Bupati Thariq Modanggu Menerima Kepala Zona Tengah BAKAMLA RI Laksamana Bakamla Teguh Prasetya : Tegaskan Gorontalo Utara Butuh Penguatan Keamanan Laut, Bakamla Siapkan Langkah Strategis
Bupati Thariq Modanggu Menerima Kepala Zona Tengah BAKAMLA RI Laksamana Bakamla Teguh Prasetya : Tegaskan Gorontalo Utara Butuh Penguatan Keamanan Laut, Bakamla Siapkan Langkah Strategis
Bupati
Gorontalo Utara Thariq Modanggu menerima kunjungan Tim Badan Keamanan Laut
Republik Indonesia (Bakamla RI) Zona Tengah Laksamana Bakamla Teguh Prasetya
bersama jajaran di aula Tinepo Kantor Bupati Gorontalo Utara, Kamis (1-10-2026).
Pertemuan
tersebut menjadi momentum penting untuk memperkuat koordinasi terkait keamanan
laut, pengawasan wilayah perairan, sekaligus membahas langkah strategis
penyiapan pembangunan fasilitas Bakamla di wilayah Gorontalo Utara.
Dalam
sambutannya, Bupati Thariq Modanggu menegaskan bahwa karakter geografis
Gorontalo Utara menjadikan aspek keamanan laut sebagai kebutuhan yang sangat
strategis.
“Gorontalo
Utara memiliki garis pantai sekitar 317 kilometer, 52 pulau, 2 pulau di antaranya berpenghuni, serta 78 desa
pesisir dari total 123 desa,” ujar Thariq.
Menurutnya,
potensi tersebut tidak hanya berkaitan dengan aspek keamanan dan pertahanan,
tetapi juga membuka ruang besar bagi pengembangan ekonomi, kelautan dan
pariwisata.
Bupati
Thariq menyampaikan bahwa Pulau Saronde
sebagai salah satu destinasi unggulan yang telah dikenal luas, di samping
berbagai pulau dan kawasan pesisir lainnya yang memiliki potensi untuk
dikembangkan.
Bupati juga
mengungkapkan adanya sejumlah kawasan konservasi yang diusulkan untuk
dikembangkan status dan pemanfaatannya sebagai kawasan wisata alam, dengan
tetap memperhatikan aspek kelestarian lingkungan.
“Dengan
garis pantai yang panjang dan puluhan desa pesisir, keamanan laut menjadi
sangat krusial. Kita menghadapi persoalan seperti destructive fishing, illegal
fishing, penggunaan bom ikan dan berbagai bentuk pelanggaran lainnya,”
tegasnya.
Thariq
menambahkan, Gorontalo Utara juga merupakan wilayah perbatasan negara dengan
sejumlah kecamatan yang menjadi kawasan prioritas perbatasan. Kondisi tersebut,
kata dia, membuat penguatan sistem keamanan dan pengawasan laut harus berjalan
seiring dengan pengembangan ekonomi masyarakat.
Menurutnya,
potensi keamanan di kawasan perbatasan harus dapat dikembangkan menjadi
kekuatan ekonomi, wisata, sosial dan ekologis bagi masyarakat.
Dalam
kesempatan tersebut, Bupati juga menyampaikan sejumlah program strategis daerah
yang berkaitan dengan pengelolaan wilayah pesisir dan laut, termasuk inovasi TEMANI
LAUT, yang diarahkan pada pengembangan ekosistem laut melalui konsep
“kamar-kamar ikan” sebagai ruang perlindungan dan reproduksi ikan sekaligus
upaya pemulihan habitat laut.
“Harapan
kita, program ini bukan hanya memberikan manfaat secara ekologis, tetapi juga
memberikan dampak ekonomi dan sosial bagi masyarakat pesisir,” jelasnya.
Sementara itu, Kepala BAKAMLA RI Zona Tengah Laksamana Bakamla Teguh Prasetya menyampaikan apresiasi atas sambutan Pemerintah Kabupaten Gorontalo Utara.
Laksamana Bakamla Teguh Prasetya menjelaskan, kunjungan tersebut selain menjadi bagian dari silaturahmi, juga dimaksudkan untuk memperkuat komunikasi dan koordinasi mengenai peran Bakamla, Zona Tengah Bakamla, serta rencana strategis penguatan kehadiran Bakamla di wilayah Gorontalo Utara.
Dalam
pertemuan itu, Pemerintah Kabupaten Gorontalo Utara melalui Sekretaris Daerah
Suleman Lakoro turut memaparkan sejarah dan perkembangan rencana penyiapan
lahan untuk pembangunan fasilitas Bakamla.
Sekda Suleman
menjelaskan, komunikasi terkait penyiapan lahan tersebut telah berlangsung
sejak beberapa tahun sebelumnya. Pemerintah daerah telah melakukan sejumlah
langkah, termasuk mengidentifikasi beberapa lokasi potensial. Namun, proses
tersebut masih menghadapi sejumlah kendala, antara lain persoalan tata ruang,
status dan kepemilikan lahan.
Menanggapi
hal tersebut, Bupati Thariq menegaskan bahwa kendala yang ada tidak boleh
menjadi penghambat bagi terwujudnya fasilitas strategis Bakamla di Gorontalo
Utara.
Ia bahkan
meminta agar segera dibentuk tim koordinasi bersama yang secara khusus
menangani komunikasi, penyiapan lahan dan tahapan pembangunan fasilitas
Bakamla.
“Kita ingin
setelah pertemuan ini tidak lagi terputus-putus. Kita sepakati pembentukan tim
koordinasi penyiapan lahan dan pembangunan fasilitas Bakamla di Gorontalo
Utara,” tegas Thariq.
Bupati juga
menyatakan akan segera melakukan komunikasi dengan Pemerintah Provinsi
Gorontalo untuk mendorong dukungan terhadap agenda tersebut, mengingat
pengawasan laut juga bersinggungan dengan kewenangan dan kepentingan lintas
pemerintahan.
“Kita akan
menyampaikan urgensi program ini kepada gubernur. Kita ingin ada dukungan
bersama, karena ini bukan hanya kepentingan daerah, tetapi juga kepentingan
negara,” katanya.
Lebih
lanjut, Thariq menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Gorontalo Utara untuk
mendukung penguatan infrastruktur keamanan negara di kawasan perbatasan.
Ia menyebut
keberadaan berbagai unsur pertahanan dan keamanan di Gorontalo Utara, termasuk
unsur TNI dan perangkat pengamanan lainnya, merupakan bagian dari posisi
strategis daerah sebagai wilayah perbatasan.
Pertemuan
tersebut kemudian diarahkan pada sejumlah langkah tindak lanjut, terutama
pembentukan tim koordinasi penyiapan lahan, penguatan komunikasi dengan
Pemerintah Provinsi Gorontalo, serta pembahasan lebih lanjut mengenai kebutuhan
fasilitas Bakamla di Gorontalo Utara.
Bupati Thariq berharap sinergi antara Pemerintah Kabupaten Gorontalo Utara, Bakamla RI dan Pemerintah Provinsi Gorontalo dapat memperkuat pengawasan wilayah laut sekaligus memberikan dampak nyata terhadap perlindungan sumber daya kelautan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat pesisir.
“Keamanan
laut harus kita lihat bukan hanya sebagai persoalan pertahanan, tetapi juga
sebagai pintu masuk untuk membangun ekonomi, menjaga ekologi dan meningkatkan
kesejahteraan masyarakat,” pungkasnya. (Kominfo-Gorut)
