Bupati Thariq Modanggu Buka Konsultasi Publik I RDTR Kawasan Perbatasan Negara, Dorong Integrasi Pertahanan dan Kesejahteraan
Bupati Thariq Modanggu Buka Konsultasi Publik I RDTR Kawasan Perbatasan Negara, Dorong Integrasi Pertahanan dan Kesejahteraan
Bupati
Gorontalo Utara, Thariq Modanggu, menghadiri sekaligus membuka kegiatan
Konsultasi Publik I (KP-I) Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) Kawasan Perbatasan
Negara (KPN), yang berlangsung di Graha An Bril, Kecamatan Kwandang. Senin
(2-11-2026)
Kegiatan
ini menjadi bagian penting dalam proses penyusunan dokumen perencanaan tata
ruang kawasan perbatasan, sekaligus menjadi wadah untuk menyerap masukan dan
menyelaraskan berbagai kepentingan pembangunan agar pemanfaatan ruang di
Gorontalo Utara dapat berjalan secara terarah, terpadu, dan berkelanjutan.
Dalam
sambutannya, Bupati Thariq Modanggu menyampaikan bahwa tata ruang memiliki
hubungan erat dengan arah dan substansi pembangunan daerah. Menurutnya,
pembangunan tidak hanya berbicara tentang ketersediaan ruang, tetapi juga
bagaimana ruang tersebut dikelola dan dimanfaatkan untuk mendukung berbagai
aktivitas serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Bupati menjelaskan, penyusunan RDTR harus
memperhatikan visi wilayah dan visi pembangunan daerah. Sebab, setiap kawasan
memiliki potensi, karakteristik, serta fungsi strategis yang perlu
diterjemahkan secara terperinci dalam dokumen tata ruang.
Bupati juga
menyoroti posisi strategis Gorontalo Utara sebagai wilayah yang berada di jalur
perlintasan antardaerah di Sulawesi dan berhadapan langsung dengan kawasan
perbatasan negara di wilayah laut.
Dari 11
kecamatan di Gorontalo Utara, terdapat delapan kecamatan yang masuk dalam
kategori Kecamatan Prioritas Perbatasan (KPP). Kondisi tersebut, menurutnya,
menempatkan Gorontalo Utara sebagai daerah yang membutuhkan perencanaan kawasan
secara komprehensif, terutama dalam mengintegrasikan kepentingan pertahanan,
keamanan, ekonomi, dan kesejahteraan masyarakat.
Pada
kesempatan tersebut, Bupati memperkenalkan konsep pembangunan yang
mengintegrasikan aspek pertahanan dan keamanan dengan pengembangan ekonomi
serta peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Menurutnya,
keberadaan berbagai fasilitas pertahanan dan keamanan di Gorontalo Utara, mulai
dari unsur TNI Angkatan Udara, TNI Angkatan Darat, TNI Angkatan Laut hingga
rencana pembangunan pangkalan Badan Keamanan Laut (Bakamla), merupakan potensi
strategis yang dapat dikembangkan melalui kolaborasi lintas sektor.
Bupati
berharap keberadaan institusi pertahanan dan keamanan tidak hanya berfungsi
menjaga kedaulatan negara dan keamanan wilayah, tetapi juga dapat bersinergi
dalam mendukung penanganan bencana, pengawasan wilayah laut, edukasi
masyarakat, serta pengembangan aktivitas ekonomi.
"Pemanfaatan ruang di Gorontalo Utara harus mampu menjawab dua isu sekaligus, yakni isu pertahanan negara dan isu kesejahteraan masyarakat. Keduanya harus saling terkoneksi," tegas Thariq.
Lebih lanjut, Bupati menempatkan Kecamatan Anggrek sebagai salah satu kawasan strategis dalam pengembangan industri, hilirisasi, dan aktivitas ekonomi daerah. Rencana pembangunan pabrik pakan di Kecamatan Anggrek serta pengembangan kawasan pelabuhan menjadi bagian dari arah pembangunan yang membutuhkan dukungan dokumen tata ruang yang jelas dan terintegrasi.
Selain
sektor industri dan pelabuhan, Bupati juga menekankan pentingnya membangun
ekosistem pendukung bagi sektor perikanan. Pemerintah daerah saat ini mendorong
pengembangan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP), dengan 16 kawasan yang menjadi
perhatian dan target pengembangan hingga 32 kawasan.
Namun, menurutnya,
pembangunan kampung nelayan tidak cukup hanya dengan menyediakan fasilitas
fisik. Harus ada dukungan ekosistem yang menjamin keberlanjutan usaha nelayan,
termasuk ketersediaan BBM, perbaikan habitat laut, dan penguatan ekonomi
masyarakat pesisir.
Untuk itu,
Pemerintah Kabupaten Gorontalo Utara mengembangkan inovasi TEMANI LAUT,
yakni pembangunan ekosistem kamar-kamar ikan sebagai upaya memperbaiki habitat
dan meningkatkan produktivitas sumber daya laut.
Dalam
sektor pengelolaan sumber daya air, Bupati turut memaparkan gagasan Embung MAS
(Embung Multifungsi Antar Masyarakat), yang diarahkan agar fasilitas embung
tidak hanya berfungsi sebagai sumber penyediaan air, tetapi juga mendukung
penghijauan, pengembangan tanaman buah melalui Gerakan Agro Mopomulo (GAM),
serta pengembangan kawasan UMKM dan wisata masyarakat.
Ia juga
menyampaikan rencana pengusulan pembangunan Embung Jalapoid di Kecamatan
Anggrek untuk mendukung kebutuhan air kawasan industri dan masyarakat, termasuk
wilayah kepulauan.
Di sisi
infrastruktur, Bupati meminta agar penyusunan RDTR turut memperhatikan
konektivitas jalan menuju kawasan pelabuhan dan pusat-pusat pertumbuhan
ekonomi. Peningkatan volume kendaraan, khususnya kendaraan angkutan barang dan
kontainer, membutuhkan perencanaan jaringan jalan yang sesuai dengan fungsi dan
kapasitasnya.
Bupati Tahriq
juga mendorong agar penataan kawasan perbatasan dilakukan melalui koordinasi
antardaerah, termasuk dengan Kabupaten Gorontalo sebagai daerah induk, sehingga
pembangunan kawasan perbatasan tidak berjalan sendiri-sendiri, melainkan saling
mendukung.
Di akhir
sambutannya, Thariq berharap penyusunan RDTR KPN dapat mengakomodasi berbagai
potensi dan kebutuhan strategis Gorontalo Utara, sekaligus menjadi landasan
hukum dan pedoman bagi pemerintah daerah dalam mengarahkan investasi,
pembangunan infrastruktur, pengembangan kawasan industri, pengelolaan sumber
daya alam, serta peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Bupati menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten
Gorontalo Utara siap memberikan dukungan terhadap seluruh tahapan penyusunan
dokumen tersebut, baik melalui penyediaan data, masukan teknis, dukungan
regulasi maupun sinkronisasi dengan dokumen perencanaan tata ruang daerah.
Melalui
Konsultasi Publik I ini, diharapkan terbangun kesepahaman antara pemerintah
pusat, pemerintah daerah, pemangku kepentingan, dan masyarakat dalam mewujudkan
kawasan perbatasan Gorontalo Utara yang tertata, produktif, aman, serta
memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.(Kominfo-Gorut)
