info@gorutkab.go.id +6285240046579

Bupati Dr.Thariq Modanggu, S.Ag, M.Pd.I : Tekankan Integritas, Loyalitas dan Kinerja dalam Seleksi Terbuka JPT Pratama Gorontalo Utara

  • Novita Antula
  • Disukai 0
  • Dibaca 48 Kali
Bupati Dr.Thariq Modanggu, S.Ag, M.Pd.I : Tekankan Integritas, Loyalitas dan Kinerja dalam Seleksi Terbuka JPT Pratama Gorontalo Utara

Bupati Gorontalo Utara, Dr. Thariq Modanggu, S.Ag, M.Pd.I menegaskan bahwa seleksi terbuka Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT) Pratama bukan sekadar proses untuk memperoleh jabatan, melainkan momentum menguji integritas, komitmen, serta kesiapan calon pemimpin dalam mengemban amanah pemerintahan dan melayani masyarakat.

Penegasan tersebut disampaikan Bupati Dr. Thariq Modanggu, S.Ag, M.Pd.I dalam sambutannya pada kegiatan seleksi terbuka JPT Pratama di lingkungan Pemerintah Kabupaten Gorontalo Utara Tahun 2026, yang berlangsung di Grend Q Hotel, Sabtu (7-11-2026)

Kegiatan tersebut dihadiri Wakil Bupati Gorontalo Utara Nurjanah Hasan Yusuf,SE, Ketua Panitia Seleksi (Pansel) Prof. Dr. Rauf A. Hatu, M.Si., bersama anggota pansel Prof. Dr. H. Arten Mobonggi, S.Ag., M.Pd.I., Dr. H. Ibnu Rawandhy N. Hula, S.S., M.Pd.I., dan Budiyanto Sidiki, S.Sos., M.Si. Turut hadir Sekretaris Daerah Suleman Lakoro, SH, MM, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Dr. Irwan A. Usman, S.Pd, M.Pd., Asisten Administrasi Umum Maylan Tongkodu, S.E., M.Adm.Pub., Kepala BKPP Dahlan Uwante, S.Pd, serta seluruh peserta seleksi terbuka JPT Pratama.

Di hadapan para peserta seleksi, Bupati  Thariq mengingatkan bahwa jabatan harus dipandang sebagai amanah yang memiliki nilai tanggung jawab, bukan semata-mata sebagai tujuan karier atau kedudukan struktural.

Menurut Bupati Thariq, setiap peserta perlu membangun niat yang benar, memperbaiki sikap dan perilaku, serta menjaga setiap ucapan. Sebab, tanggung jawab seorang pejabat tidak hanya sebatas kepada negara dan masyarakat, tetapi juga merupakan pertanggungjawaban kepada Tuhan Yang Maha Esa.

"Perbaiki niat, perbaiki sikap, dan jaga ucapan. Ini harus menjadi pegangan sederhana bagi setiap orang yang ingin menjadi pemimpin," tegas Thariq.

Bupati Thariq juga mengingatkan agar peserta yang nantinya dinyatakan lolos tidak bersikap jumawa, sementara mereka yang belum mendapatkan kesempatan harus menerima hasil seleksi dengan lapang dada. Menurutnya, perjalanan karier dan kehidupan seseorang tidak selalu dapat diprediksi, karena setiap kesempatan dan amanah memiliki waktunya masing-masing.

Lebih lanjut, Bupati Thariq menekankan pentingnya keselarasan antara kemampuan pejabat dengan visi dan program pembangunan daerah. Ia meminta calon pejabat memahami bahwa jabatan pimpinan tinggi memiliki tanggung jawab besar dalam menerjemahkan visi kepala daerah ke dalam program kerja yang konkret, terukur, dan dapat dilaksanakan.

Bupati Thariq menyoroti masih adanya program pembangunan yang belum berjalan optimal akibat lemahnya perencanaan teknis, penempatan anggaran yang kurang tepat, serta belum terintegrasinya program antarperangkat daerah.

Karena itu, ia berharap pejabat yang nantinya terpilih tidak hanya mampu menjalankan rutinitas birokrasi, tetapi juga memiliki kemampuan menerjemahkan visi pembangunan menjadi program dan kegiatan yang benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Thariq turut menyampaikan arah penguatan kelembagaan pemerintah daerah seiring dengan penataan struktur organisasi dari 31 perangkat daerah menjadi 22 perangkat daerah. Menurutnya, penyederhanaan struktur harus diikuti dengan penguatan fungsi koordinasi dan pengawasan.


