Bupati Thariq Canangkan Revitalisasi 12 Sekolah, Tegaskan “5T” dan Bidik Lompatan Mutu Pendidikan Gorut Tahun 2029
Bupati Thariq Canangkan Revitalisasi 12 Sekolah, Tegaskan “5T” dan Bidik Lompatan Mutu Pendidikan Gorut Tahun 2029
Pemerintah
Kabupaten Gorontalo Utara terus mendorong percepatan pembenahan sektor
pendidikan, baik dari sisi sarana dan prasarana maupun peningkatan kualitas
layanan pendidikan.
Komitmen
tersebut ditandai dengan pencanangan program revitalisasi satuan pendidikan
jenjang Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dan Sekolah Dasar (SD) Tahun 2026 yang
dihadiri langsung Bupati Gorontalo Utara Thariq Modanggu bersama Wakil Bupati
Nurjanah Hasan Yusuf di SD Negeri 9 Desa Hulawa Kecamatan Sumalata Timur. Kamis
(10-09-2026)
Kegiatan
tersebut turut dihadiri Staf Ahli Bupati Yusuf Abdul Hasan, Kepala Dinas
Pendidikan Gorontalo Utara Abdul Wahab Paudi, Sekretaris Dinas Pendidikan
Guntur Timbola, Kepala Bidang Dikdas Ismail Umar beserta jajaran, Koordinator
Wilayah Dinas Pendidikan Irwan Talib, para kepala sekolah PAUD dan SD yang
menerima Revitalisasi Tahun 2026, serta tim konsultan dan pelaksana program revitalisasi.
Dalam
kesempatan tersebut, Bupati Thariq Modanggu menyampaikan apresiasi atas
perhatian pemerintah pusat terhadap sektor pendidikan di Gorontalo Utara.
Hingga
September 2026, Gorontalo Utara telah mendapatkan program revitalisasi kurang
lebih 34 satuan pendidikan, dengan 12 satuan pendidikan di
antaranya segera memasuki tahap pelaksanaan.
Menurut
Bupati, program tersebut merupakan bentuk perhatian pemerintah pusat yang harus
dimanfaatkan secara maksimal untuk meningkatkan kualitas pelayanan pendidikan
di daerah.
“Kita
mendapatkan perhatian dari pemerintah pusat dengan lebih dari 34 revitalisasi.
Ini menunjukkan perhatian pemerintah pusat kepada kita dan tentu harus kita
syukuri serta dilaksanakan sesuai aturan dan sesuai tujuannya, yaitu
meningkatkan pelayanan dan kualitas pendidikan kita di Gorontalo Utara,”
ujar Bupati Thariq.
Bupati
menegaskan, istilah revitalisasi tidak boleh dimaknai sebatas memperbaiki
bangunan sekolah. Revitalisasi harus dikembalikan pada makna substansialnya,
yakni menghidupkan kembali fungsi vital satuan pendidikan agar mampu memberikan
pelayanan secara maksimal.
“Revitalisasi
itu berasal dari kata vital. Pendidikan ini sesuatu yang sangat vital. Jadi
revitalisasi adalah bagaimana fasilitas pendidikan yang vital ini kembali
berfungsi secara maksimal,” jelasnya.
Dalam
pelaksanaan revitalisasi, Bupati Thariq memberikan penekanan khusus kepada
konsultan, pelaksana, kepala sekolah dan seluruh pihak terkait agar pekerjaan
dilakukan secara bertanggung jawab.
Ia memperkenalkan
prinsip “5T” sebagai pegangan dalam pelaksanaan revitalisasi, yakni tepat
bahan, tepat campuran, tepat volume, tepat mutu, dan tepat waktu.
Pertama, tepat
bahan, yakni seluruh material yang digunakan harus sesuai dengan Rencana
Anggaran Biaya (RAB), spesifikasi dan dokumen perencanaan.
Kedua, tepat
campuran, khususnya dalam pekerjaan konstruksi, sehingga kualitas bangunan
tidak mengalami penurunan akibat proses pengerjaan yang tidak sesuai standar.
Ketiga, tepat
volume, yang berarti tidak boleh ada pengurangan volume pekerjaan dari
dokumen perencanaan dengan alasan teknis maupun nonteknis.
Keempat, tepat
mutu, yakni hasil revitalisasi harus benar-benar menghasilkan kualitas
bangunan yang layak dan mampu mendukung proses pembelajaran.
Kelima, tepat
waktu, sehingga seluruh pekerjaan dapat diselesaikan sesuai jadwal yang
telah ditetapkan.
“Saya
berharap pembangunan ini mengacu kepada lima T: tepat bahan, tepat campuran,
tepat volume, tepat mutu dan tepat waktu. Ini harus menjadi pegangan, terutama
karena kepala sekolah juga memiliki posisi penting sebagai penanggung jawab,”
tegas Bupati.
