info@gorutkab.go.id +6285240046579

Bupati Thariq Modanggu Buka Kegiatan Budaya Baca, Ajak Masyarakat Jadikan Membaca sebagai Perintah Ilahi dan Fondasi Kemajuan Desa

  • Novita Antula
  • Disukai 0
  • Dibaca 86 Kali
Bupati Thariq Modanggu Buka Kegiatan Budaya Baca, Ajak Masyarakat Jadikan Membaca sebagai Perintah Ilahi dan Fondasi Kemajuan Desa

Bupati Gorontalo Utara, Thariq Modanggu, menghadiri sekaligus membuka kegiatan Peningkatan Pengetahuan dan Budaya Membaca Masyarakat melalui Penyediaan Buku di Kantor Desa/Perpustakaan Desa, yang berlangsung di Aula Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Kabupaten Gorontalo Utara. Selasa (27-10-2026)

Kegiatan ini diikuti oleh 64 kepala desa yang telah memiliki perpustakaan desa. Turut hadir Plt. Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD)Deysyelin Wongkar, Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UKM Marzuki Tome, Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Thamrin Sirajudin, Kepala Dinas Pendidikan Abdul Wahab Paudi, serta para camat se-Kabupaten Gorontalo Utara.

Dalam sambutannya, Bupati Thariq menegaskan bahwa membaca bukan sekadar aktivitas untuk menambah pengetahuan, melainkan juga bagian dari kesadaran spiritual dan tanggung jawab manusia dalam menjalani kehidupan.

Bupati Thariq mengingatkan bahwa perintah membaca memiliki kedudukan penting dalam ajaran Islam, sebagaimana tercermin dalam wahyu pertama yang diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW, yakni perintah Iqra atau bacalah.

Menurutnya, terdapat paradoks dalam kehidupan masyarakat ketika manusia begitu tekun memanjatkan doa untuk memohon keberkahan dan rezeki, tetapi pada saat yang sama justru mengabaikan membaca sebagai jalan untuk memperoleh ilmu pengetahuan.

“Kadang kita begitu rajin berdoa dan meminta keberkahan, tetapi perintah untuk membaca justru kita abaikan. Padahal, membaca merupakan salah satu jalan untuk membuka wawasan, memahami kehidupan, dan meningkatkan kualitas diri,” ungkap Bupati Thariq.

Bupati Thariq mengajak seluruh peserta untuk memaknai kegiatan tersebut bukan semata-mata sebagai agenda penyediaan buku atau kegiatan yang dilaksanakan karena adanya undangan dari penerbit, melainkan sebagai momentum membangun kesadaran bersama tentang pentingnya membaca.

Bupati berharap, setelah mengikuti kegiatan tersebut, setiap peserta membawa pulang semangat baru untuk menjadikan membaca sebagai kebiasaan, baik dalam kehidupan pribadi, keluarga, maupun di tengah masyarakat.

Menurutnya, budaya membaca harus tumbuh dari kesadaran diri, bukan hanya karena adanya program pemerintah atau tersedianya fasilitas perpustakaan. Buku harus menjadi sarana masyarakat untuk memperluas pengetahuan, membangun pola pikir, dan menemukan berbagai solusi atas persoalan kehidupan.

Selain menekankan pentingnya budaya membaca, Bupati Thariq juga mengingatkan para kepala desa mengenai amanah besar yang melekat pada jabatan mereka dalam penyelenggaraan pemerintahan dan pelayanan masyarakat.


Bupati  menjelaskan bahwa kepala daerah dan kepala desa sama-sama memiliki tanggung jawab dalam mengelola pemerintahan, menjalankan kebijakan, serta memanfaatkan anggaran yang bersumber dari APBD maupun APBN sesuai dengan kewenangan masing-masing.

Namun, kepala desa memiliki posisi strategis karena berada lebih dekat dengan masyarakat. Kedekatan tersebut harus dimanfaatkan untuk memahami kebutuhan warga sekaligus memastikan berbagai program pembangunan benar-benar memberikan manfaat.

Menurut Thariq, jabatan kepala desa bukan sekadar kedudukan administratif, melainkan amanah yang menuntut tanggung jawab, kepekaan, dan kemampuan menghadirkan perubahan nyata bagi masyarakat.

Karena itu, ia mendorong pemerintah desa agar tidak hanya berfokus pada pelaksanaan program pembangunan fisik, tetapi juga memberi perhatian terhadap pembangunan sumber daya manusia, termasuk melalui penguatan perpustakaan desa dan penyediaan bahan bacaan yang berkualitas.

Melalui kegiatan peningkatan pengetahuan dan budaya membaca ini, Pemerintah Kabupaten Gorontalo Utara diharapkan dapat memperkuat peran perpustakaan desa sebagai ruang belajar masyarakat yang mudah dijangkau.

Penyediaan buku di kantor desa maupun perpustakaan desa menjadi salah satu langkah untuk mendekatkan sumber pengetahuan kepada masyarakat, sehingga kegiatan membaca tidak hanya berlangsung di lingkungan sekolah, tetapi juga tumbuh dalam kehidupan keluarga dan komunitas desa.

Bupati Thariq berharap, tersedianya buku dapat diikuti dengan upaya nyata untuk menghidupkan perpustakaan, menggerakkan minat baca, dan membangun kebiasaan belajar sepanjang hayat.

Ia menegaskan bahwa kemajuan daerah tidak hanya ditentukan oleh pembangunan infrastruktur dan besarnya anggaran, tetapi juga oleh kualitas pengetahuan, wawasan, dan kesadaran masyarakatnya.

Dengan demikian, penguatan budaya membaca di tingkat desa diharapkan menjadi bagian penting dari upaya membangun masyarakat Gorontalo Utara yang semakin cerdas, berpengetahuan, dan mampu menghadapi tantangan pembangunan di masa depan.

Oleh karena itu, keberadaan perpustakaan desa perlu dioptimalkan agar tidak hanya menjadi tempat penyimpanan buku, tetapi benar-benar berfungsi sebagai pusat pembelajaran, pengembangan wawasan, dan peningkatan kualitas sumber daya manusia.

Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kabupaten Gorontalo Utara berharap penyediaan buku di kantor desa dan perpustakaan desa dapat diikuti dengan upaya nyata untuk meningkatkan minat baca masyarakat, memperluas akses terhadap pengetahuan, serta memperkuat peran pemerintah desa dalam membangun masyarakat yang berpengetahuan.

Dengan keterlibatan 64 kepala desa yang telah memiliki perpustakaan desa, gerakan peningkatan budaya membaca diharapkan semakin berkembang dan menjadi bagian dari pembangunan Gorontalo Utara yang berorientasi pada peningkatan kualitas manusia.(Kominfo-Gorut)