info@gorutkab.go.id +6285240046579

Bupati Thariq Canangkan Revitalisasi 12 Sekolah, Tegaskan “5T” dan Bidik Lompatan Mutu Pendidikan Gorut Tahun 2029

  • Novita Antula
  • Disukai 4
  • Dibaca 196 Kali
Bupati Thariq Canangkan Revitalisasi 12 Sekolah, Tegaskan “5T” dan Bidik Lompatan Mutu Pendidikan Gorut Tahun 2029

Pemerintah Kabupaten Gorontalo Utara terus mendorong percepatan pembenahan sektor pendidikan, baik dari sisi sarana dan prasarana maupun peningkatan kualitas layanan pendidikan.

Komitmen tersebut ditandai dengan pencanangan program revitalisasi satuan pendidikan jenjang Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dan Sekolah Dasar (SD) Tahun 2026 yang dihadiri langsung Bupati Gorontalo Utara Thariq Modanggu bersama Wakil Bupati Nurjanah Hasan Yusuf di SD Negeri 9 Desa Hulawa Kecamatan Sumalata Timur. Kamis (10-09-2026)

Kegiatan tersebut turut dihadiri Staf Ahli Bupati Yusuf Abdul Hasan, Kepala Dinas Pendidikan Gorontalo Utara Abdul Wahab Paudi, Sekretaris Dinas Pendidikan Guntur Timbola, Kepala Bidang Dikdas Ismail Umar beserta jajaran, Koordinator Wilayah Dinas Pendidikan Irwan Talib, para kepala sekolah PAUD dan SD yang menerima Revitalisasi Tahun 2026, serta tim konsultan dan pelaksana program revitalisasi.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Thariq Modanggu menyampaikan apresiasi atas perhatian pemerintah pusat terhadap sektor pendidikan di Gorontalo Utara.

Hingga September 2026, Gorontalo Utara telah mendapatkan program revitalisasi kurang lebih 34 satuan pendidikan, dengan 12 satuan pendidikan di antaranya segera memasuki tahap pelaksanaan.

Menurut Bupati, program tersebut merupakan bentuk perhatian pemerintah pusat yang harus dimanfaatkan secara maksimal untuk meningkatkan kualitas pelayanan pendidikan di daerah.

Kita mendapatkan perhatian dari pemerintah pusat dengan lebih dari 34 revitalisasi. Ini menunjukkan perhatian pemerintah pusat kepada kita dan tentu harus kita syukuri serta dilaksanakan sesuai aturan dan sesuai tujuannya, yaitu meningkatkan pelayanan dan kualitas pendidikan kita di Gorontalo Utara,” ujar Bupati Thariq.

Bupati menegaskan, istilah revitalisasi tidak boleh dimaknai sebatas memperbaiki bangunan sekolah. Revitalisasi harus dikembalikan pada makna substansialnya, yakni menghidupkan kembali fungsi vital satuan pendidikan agar mampu memberikan pelayanan secara maksimal.

Revitalisasi itu berasal dari kata vital. Pendidikan ini sesuatu yang sangat vital. Jadi revitalisasi adalah bagaimana fasilitas pendidikan yang vital ini kembali berfungsi secara maksimal,” jelasnya.

Dalam pelaksanaan revitalisasi, Bupati Thariq memberikan penekanan khusus kepada konsultan, pelaksana, kepala sekolah dan seluruh pihak terkait agar pekerjaan dilakukan secara bertanggung jawab.

Ia memperkenalkan prinsip “5T” sebagai pegangan dalam pelaksanaan revitalisasi, yakni tepat bahan, tepat campuran, tepat volume, tepat mutu, dan tepat waktu.

Pertama, tepat bahan, yakni seluruh material yang digunakan harus sesuai dengan Rencana Anggaran Biaya (RAB), spesifikasi dan dokumen perencanaan.

Kedua, tepat campuran, khususnya dalam pekerjaan konstruksi, sehingga kualitas bangunan tidak mengalami penurunan akibat proses pengerjaan yang tidak sesuai standar.

Ketiga, tepat volume, yang berarti tidak boleh ada pengurangan volume pekerjaan dari dokumen perencanaan dengan alasan teknis maupun nonteknis.

Keempat, tepat mutu, yakni hasil revitalisasi harus benar-benar menghasilkan kualitas bangunan yang layak dan mampu mendukung proses pembelajaran.

Kelima, tepat waktu, sehingga seluruh pekerjaan dapat diselesaikan sesuai jadwal yang telah ditetapkan.

Saya berharap pembangunan ini mengacu kepada lima T: tepat bahan, tepat campuran, tepat volume, tepat mutu dan tepat waktu. Ini harus menjadi pegangan, terutama karena kepala sekolah juga memiliki posisi penting sebagai penanggung jawab,” tegas Bupati.