Lebih lanjut,
Bupati Thariq mengingatkan bahwa perbaikan fisik sekolah harus berjalan
beriringan dengan peningkatan kualitas pendidikan.
Ia
menyoroti masih adanya indikator makro pendidikan di Gorontalo Utara yang
membutuhkan perhatian, termasuk capaian literasi dan tingkat ketertarikan
masyarakat untuk berada dalam lembaga pendidikan.
Karena itu,
Bupati meminta Dinas Pendidikan tidak berhenti pada program pembangunan dan
rehabilitasi fisik, tetapi menyusun roadmap peningkatan kualitas pendidikan
Gorontalo Utara.
Roadmap
tersebut diharapkan menjadi pedoman bersama seluruh jajaran pendidikan untuk
menentukan target, indikator capaian serta langkah-langkah strategis hingga
tahun 2029.
“Saya
minta ada sesuatu yang berbeda, misalnya roadmap peningkatan kualitas
pendidikan Gorontalo Utara. Roadmap itu akan menjadi pegangan kita semua,
termasuk indikator makro atau catatan merah yang ada, sehingga target dalam
lima tahun itu juga masuk di dalam roadmap,” kata Bupati Thariq.
Bupati
berharap roadmap tersebut juga mengintegrasikan target yang telah ditetapkan
dalam RPJMD, sehingga seluruh jajaran pendidikan memahami arah pembangunan
pendidikan dan memiliki tanggung jawab bersama terhadap pencapaiannya.
Dalam kesempatan itu, Bupati juga menyinggung pentingnya aspek keselamatan bangunan sekolah, terutama menyusul adanya peristiwa kebakaran yang terjadi di salah satu satuan pendidikan di Gorontalo Utara.
Bupati meminta
dilakukan pendataan dan pemeriksaan terhadap bangunan sekolah yang sudah
berusia tua, termasuk kondisi instalasi listriknya.
Menurutnya,
langkah tersebut penting sebagai bagian dari pencegahan agar kejadian serupa
tidak kembali terjadi.
“Bangunan-bangunan
sekolah yang sudah tua perlu didata, termasuk kondisi listriknya. Perlu ada
pengecekan instalasi listrik. Jangan sampai karena satu sambungan yang tidak
tepat kemudian menimbulkan masalah. Ini penting sekali untuk pencegahan,”
ujarnya.
Bupati juga
mengingatkan seluruh pekerja yang berada di lingkungan sekolah agar
memperhatikan faktor keselamatan, termasuk aktivitas merokok di sekitar
lingkungan sekolah.
Ia
menegaskan bahwa sekolah merupakan kawasan yang harus dijaga dari aktivitas
yang berpotensi membahayakan keselamatan peserta didik maupun lingkungan
pendidikan.
Sementara
itu, Kepala Dinas Pendidikan Gorontalo Utara Abdul Wahab Paudi sebelumnya
menyampaikan bahwa program revitalisasi harus menjadi momentum untuk
mempercepat perbaikan kualitas pendidikan secara menyeluruh.
Dinas
Pendidikan telah melakukan konsolidasi program dan menyiapkan rencana aksi
jangka pendek untuk tahun 2026 dan 2027, serta arah program hingga tahun 2029.
Target yang
dipasang cukup tegas: capaian Rapor Pendidikan Gorontalo Utara pada 2029
harus keluar dari zona yang belum menggembirakan dan bergerak menuju capaian
yang sesuai dengan harapan pemerintah daerah.
Untuk
mewujudkan target tersebut, Dinas Pendidikan akan mengoptimalkan peran guru,
kepala sekolah, pengawas serta seluruh pemangku kepentingan pendidikan.
Pencanangan
revitalisasi 12 satuan pendidikan kemudian ditandai dengan peletakan batu
pertama oleh Bupati Thariq Modanggu dan Wakil Bupati Nurjanah Hasan Yusuf
sebagai simbol dimulainya pelaksanaan revitalisasi.
Bagi Pemkab
Gorontalo Utara, program tersebut bukan sekadar tentang memperbaiki bangunan
sekolah.
Lebih dari itu, revitalisasi diharapkan menjadi titik awal pembenahan ekosistem pendidikan, dari fasilitas yang lebih layak, pengelolaan yang lebih baik, hingga peningkatan kualitas pembelajaran dan capaian pendidikan.
Dengan
dukungan pemerintah pusat, kerja bersama Dinas Pendidikan, kepala sekolah,
guru, pengawas, konsultan dan seluruh pemangku kepentingan, Pemerintah
Kabupaten Gorontalo Utara menargetkan revitalisasi fisik benar-benar bermuara
pada satu tujuan: melahirkan layanan pendidikan yang semakin berkualitas dan
mendorong lompatan capaian pendidikan Gorontalo Utara menuju 2029.(Kominfo-Gorut)
