info@gorutkab.go.id +6285240046579

Bupati Thariq Modanggu Buka Pelatihan BCKS : Pendidikan Tak Cukup Diukur dengan Angka, Sekolah Harus Memanusiakan Manusia

  • Novita Antula
  • Disukai 0
  • Dibaca 101 Kali
Bupati Thariq Modanggu Buka Pelatihan BCKS : Pendidikan Tak Cukup Diukur dengan Angka, Sekolah Harus Memanusiakan Manusia

Bupati Gorontalo Utara, Dr. Thariq Modanggu, S.Ag. M.Pd.I menghadiri sekaligus membuka secara resmi kegiatan Pelatihan Bakal Calon Kepala Sekolah (BCKS)  Angkatan I Jenjang Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) yang didanai melalui APBD Kabupaten Gorontalo Utara Tahun 2026, Sabtu (31-10-2026).

Kegiatan yang berlangsung di Kantor Guru dan Tenaga Kependidikan (KGTK) Provinsi Gorontalo tersebut turut menghadirkan Bupati Thariq Modanggu sebagai narasumber, dengan diikuti para bakal calon kepala sekolah jenjang SD dan SMP se-Kabupaten Gorontalo Utara.

Hadir dalam kegiatan tersebut Kepala BPMP Gorontalo Rudy Saifullah, S.Si., M.Pd., Kepala KGTK Provinsi Gorontalo Hamzah Hipoy, S.T., M.T., Staf Ahli Bupati Bidang Pemerintahan, Hukum dan Politik, Yusuf Abdulah Hasan, Staf Ahli Bupati Bidang Ekonomi, Keuangan dan Pembangunan, Haris Latif, Kepala Dinas Pendidikan Gorontalo Utara, Abdul Wahab Paudi, Sekretaris Dinas Pendidikan Guntur Timbola,  PIC KGTK Provinsi Gorontalo bersama tim, serta para penilik, pengawas dan peserta pelatihan.

Dalam sambutannya, Bupati Thariq menegaskan bahwa pelatihan bakal calon kepala sekolah tidak boleh sekadar menjadi kegiatan rutin dan formalitas administratif. Lebih dari itu, pelatihan tersebut harus mampu memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kapasitas dan kompetensi calon pemimpin satuan pendidikan.

Bupati Thariq menjelaskan, terdapat lima kompetensi utama yang harus dimiliki seorang kepala sekolah, yakni kompetensi kepribadian, manajerial, kewirausahaan, supervisi, dan sosial.

Menurutnya, kompetensi kepribadian menjadi fondasi bagi seorang kepala sekolah dalam membangun keteladanan. Kompetensi manajerial diperlukan untuk mengelola seluruh aktivitas dan kebijakan pendidikan di sekolah. Sementara kompetensi kewirausahaan harus mampu diterjemahkan menjadi kecakapan yang memberikan nilai tambah bagi kehidupan sekolah.

Selanjutnya, kompetensi supervisi berperan penting dalam meningkatkan mutu pembelajaran, kemampuan guru dan pelaksanaan kebijakan pendidikan. Adapun kompetensi sosial diperlukan untuk membangun interaksi, sinergitas dan kolaborasi dengan seluruh unsur pendidikan.

"Harapan kami, kegiatan ini benar-benar memberikan dampak besar, bukan hanya terhadap kompetensi para calon kepala sekolah, tetapi juga terhadap penyelenggaraan pendidikan di Gorontalo Utara," tegasnya.

Pada kesempatan tersebut, Bupati Thariq juga memperkenalkan dan memperkuat gagasan program unggulan daerah Sekolah Surga Kasih Sayang (SKS) sebagai salah satu pendekatan dalam membangun ekosistem pendidikan yang lebih berkualitas dan berorientasi pada nilai-nilai kemanusiaan.

Bupati Thariq menegaskan bahwa Sekolah Surga Kasih Sayang bukanlah sekolah yang mengklaim dirinya sempurna, melainkan sekolah yang terus belajar memanusiakan manusia.

