air bersih kepada warga yang membutuhkan,” ujar Usman.

Sejumlah pihak dunia usaha yang turut didorong untuk mengambil peran dalam penanganan dampak kekeringan antara lain PT HTI, PLTU Anggrek, dan PLTU Tomilito.

Menurut Usman, keterlibatan dunia usaha diharapkan mampu menjadi kekuatan tambahan bagi pemerintah dalam menghadapi kondisi darurat kekeringan, terutama di wilayah yang mengalami keterbatasan sumber air bersih.

“Semakin banyak pihak yang terlibat, semakin besar pula kemampuan kita dalam menjangkau masyarakat terdampak. Ini adalah bentuk kepedulian dan tanggung jawab bersama untuk memastikan kebutuhan dasar masyarakat tetap terpenuhi di tengah kondisi kemarau,” tambahnya.

BPBD Gorontalo Utara memastikan pendistribusian air bersih akan terus dilakukan secara bertahap berdasarkan hasil pemantauan kondisi wilayah dan tingkat kebutuhan masyarakat.

Langkah tersebut menjadi bagian dari komitmen pemerintah daerah untuk menghadirkan pelayanan cepat dan responsif sekaligus memperkuat sinergi dengan seluruh pemangku kepentingan dalam menghadapi ancaman kekeringan dan karhutla di Kabupaten Gorontalo Utara.(Kominfo-Gorut)