Lebih lanjut, Bupati Thariq mengingatkan bahwa perbaikan fisik sekolah harus berjalan beriringan dengan peningkatan kualitas pendidikan.

Ia menyoroti masih adanya indikator makro pendidikan di Gorontalo Utara yang membutuhkan perhatian, termasuk capaian literasi dan tingkat ketertarikan masyarakat untuk berada dalam lembaga pendidikan.

Karena itu, Bupati meminta Dinas Pendidikan tidak berhenti pada program pembangunan dan rehabilitasi fisik, tetapi menyusun roadmap peningkatan kualitas pendidikan Gorontalo Utara.

Roadmap tersebut diharapkan menjadi pedoman bersama seluruh jajaran pendidikan untuk menentukan target, indikator capaian serta langkah-langkah strategis hingga tahun 2029.

Saya minta ada sesuatu yang berbeda, misalnya roadmap peningkatan kualitas pendidikan Gorontalo Utara. Roadmap itu akan menjadi pegangan kita semua, termasuk indikator makro atau catatan merah yang ada, sehingga target dalam lima tahun itu juga masuk di dalam roadmap,” kata Bupati Thariq.

Bupati berharap roadmap tersebut juga mengintegrasikan target yang telah ditetapkan dalam RPJMD, sehingga seluruh jajaran pendidikan memahami arah pembangunan pendidikan dan memiliki tanggung jawab bersama terhadap pencapaiannya.

Dalam kesempatan itu, Bupati juga menyinggung pentingnya aspek keselamatan bangunan sekolah, terutama menyusul adanya peristiwa kebakaran yang terjadi di salah satu satuan pendidikan di Gorontalo Utara.


Bupati meminta dilakukan pendataan dan pemeriksaan terhadap bangunan sekolah yang sudah berusia tua, termasuk kondisi instalasi listriknya.

Menurutnya, langkah tersebut penting sebagai bagian dari pencegahan agar kejadian serupa tidak kembali terjadi.

Bangunan-bangunan sekolah yang sudah tua perlu didata, termasuk kondisi listriknya. Perlu ada pengecekan instalasi listrik. Jangan sampai karena satu sambungan yang tidak tepat kemudian menimbulkan masalah. Ini penting sekali untuk pencegahan,” ujarnya.

Bupati juga mengingatkan seluruh pekerja yang berada di lingkungan sekolah agar memperhatikan faktor keselamatan, termasuk aktivitas merokok di sekitar lingkungan sekolah.

Ia menegaskan bahwa sekolah merupakan kawasan yang harus dijaga dari aktivitas yang berpotensi membahayakan keselamatan peserta didik maupun lingkungan pendidikan.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Gorontalo Utara Abdul Wahab Paudi sebelumnya menyampaikan bahwa program revitalisasi harus menjadi momentum untuk mempercepat perbaikan kualitas pendidikan secara menyeluruh.

Dinas Pendidikan telah melakukan konsolidasi program dan menyiapkan rencana aksi jangka pendek untuk tahun 2026 dan 2027, serta arah program hingga tahun 2029.

Target yang dipasang cukup tegas: capaian Rapor Pendidikan Gorontalo Utara pada 2029 harus keluar dari zona yang belum menggembirakan dan bergerak menuju capaian yang sesuai dengan harapan pemerintah daerah.

Untuk mewujudkan target tersebut, Dinas Pendidikan akan mengoptimalkan peran guru, kepala sekolah, pengawas serta seluruh pemangku kepentingan pendidikan.

Pencanangan revitalisasi 12 satuan pendidikan kemudian ditandai dengan peletakan batu pertama oleh Bupati Thariq Modanggu dan Wakil Bupati Nurjanah Hasan Yusuf sebagai simbol dimulainya pelaksanaan revitalisasi.

Bagi Pemkab Gorontalo Utara, program tersebut bukan sekadar tentang memperbaiki bangunan sekolah.

Lebih dari itu, revitalisasi diharapkan menjadi titik awal pembenahan ekosistem pendidikan, dari fasilitas yang lebih layak, pengelolaan yang lebih baik, hingga peningkatan kualitas pembelajaran dan capaian pendidikan.


Dengan dukungan pemerintah pusat, kerja bersama Dinas Pendidikan, kepala sekolah, guru, pengawas, konsultan dan seluruh pemangku kepentingan, Pemerintah Kabupaten Gorontalo Utara menargetkan revitalisasi fisik benar-benar bermuara pada satu tujuan: melahirkan layanan pendidikan yang semakin berkualitas dan mendorong lompatan capaian pendidikan Gorontalo Utara menuju 2029.(Kominfo-Gorut)