Filosofi SKS dirangkum dalam tiga nilai utama, yakni "Indah Dipandang, Nyaman Dirasakan, Bangga Dijalani."

Menurut Bupati Thariq, sekolah harus menjadi lingkungan yang indah secara fisik, nyaman bagi seluruh warga sekolah, serta mampu menumbuhkan kebanggaan bagi peserta didik, guru dan semua pihak yang menjadi bagian dari ekosistem pendidikan.

"Surga Kasih Sayang bukan sekadar tagline. Gagasan ini harus kita terjemahkan ke dalam sistem, ekosistem pendidikan, bahkan sampai pada kurikulum. Kita ingin sekolah menjadi tempat yang aman, nyaman, penuh kepedulian dan mampu menghadirkan pengalaman belajar yang bermakna," jelasnya.

Lebih lanjut, Bupati menguraikan tiga pilar utama dalam konstruksi Sekolah Surga Kasih Sayang, yaitu pembentukan generasi yang mandiri dan berakhlak mulia, harmoni personal dan relasional, serta penguatan tata kelola dan sistem kelembagaan pendidikan.


Bupati Thariq mengungkapkan, gagasan tersebut lahir dari keprihatinan terhadap berbagai persoalan yang masih ditemukan dalam lingkungan pendidikan, mulai dari hubungan antarsiswa, relasi guru dengan peserta didik, hubungan antarguru, hingga persoalan komunikasi antara kepala sekolah dan tenaga pendidik.

Karena itu, menurutnya, peningkatan kualitas pendidikan tidak boleh hanya berorientasi pada capaian angka-angka kuantitatif, seperti angka partisipasi sekolah, angka kelulusan maupun rata-rata lama sekolah.

Aspek kualitas harus mendapatkan perhatian yang sama, termasuk kualitas interaksi, perlindungan terhadap peserta didik, budaya kelembagaan, serta terciptanya lingkungan pendidikan yang aman, nyaman dan penuh kasih sayang.

Bupati  Thariq juga mengingatkan pentingnya menghindari segala bentuk perundungan atau tindakan yang dapat melukai kondisi psikologis peserta didik maupun tenaga pendidik. Sekolah harus menjadi ruang yang mengedepankan pendekatan humanis, komunikasi yang baik dan penyelesaian persoalan secara bijaksana.

Dalam kaitan dengan visi daerah Gorontalo Utara, yakni “BERCAHAYA”, Berdaya, Sinergi, Ceria dan Berbudaya, Bupati Thariq menekankan bahwa nilai CERIA yang mencakup Cerdas, Empatik, Ramah, Inovatif dan Amanah harus menjadi karakter yang tumbuh dalam diri peserta didik maupun seluruh insan pendidikan.

Bupati Thariq juga menyampaikan rencana penguatan budaya berbahasa daerah dan bahasa asing di lingkungan sekolah sebagai bagian dari pembentukan karakter, pelestarian budaya serta peningkatan kemampuan komunikasi peserta didik.

Mengakhiri sambutannya, Bupati Thariq  berharap para peserta pelatihan dapat mengikuti seluruh tahapan kegiatan dengan serius, sehingga kelak mampu menjadi kepala sekolah yang tidak hanya unggul dalam tata kelola administrasi, tetapi juga memiliki kepemimpinan yang humanis, inovatif, kolaboratif dan berorientasi pada peningkatan mutu pendidikan.

Kegiatan Pelatihan BCKS Angkatan I Jenjang SD dan SMP tersebut kemudian dibuka secara resmi oleh Bupati Gorontalo Utara Thariq Modanggu dengan mengucapkan Bismillahirrahmanirrahim.


Melalui pelatihan ini, Pemerintah Kabupaten Gorontalo Utara berharap lahir calon-calon kepala sekolah yang memiliki kompetensi, integritas dan visi kepemimpinan yang kuat untuk mendukung terwujudnya pendidikan berkualitas melalui penguatan ekosistem Sekolah Surga Kasih Sayang di Gorontalo Utara.(Kominfo-Gorut)