info@gorutkab.go.id +6285240046579

Bupati Thariq Modanggu Buka Workshop Kurikulum Surga Kasih Sayang (SKS), Siapkan Generasi Mandiri dan Berakhlak Mulia

  • Novita Antula
  • Disukai 0
  • Dibaca 112 Kali
Bupati Thariq Modanggu Buka Workshop Kurikulum Surga Kasih Sayang (SKS), Siapkan Generasi Mandiri dan Berakhlak Mulia

Bupati Gorontalo Utara, Thariq Modanggu, membuka Workshop Penyusunan Kurikulum Pembelajaran Surga Kasih Sayang (SKS) yang diselenggarakan oleh Dinas Pendidikan Kabupaten Gorontalo Utara di Fox Hotel, Senin (26-10-2026).

Kegiatan ini menjadi langkah Pemerintah Kabupaten Gorontalo Utara dalam menerjemahkan gagasan pendidikan Surga Kasih Sayang ke dalam kurikulum dan praktik pembelajaran di sekolah, guna membentuk generasi yang mandiri, berakhlak mulia, serta memiliki karakter yang kuat.

Workshop tersebut diikuti oleh para koordinator wilayah (Korwil) pendidikan dari setiap kecamatan se-Kabupaten Gorontalo Utara dan jajaran pengawas pendidikan. Turut hadir Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Gorontalo Utara, Irwan A. Usman, serta Kepala Dinas Pendidikan Gorontalo Utara, Abdul Wahab Paudi.

Penyusunan kurikulum ini menghadirkan tim pengembangan dari kalangan akademisi Universitas Negeri Gorontalo (UNG), yakni Prof. Dr. Suleman Bouti, M.Hum., Prof. Dr. Said Subhan Posangi, M.Pd.I., Dr. Momy Hunowu, M.Si., dan Indri Afriani Yasin, S.Pi., M.Agr., Ph.D.

Dalam keterangannya usai membuka kegiatan, Bupati Thariq Modanggu menjelaskan bahwa Surga Kasih Sayang (SKS) merupakan konsep pendidikan yang tidak hanya berorientasi pada transfer ilmu pengetahuan, tetapi juga menekankan pembentukan karakter, keharmonisan hubungan, serta tata kelola kelembagaan pendidikan yang baik.

Menurutnya, terdapat tiga pilar utama yang menjadi landasan pengembangan sekolah SKS. Pertama, melahirkan generasi yang mandiri dan berakhlak mulia. Kedua, membangun hubungan yang harmonis antara guru, murid, dan orang tua. Ketiga, mewujudkan tata kelola dan sistem kelembagaan sekolah yang mampu menjawab kebutuhan masyarakat, daerah, dan negara.

“Sekolah bukan sekadar lembaga yang mengajarkan ilmu pengetahuan, tetapi harus benar-benar menghasilkan generasi yang mandiri dan berakhlak mulia. Di dalamnya juga harus terbangun hubungan yang harmonis antara guru, murid, dan orang tua,” ungkap Bupati Thariq.


Bupati Thariq menegaskan, konsep pendidikan SKS diharapkan mampu menghadirkan lingkungan sekolah yang tidak hanya berkualitas dari sisi pembelajaran, tetapi juga nyaman bagi seluruh warga sekolah serta membanggakan bagi masyarakat.

Hal tersebut terangkum dalam tagline Surga Kasih Sayang, yakni “Indah Dipandang, Nyaman Dirasakan, dan Bangga Dijalani.”

Bupati menjelaskan, workshop ini menjadi tahapan penting untuk menerjemahkan gagasan besar SKS ke dalam rumusan kurikulum yang terarah, sehingga dapat diimplementasikan secara nyata dalam proses pembelajaran di sekolah.

“Gagasan-gagasan sekolah SKS ini akan diterjemahkan melalui kurikulum, kemudian diwujudkan dalam kegiatan pembelajaran di sekolah. Ini merupakan salah satu inovasi pemerintah daerah untuk menjawab tantangan pendidikan di daerah,” jelasnya.

Lebih lanjut, Bupati Thariq menyampaikan bahwa penyusunan kurikulum akan dilanjutkan dengan tahapan penguatan kapasitas tenaga pendidik. Setelah materi dan kurikulum dirampungkan, pemerintah daerah akan menyiapkan Training of Trainers (ToT) bagi guru-guru penggerak berprestasi.

Selanjutnya, program tersebut akan diperluas melalui bimbingan teknis (bimtek) bagi para guru sebelum diterapkan dalam proses pembelajaran di sekolah.

Melalui tahapan tersebut, Pemerintah Kabupaten Gorontalo Utara berharap konsep Surga Kasih Sayang tidak berhenti sebagai gagasan, melainkan berkembang menjadi pendekatan pendidikan yang dapat diterapkan secara sistematis dan berkelanjutan.

Workshop ini sekaligus menjadi ruang bagi tim pengembangan, pengawas, dan koordinator wilayah pendidikan untuk menyamakan persepsi serta merumuskan pendekatan pembelajaran yang sesuai dengan visi pendidikan daerah.


Dengan pengembangan kurikulum SKS, Pemerintah Kabupaten Gorontalo Utara menargetkan terwujudnya ekosistem pendidikan yang memadukan kecerdasan intelektual, pembentukan akhlak, keharmonisan relasi, dan tata kelola sekolah yang responsif terhadap kebutuhan peserta didik dan masyarakat.(Kominfo-Gorut)