Bupati Dr.Thariq Modanggu, S.Ag, M.Pd.I : Tekankan Integritas, Loyalitas dan Kinerja dalam Seleksi Terbuka JPT Pratama Gorontalo Utara
Bupati Dr.Thariq Modanggu, S.Ag, M.Pd.I : Tekankan Integritas, Loyalitas dan Kinerja dalam Seleksi Terbuka JPT Pratama Gorontalo Utara
Bupati
Gorontalo Utara, Dr. Thariq Modanggu, S.Ag, M.Pd.I menegaskan bahwa seleksi
terbuka Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT) Pratama bukan sekadar proses untuk
memperoleh jabatan, melainkan momentum menguji integritas, komitmen, serta
kesiapan calon pemimpin dalam mengemban amanah pemerintahan dan melayani
masyarakat.
Penegasan
tersebut disampaikan Bupati Dr. Thariq Modanggu, S.Ag, M.Pd.I dalam sambutannya
pada kegiatan seleksi terbuka JPT Pratama di lingkungan Pemerintah Kabupaten
Gorontalo Utara Tahun 2026, yang berlangsung di Grend Q Hotel, Sabtu
(7-11-2026)
Kegiatan
tersebut dihadiri Wakil Bupati Gorontalo Utara Nurjanah Hasan Yusuf,SE, Ketua
Panitia Seleksi (Pansel) Prof. Dr. Rauf A. Hatu, M.Si., bersama anggota pansel
Prof. Dr. H. Arten Mobonggi, S.Ag., M.Pd.I., Dr. H. Ibnu Rawandhy N. Hula,
S.S., M.Pd.I., dan Budiyanto Sidiki, S.Sos., M.Si. Turut hadir Sekretaris
Daerah Suleman Lakoro, SH, MM, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat
Dr. Irwan A. Usman, S.Pd, M.Pd., Asisten Administrasi Umum Maylan Tongkodu,
S.E., M.Adm.Pub., Kepala BKPP Dahlan Uwante, S.Pd, serta seluruh peserta
seleksi terbuka JPT Pratama.
Di hadapan
para peserta seleksi, Bupati Thariq mengingatkan
bahwa jabatan harus dipandang sebagai amanah yang memiliki nilai tanggung
jawab, bukan semata-mata sebagai tujuan karier atau kedudukan struktural.
Menurut
Bupati Thariq, setiap peserta perlu membangun niat yang benar, memperbaiki
sikap dan perilaku, serta menjaga setiap ucapan. Sebab, tanggung jawab
seorang pejabat tidak hanya sebatas kepada negara dan masyarakat, tetapi juga
merupakan pertanggungjawaban kepada Tuhan Yang Maha Esa.
"Perbaiki
niat, perbaiki sikap, dan jaga ucapan. Ini harus menjadi pegangan sederhana
bagi setiap orang yang ingin menjadi pemimpin," tegas Thariq.
Bupati
Thariq juga mengingatkan agar peserta yang nantinya dinyatakan lolos tidak
bersikap jumawa, sementara mereka yang belum mendapatkan kesempatan harus
menerima hasil seleksi dengan lapang dada. Menurutnya, perjalanan karier dan
kehidupan seseorang tidak selalu dapat diprediksi, karena setiap kesempatan dan
amanah memiliki waktunya masing-masing.
Lebih
lanjut, Bupati Thariq menekankan pentingnya keselarasan antara kemampuan
pejabat dengan visi dan program pembangunan daerah. Ia meminta calon pejabat
memahami bahwa jabatan pimpinan tinggi memiliki tanggung jawab besar dalam
menerjemahkan visi kepala daerah ke dalam program kerja yang konkret, terukur,
dan dapat dilaksanakan.
Bupati Thariq
menyoroti masih adanya program pembangunan yang belum berjalan optimal akibat
lemahnya perencanaan teknis, penempatan anggaran yang kurang tepat, serta belum
terintegrasinya program antarperangkat daerah.
Karena itu,
ia berharap pejabat yang nantinya terpilih tidak hanya mampu menjalankan
rutinitas birokrasi, tetapi juga memiliki kemampuan menerjemahkan visi
pembangunan menjadi program dan kegiatan yang benar-benar memberikan manfaat
bagi masyarakat.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati Thariq turut menyampaikan arah penguatan kelembagaan pemerintah daerah seiring dengan penataan struktur organisasi dari 31 perangkat daerah menjadi 22 perangkat daerah. Menurutnya, penyederhanaan struktur harus diikuti dengan penguatan fungsi koordinasi dan pengawasan.
