Bupati Thariq Modanggu Buka Pelatihan BCKS : Pendidikan Tak Cukup Diukur dengan Angka, Sekolah Harus Memanusiakan Manusia
Bupati Thariq Modanggu Buka Pelatihan BCKS : Pendidikan Tak Cukup Diukur dengan Angka, Sekolah Harus Memanusiakan Manusia
Bupati
Gorontalo Utara, Dr. Thariq Modanggu, S.Ag. M.Pd.I menghadiri sekaligus membuka
secara resmi kegiatan Pelatihan Bakal Calon Kepala Sekolah (BCKS) Angkatan I Jenjang Sekolah Dasar (SD) dan
Sekolah Menengah Pertama (SMP) yang didanai melalui APBD Kabupaten Gorontalo
Utara Tahun 2026, Sabtu (31-10-2026).
Kegiatan
yang berlangsung di Kantor Guru dan Tenaga Kependidikan (KGTK) Provinsi
Gorontalo tersebut turut menghadirkan Bupati Thariq Modanggu sebagai
narasumber, dengan diikuti para bakal calon kepala sekolah jenjang SD dan SMP
se-Kabupaten Gorontalo Utara.
Hadir dalam
kegiatan tersebut Kepala BPMP Gorontalo Rudy Saifullah, S.Si., M.Pd., Kepala
KGTK Provinsi Gorontalo Hamzah Hipoy, S.T., M.T., Staf Ahli Bupati Bidang
Pemerintahan, Hukum dan Politik, Yusuf Abdulah Hasan, Staf Ahli Bupati Bidang
Ekonomi, Keuangan dan Pembangunan, Haris Latif, Kepala Dinas Pendidikan
Gorontalo Utara, Abdul Wahab Paudi, Sekretaris Dinas Pendidikan Guntur
Timbola, PIC KGTK Provinsi Gorontalo
bersama tim, serta para penilik, pengawas dan peserta pelatihan.
Dalam
sambutannya, Bupati Thariq menegaskan bahwa pelatihan bakal calon kepala
sekolah tidak boleh sekadar menjadi kegiatan rutin dan formalitas
administratif. Lebih dari itu, pelatihan tersebut harus mampu memberikan dampak
nyata terhadap peningkatan kapasitas dan kompetensi calon pemimpin satuan
pendidikan.
Bupati Thariq
menjelaskan, terdapat lima kompetensi utama yang harus dimiliki seorang kepala
sekolah, yakni kompetensi kepribadian, manajerial, kewirausahaan, supervisi,
dan sosial.
Menurutnya,
kompetensi kepribadian menjadi fondasi bagi seorang kepala sekolah dalam
membangun keteladanan. Kompetensi manajerial diperlukan untuk mengelola seluruh
aktivitas dan kebijakan pendidikan di sekolah. Sementara kompetensi
kewirausahaan harus mampu diterjemahkan menjadi kecakapan yang memberikan nilai
tambah bagi kehidupan sekolah.
Selanjutnya,
kompetensi supervisi berperan penting dalam meningkatkan mutu pembelajaran,
kemampuan guru dan pelaksanaan kebijakan pendidikan. Adapun kompetensi sosial
diperlukan untuk membangun interaksi, sinergitas dan kolaborasi dengan seluruh
unsur pendidikan.
"Harapan
kami, kegiatan ini benar-benar memberikan dampak besar, bukan hanya terhadap
kompetensi para calon kepala sekolah, tetapi juga terhadap penyelenggaraan
pendidikan di Gorontalo Utara," tegasnya.
Pada
kesempatan tersebut, Bupati Thariq juga memperkenalkan dan memperkuat gagasan
program unggulan daerah Sekolah Surga Kasih Sayang (SKS) sebagai salah
satu pendekatan dalam membangun ekosistem pendidikan yang lebih berkualitas dan
berorientasi pada nilai-nilai kemanusiaan.
Bupati
Thariq menegaskan bahwa Sekolah Surga Kasih Sayang bukanlah sekolah yang
mengklaim dirinya sempurna, melainkan sekolah yang terus belajar memanusiakan
manusia.
