info@gorutkab.go.id +6285240046579

Bupati Thariq Modanggu Menerima Kepala Zona Tengah BAKAMLA RI Laksamana Bakamla Teguh Prasetya : Tegaskan Gorontalo Utara Butuh Penguatan Keamanan Laut, Bakamla Siapkan Langkah Strategis

  • Novita Antula
  • Disukai 0
  • Dibaca 84 Kali
Bupati Thariq Modanggu Menerima Kepala Zona Tengah BAKAMLA RI Laksamana Bakamla Teguh Prasetya : Tegaskan Gorontalo Utara Butuh Penguatan Keamanan Laut, Bakamla Siapkan Langkah Strategis

Bupati Gorontalo Utara Thariq Modanggu menerima kunjungan Tim Badan Keamanan Laut Republik Indonesia (Bakamla RI) Zona Tengah Laksamana Bakamla Teguh Prasetya bersama jajaran di aula Tinepo Kantor Bupati Gorontalo Utara, Kamis (1-10-2026).

Pertemuan tersebut menjadi momentum penting untuk memperkuat koordinasi terkait keamanan laut, pengawasan wilayah perairan, sekaligus membahas langkah strategis penyiapan pembangunan fasilitas Bakamla di wilayah Gorontalo Utara.

Dalam sambutannya, Bupati Thariq Modanggu menegaskan bahwa karakter geografis Gorontalo Utara menjadikan aspek keamanan laut sebagai kebutuhan yang sangat strategis.

“Gorontalo Utara memiliki garis pantai sekitar 317 kilometer, 52 pulau, 2 pulau  di antaranya berpenghuni, serta 78 desa pesisir dari total 123 desa,” ujar Thariq.

Menurutnya, potensi tersebut tidak hanya berkaitan dengan aspek keamanan dan pertahanan, tetapi juga membuka ruang besar bagi pengembangan ekonomi, kelautan dan pariwisata.

Bupati Thariq menyampaikan bahwa  Pulau Saronde sebagai salah satu destinasi unggulan yang telah dikenal luas, di samping berbagai pulau dan kawasan pesisir lainnya yang memiliki potensi untuk dikembangkan.

Bupati juga mengungkapkan adanya sejumlah kawasan konservasi yang diusulkan untuk dikembangkan status dan pemanfaatannya sebagai kawasan wisata alam, dengan tetap memperhatikan aspek kelestarian lingkungan.

“Dengan garis pantai yang panjang dan puluhan desa pesisir, keamanan laut menjadi sangat krusial. Kita menghadapi persoalan seperti destructive fishing, illegal fishing, penggunaan bom ikan dan berbagai bentuk pelanggaran lainnya,” tegasnya.

Thariq menambahkan, Gorontalo Utara juga merupakan wilayah perbatasan negara dengan sejumlah kecamatan yang menjadi kawasan prioritas perbatasan. Kondisi tersebut, kata dia, membuat penguatan sistem keamanan dan pengawasan laut harus berjalan seiring dengan pengembangan ekonomi masyarakat.

Menurutnya, potensi keamanan di kawasan perbatasan harus dapat dikembangkan menjadi kekuatan ekonomi, wisata, sosial dan ekologis bagi masyarakat.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati juga menyampaikan sejumlah program strategis daerah yang berkaitan dengan pengelolaan wilayah pesisir dan laut, termasuk inovasi TEMANI LAUT, yang diarahkan pada pengembangan ekosistem laut melalui konsep “kamar-kamar ikan” sebagai ruang perlindungan dan reproduksi ikan sekaligus upaya pemulihan habitat laut.

“Harapan kita, program ini bukan hanya memberikan manfaat secara ekologis, tetapi juga memberikan dampak ekonomi dan sosial bagi masyarakat pesisir,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala BAKAMLA RI Zona Tengah Laksamana Bakamla Teguh Prasetya  menyampaikan apresiasi atas sambutan Pemerintah Kabupaten Gorontalo Utara.


Laksamana Bakamla Teguh Prasetya menjelaskan, kunjungan tersebut selain menjadi bagian dari silaturahmi, juga dimaksudkan untuk memperkuat komunikasi dan koordinasi mengenai peran Bakamla, Zona Tengah Bakamla, serta rencana strategis penguatan kehadiran Bakamla di wilayah Gorontalo Utara.

Dalam pertemuan itu, Pemerintah Kabupaten Gorontalo Utara melalui Sekretaris Daerah Suleman Lakoro turut memaparkan sejarah dan perkembangan rencana penyiapan lahan untuk pembangunan fasilitas Bakamla.

Sekda Suleman menjelaskan, komunikasi terkait penyiapan lahan tersebut telah berlangsung sejak beberapa tahun sebelumnya. Pemerintah daerah telah melakukan sejumlah langkah, termasuk mengidentifikasi beberapa lokasi potensial. Namun, proses tersebut masih menghadapi sejumlah kendala, antara lain persoalan tata ruang, status dan kepemilikan lahan.

Menanggapi hal tersebut, Bupati Thariq menegaskan bahwa kendala yang ada tidak boleh menjadi penghambat bagi terwujudnya fasilitas strategis Bakamla di Gorontalo Utara.

Ia bahkan meminta agar segera dibentuk tim koordinasi bersama yang secara khusus menangani komunikasi, penyiapan lahan dan tahapan pembangunan fasilitas Bakamla.

“Kita ingin setelah pertemuan ini tidak lagi terputus-putus. Kita sepakati pembentukan tim koordinasi penyiapan lahan dan pembangunan fasilitas Bakamla di Gorontalo Utara,” tegas Thariq.

Bupati juga menyatakan akan segera melakukan komunikasi dengan Pemerintah Provinsi Gorontalo untuk mendorong dukungan terhadap agenda tersebut, mengingat pengawasan laut juga bersinggungan dengan kewenangan dan kepentingan lintas pemerintahan.

“Kita akan menyampaikan urgensi program ini kepada gubernur. Kita ingin ada dukungan bersama, karena ini bukan hanya kepentingan daerah, tetapi juga kepentingan negara,” katanya.

Lebih lanjut, Thariq menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Gorontalo Utara untuk mendukung penguatan infrastruktur keamanan negara di kawasan perbatasan.

Ia menyebut keberadaan berbagai unsur pertahanan dan keamanan di Gorontalo Utara, termasuk unsur TNI dan perangkat pengamanan lainnya, merupakan bagian dari posisi strategis daerah sebagai wilayah perbatasan.

Pertemuan tersebut kemudian diarahkan pada sejumlah langkah tindak lanjut, terutama pembentukan tim koordinasi penyiapan lahan, penguatan komunikasi dengan Pemerintah Provinsi Gorontalo, serta pembahasan lebih lanjut mengenai kebutuhan fasilitas Bakamla di Gorontalo Utara.

Bupati Thariq berharap sinergi antara Pemerintah Kabupaten Gorontalo Utara, Bakamla RI dan Pemerintah Provinsi Gorontalo dapat memperkuat pengawasan wilayah laut sekaligus memberikan dampak nyata terhadap perlindungan sumber daya kelautan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat pesisir.


“Keamanan laut harus kita lihat bukan hanya sebagai persoalan pertahanan, tetapi juga sebagai pintu masuk untuk membangun ekonomi, menjaga ekologi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” pungkasnya. (Kominfo-Gorut)