Bupati
Thariq menginginkan peran asisten Sekretariat Daerah lebih difokuskan pada
koordinasi administrasi pemerintahan, sementara staf ahli Bupati diperkuat
untuk mengawal program-program strategis daerah. Penataan ruang kerja dan pola
koordinasi antarunsur tersebut juga menjadi bagian dari upaya mempercepat
pelaksanaan program pembangunan.
Bupati juga
memastikan bahwa penataan kelembagaan tidak boleh menimbulkan persoalan bagi
ASN yang terdampak perubahan struktur organisasi. Pemerintah daerah, kata Bupati
Thariq telah menyiapkan skema penempatan melalui jabatan fungsional agar para
pejabat tetap memiliki ruang pengabdian dan kesempatan mengembangkan
kompetensi.
"Saya
tidak ingin ada istilah nonjob hanya karena perubahan struktur organisasi. Kita
sudah menyiapkan rumah jabatan fungsional agar saudara-saudara tetap memiliki
ruang untuk bekerja dan menjalankan fungsi sesuai kompetensinya,"
ungkapnya.
Selain itu,
Bupati Thariq menyampaikan sejumlah pesan penting kepada calon pejabat pimpinan
tinggi yang dirangkumnya dalam prinsip-prinsip kepemimpinan.
Pertama, jangan
mengeluh, tetapi carilah solusi. Seorang pemimpin harus memiliki ketahanan
menghadapi tekanan, kritik, dan berbagai persoalan dalam pelaksanaan tugas.
Kedua,
terus belajar dan meningkatkan kapasitas diri, khususnya dalam memahami
regulasi, tata kelola pemerintahan, serta berbagai perkembangan kebijakan yang
berkaitan dengan tugas dan tanggung jawab jabatan.
Ketiga, terus
memperbaiki pendekatan dalam bekerja, membangun komunikasi, dan
menyelesaikan persoalan di lingkungan perangkat daerah.
Keempat, menjaga
fokus dan disiplin dalam melaksanakan program. Setiap rencana kerja harus
diselesaikan secara konsisten dan tidak mudah beralih dari satu prioritas ke
prioritas lainnya sebelum target tercapai.
Kelima, memperkuat
sinergi dan kolaborasi, baik antarperangkat daerah maupun dengan seluruh
pemangku kepentingan, sehingga pelaksanaan program pembangunan dapat berjalan
lebih efektif.
Bupati
Thariq juga mengungkapkan rencana
penguatan kapasitas pejabat yang dilantik pada saat penerapan SOTK yang baru melalui
pembekalan khusus. Para pejabat nantinya akan diberikan kesempatan untuk
melakukan analisis SWOT, menyusun rencana kerja jabatan, serta mengidentifikasi
berbagai persoalan dan kebutuhan strategis pada perangkat daerah yang dipimpin.
Pembekalan
tersebut direncanakan melibatkan sejumlah lembaga terkait, di antaranya BKPSDM,
instansi pengelola keuangan, BPKP, serta kemungkinan menghadirkan perwakilan
KPK untuk memberikan penguatan terkait tata kelola pemerintahan dan
akuntabilitas.
Di akhir
sambutannya, Bupati Thariq menegaskan
bahwa Pemerintah Kabupaten Gorontalo Utara bersama Wakil Bupati Nurjanah Hasan
Yusuf berkomitmen memberikan kesempatan seluas-luasnya kepada seluruh pejabat
untuk berinovasi, bekerja, dan meningkatkan kinerja demi kesejahteraan
masyarakat.
Bupati Thariq berharap proses seleksi terbuka JPT Pratama ini menghasilkan figur-figur pemimpin birokrasi yang tidak hanya unggul secara kompetensi, tetapi juga memiliki integritas, ketangguhan, kedisiplinan, dan komitmen kuat dalam mewujudkan visi pembangunan Kabupaten Gorontalo Utara.
"Jadikan
jabatan ini sebagai amanah. Jangan hanya menjadi konsumsi pikiran, tetapi harus
menjadi konsumsi hati dan diwujudkan dalam tindakan nyata untuk membangun
daerah," tutup Thariq.(Kominfo-Gorut)