Filosofi
SKS dirangkum dalam tiga nilai utama, yakni "Indah Dipandang, Nyaman
Dirasakan, Bangga Dijalani."
Menurut Bupati
Thariq, sekolah harus menjadi lingkungan yang indah secara fisik, nyaman bagi
seluruh warga sekolah, serta mampu menumbuhkan kebanggaan bagi peserta didik,
guru dan semua pihak yang menjadi bagian dari ekosistem pendidikan.
"Surga
Kasih Sayang bukan sekadar tagline. Gagasan ini harus kita terjemahkan ke dalam
sistem, ekosistem pendidikan, bahkan sampai pada kurikulum. Kita ingin sekolah
menjadi tempat yang aman, nyaman, penuh kepedulian dan mampu menghadirkan
pengalaman belajar yang bermakna," jelasnya.
Lebih lanjut, Bupati menguraikan tiga pilar utama dalam konstruksi Sekolah Surga Kasih Sayang, yaitu pembentukan generasi yang mandiri dan berakhlak mulia, harmoni personal dan relasional, serta penguatan tata kelola dan sistem kelembagaan pendidikan.
Bupati Thariq mengungkapkan, gagasan tersebut lahir dari keprihatinan terhadap berbagai persoalan yang masih ditemukan dalam lingkungan pendidikan, mulai dari hubungan antarsiswa, relasi guru dengan peserta didik, hubungan antarguru, hingga persoalan komunikasi antara kepala sekolah dan tenaga pendidik.
Karena itu,
menurutnya, peningkatan kualitas pendidikan tidak boleh hanya berorientasi pada
capaian angka-angka kuantitatif, seperti angka partisipasi sekolah, angka
kelulusan maupun rata-rata lama sekolah.
Aspek
kualitas harus mendapatkan perhatian yang sama, termasuk kualitas interaksi,
perlindungan terhadap peserta didik, budaya kelembagaan, serta terciptanya
lingkungan pendidikan yang aman, nyaman dan penuh kasih sayang.
Bupati Thariq juga mengingatkan pentingnya
menghindari segala bentuk perundungan atau tindakan yang dapat melukai kondisi
psikologis peserta didik maupun tenaga pendidik. Sekolah harus menjadi ruang
yang mengedepankan pendekatan humanis, komunikasi yang baik dan penyelesaian
persoalan secara bijaksana.
Dalam
kaitan dengan visi daerah Gorontalo Utara, yakni “BERCAHAYA”, Berdaya,
Sinergi, Ceria dan Berbudaya, Bupati Thariq menekankan bahwa nilai
CERIA yang mencakup Cerdas, Empatik, Ramah, Inovatif dan Amanah harus menjadi
karakter yang tumbuh dalam diri peserta didik maupun seluruh insan pendidikan.
Bupati
Thariq juga menyampaikan rencana penguatan budaya berbahasa daerah dan bahasa
asing di lingkungan sekolah sebagai bagian dari pembentukan karakter,
pelestarian budaya serta peningkatan kemampuan komunikasi peserta didik.
Mengakhiri
sambutannya, Bupati Thariq berharap para
peserta pelatihan dapat mengikuti seluruh tahapan kegiatan dengan serius,
sehingga kelak mampu menjadi kepala sekolah yang tidak hanya unggul dalam tata
kelola administrasi, tetapi juga memiliki kepemimpinan yang humanis, inovatif,
kolaboratif dan berorientasi pada peningkatan mutu pendidikan.
Kegiatan Pelatihan BCKS Angkatan I Jenjang SD dan SMP tersebut kemudian dibuka secara resmi oleh Bupati Gorontalo Utara Thariq Modanggu dengan mengucapkan Bismillahirrahmanirrahim.
Melalui
pelatihan ini, Pemerintah Kabupaten Gorontalo Utara berharap lahir calon-calon
kepala sekolah yang memiliki kompetensi, integritas dan visi kepemimpinan yang
kuat untuk mendukung terwujudnya pendidikan berkualitas melalui penguatan
ekosistem Sekolah Surga Kasih Sayang di Gorontalo Utara.(Kominfo-Gorut)
