info@gorutkab.go.id +6285240046579

Bupati Thariq Modanggu Memberikan Sambutan secara Virtual pada kegiatan Penilaian Lomba Desa Berkinerja Baik 2026, Tekankan Inovasi dan Kolaborasi Tekan Stunting

  • Novita Antula
  • Disukai 0
  • Dibaca 73 Kali
Bupati Thariq Modanggu Memberikan Sambutan secara Virtual pada kegiatan Penilaian Lomba Desa Berkinerja Baik 2026, Tekankan Inovasi dan Kolaborasi Tekan Stunting

Pemerintah Kabupaten Gorontalo Utara terus memperkuat komitmen dalam percepatan konvergensi pencegahan dan penurunan stunting. Komitmen tersebut kembali ditegaskan Bupati Gorontalo Utara, Thariq Modanggu, saat memberikan sambutan dan penguatan dalam kegiatan wawancara secara virtual terhadap nominasi Desa Berkinerja Baik dalam rangka konvergensi pencegahan dan penurunan stunting tahun 2026.

Kegiatan ini dilaksanakan di Media Center Dinas Kominfo Kabupaten Gorontalo Utara dan dihadiri langsung oleh Wakil Bupati Gorontalo Utara, Nurjanah Hasan Yusuf, Plt. Kepala Dinas PMD Marzuki Tome, Sekretaris PMD Susanti Mooduto dan jajaran Dinas PMD Kabupaten Gorontalo Utara, Sekretaris Bappeda Roni Damiti, Camat Atinggola Ismail Polapa, Perwakilan Dinas Kesehatan Kabupaten Gorontalo Utara, Kepala Pukesmas Kecamatan Atinggola, PIAC Stunting Kabupaten Gorontalo Utara Fadil Abdullah, PIAC Stunting Provinsi Gorontalo Hasan Mohamad, Kepala Desa Oluhuta Hamran Ayaha beserta jajarannya, Selasa (15-09-2026)

Selanjutanya yang hadiri secara virtual Bupati Gorontalo Utara Thariq Modanggu, Sekretaris Daerah Kabupaten Gorontalo Utara Suleman Lakoro dan Asisten Pemerintahan dan Kesra Setda Kabupaten Gorontalo Utara Irwan A. Usman

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Thariq menegaskan bahwa proses penilaian tidak hanya dimaknai sebagai evaluasi terhadap capaian penurunan stunting, tetapi juga menjadi momentum untuk melihat sejauh mana desa mampu melahirkan inovasi dalam menjawab persoalan masyarakat.

Menurutnya, Pemerintah Kabupaten Gorontalo Utara melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) terus mendorong pembinaan dan pemantauan agar desa tidak berhenti pada pencapaian angka, tetapi mampu membangun inovasi yang berkelanjutan.

Salah satu inovasi yang mendapat perhatian adalah pengembangan pangan lokal berbasis tanaman kelor serta pemberdayaan masyarakat melalui pemeliharaan ternak kambing dan ayam yang dilakukan oleh kelompok ibu-ibu di Desa Oluhuta, Kecamatan Atinggola.

Inovasi tersebut dinilai memiliki keterkaitan erat dengan program daerah G2-10 (Gerakan Dua Kambing, Sepuluh Ayam) yang dikembangkan Pemerintah Kabupaten Gorontalo Utara.

“Program G2-10 tidak semata-mata intervensi APBD, tetapi mengundang siapa pun untuk berinvestasi, baik dalam bentuk hibah maupun investasi untuk usaha bersama,” ujar Bupati.

Melalui G2-10, pemerintah daerah tidak hanya memberikan dukungan, tetapi juga mendorong masyarakat agar mampu mengembangkan sumber pangan dan ekonomi keluarga secara mandiri.

Bupati Thariq juga menjelaskan bahwa Pemkab Gorontalo Utara terus membangun sistem pencegahan stunting yang terintegrasi melalui Si Cantik (Sistem Informasi Cegah Stunting).

Sistem tersebut dikembangkan untuk memastikan penanganan stunting dilakukan secara holistik dan komprehensif melalui integrasi intervensi spesifik dan sensitif.