Bupati Thariq menginginkan peran asisten Sekretariat Daerah lebih difokuskan pada koordinasi administrasi pemerintahan, sementara staf ahli Bupati diperkuat untuk mengawal program-program strategis daerah. Penataan ruang kerja dan pola koordinasi antarunsur tersebut juga menjadi bagian dari upaya mempercepat pelaksanaan program pembangunan.

Bupati juga memastikan bahwa penataan kelembagaan tidak boleh menimbulkan persoalan bagi ASN yang terdampak perubahan struktur organisasi. Pemerintah daerah, kata Bupati Thariq telah menyiapkan skema penempatan melalui jabatan fungsional agar para pejabat tetap memiliki ruang pengabdian dan kesempatan mengembangkan kompetensi.

"Saya tidak ingin ada istilah nonjob hanya karena perubahan struktur organisasi. Kita sudah menyiapkan rumah jabatan fungsional agar saudara-saudara tetap memiliki ruang untuk bekerja dan menjalankan fungsi sesuai kompetensinya," ungkapnya.

Selain itu, Bupati Thariq menyampaikan sejumlah pesan penting kepada calon pejabat pimpinan tinggi yang dirangkumnya dalam prinsip-prinsip kepemimpinan.

Pertama, jangan mengeluh, tetapi carilah solusi. Seorang pemimpin harus memiliki ketahanan menghadapi tekanan, kritik, dan berbagai persoalan dalam pelaksanaan tugas.

Kedua, terus belajar dan meningkatkan kapasitas diri, khususnya dalam memahami regulasi, tata kelola pemerintahan, serta berbagai perkembangan kebijakan yang berkaitan dengan tugas dan tanggung jawab jabatan.

Ketiga, terus memperbaiki pendekatan dalam bekerja, membangun komunikasi, dan menyelesaikan persoalan di lingkungan perangkat daerah.

Keempat, menjaga fokus dan disiplin dalam melaksanakan program. Setiap rencana kerja harus diselesaikan secara konsisten dan tidak mudah beralih dari satu prioritas ke prioritas lainnya sebelum target tercapai.

Kelima, memperkuat sinergi dan kolaborasi, baik antarperangkat daerah maupun dengan seluruh pemangku kepentingan, sehingga pelaksanaan program pembangunan dapat berjalan lebih efektif.

Bupati Thariq  juga mengungkapkan rencana penguatan kapasitas pejabat yang dilantik  pada saat penerapan SOTK yang baru melalui pembekalan khusus. Para pejabat nantinya akan diberikan kesempatan untuk melakukan analisis SWOT, menyusun rencana kerja jabatan, serta mengidentifikasi berbagai persoalan dan kebutuhan strategis pada perangkat daerah yang dipimpin.

Pembekalan tersebut direncanakan melibatkan sejumlah lembaga terkait, di antaranya BKPSDM, instansi pengelola keuangan, BPKP, serta kemungkinan menghadirkan perwakilan KPK untuk memberikan penguatan terkait tata kelola pemerintahan dan akuntabilitas.

Di akhir sambutannya, Bupati  Thariq menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Gorontalo Utara bersama Wakil Bupati Nurjanah Hasan Yusuf berkomitmen memberikan kesempatan seluas-luasnya kepada seluruh pejabat untuk berinovasi, bekerja, dan meningkatkan kinerja demi kesejahteraan masyarakat.

Bupati Thariq berharap proses seleksi terbuka JPT Pratama ini menghasilkan figur-figur pemimpin birokrasi yang tidak hanya unggul secara kompetensi, tetapi juga memiliki integritas, ketangguhan, kedisiplinan, dan komitmen kuat dalam mewujudkan visi pembangunan Kabupaten Gorontalo Utara.


"Jadikan jabatan ini sebagai amanah. Jangan hanya menjadi konsumsi pikiran, tetapi harus menjadi konsumsi hati dan diwujudkan dalam tindakan nyata untuk membangun daerah," tutup Thariq.(Kominfo-Gorut)