Penguatan ini dilakukan melalui sinergi lintas OPD, termasuk Dinas PMD, Bappeda, tim ahli serta pendamping P3MD, pemerintah kecamatan dan pemerintah desa.

“Dengan pendekatan ini, alhamdulillah kami terus berusaha di tengah keterbatasan dan efisiensi untuk mendorong desa-desa berinovasi,” jelasnya.

Bupati menilai kolaborasi lintas sektor menjadi salah satu kunci sehingga Gorontalo Utara dapat kembali dipercaya mewakili Provinsi Gorontalo dalam kegiatan penilaian desa berkinerja baik.

Ia berharap proses penilaian Desa Berkinerja Baik tahun 2026 tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi mampu memperkuat budaya inovasi dan kolaborasi di tingkat desa.

Menurutnya, capaian yang diraih Gorontalo Utara merupakan hasil kerja bersama antara pemerintah kabupaten, kecamatan, desa dan seluruh lintas sektor.

“Semua berkat kolaborasi yang luar biasa, baik pemerintah kecamatan, pemerintah kabupaten maupun lintas sektor. Sehingga stunting, terutama di Desa Oluhuta, penurunannya signifikan pada akhir tahun 2025,” pungkasnya.

Desa Oluhuta Kecamatan Atinggola Kabupaten Gorontalo Utara mewakili Provinsi Gorontalo pada Penilaian Lomba Desa berkinerja Baik Konvergensi Pencegahan dan Percepatan Penurunan Stunting Tahun 20206.


Sementara itu, dalam sesi wawancara virtual, Kepala Desa Oluhuta Kecamatan Atinggola memaparkan berbagai program dan capaian desanya dalam mendukung konvergensi pencegahan dan penurunan stunting.

Desa Oluhuta memiliki luas wilayah sekitar 224 hektare dengan jumlah 266 kepala keluarga dan 655 jiwa yang tersebar di tiga dusun, yakni Dusun Idamang, Dusun Bukit Harapan dan Dusun Gusuo.

Dari jumlah tersebut, terdapat 68 kepala keluarga miskin yang masuk dalam desil 1 sampai desil 3.

Dalam proses perumusan pembangunan desa, pemerintah Desa Oluhuta menerapkan tiga tahapan utama, yakni pra-perumusan, pelaksanaan perumusan dan pasca-perumusan.

Pada tahap pra-perumusan dilakukan pendataan dan evaluasi data, analisis serta penilaian situasi dan penyusunan draft usulan.

Selanjutnya pada tahap pelaksanaan perumusan dilakukan pembukaan dan pemaparan situasi, diskusi komunitas dan pembahasan usulan, penetapan program prioritas serta penandatanganan komitmen bersama.

Sementara tahap pasca-perumusan dilanjutkan dengan sinkronisasi ke dalam perencanaan pembangunan serta pelaksanaan secara kolaboratif.

Dalam paparannya, Kepala Desa Oluhuta juga menjelaskan konsolidasi data sasaran stunting yang meliputi 7 ibu hamil, 9 bayi, 50 balita dan 86 remaja, dengan total sasaran sebanyak 152 orang.

Sasaran tersebut mendapatkan akses terhadap berbagai layanan yang menjadi bagian dari konvergensi pencegahan stunting.

Layanan tersebut meliputi kesehatan ibu hamil, kesehatan bayi dan balita, sanitasi dan air bersih, perlindungan sosial dan edukasi, serta layanan kesehatan bagi remaja.

Hasilnya menunjukkan perkembangan yang signifikan. Berdasarkan data yang dipaparkan, persentase anak stunting di Desa Oluhuta pada tahun 2025 mengalami penurunan dari bulan Februari 2025 sekitar 9 orang anak stunting 17,31  persen hingga akhir Desember 2025  tinggal 1 orang anak stunting 2,31 persen

Capaian tersebut menjadi salah satu indikator penting keberhasilan kolaborasi antara pemerintah desa, kader, masyarakat, pemerintah kecamatan dan pemerintah kabupaten dalam melakukan intervensi secara terpadu. (Kominfo-Gorut)