info@gorutkab.go.id +6285240046579

Bupati Thariq Modanggu Naik Dump Truck hingga Jalan Kaki ke Hulu, Tinjau Langsung Intake Bualemo, Pastikan Debit Air Baku di Tengah Kemarau Ekstrem

  • Novita Antula
  • Disukai 0
  • Dibaca 117 Kali
Bupati Thariq Modanggu Naik Dump Truck hingga Jalan Kaki ke Hulu, Tinjau Langsung Intake Bualemo, Pastikan Debit Air Baku di Tengah Kemarau Ekstrem

Di tengah kondisi kemarau yang masih melanda wilayah Gorontalo Utara, Bupati Gorontalo Utara Thariq Modanggu turun langsung meninjau lokasi intake sekaligus melihat kondisi dan debit air Sungai Bualemo. Bupati Thariq Modanggu bersama Direktur  Perumda Tirta Gerbang Emas Gorontalo Utara bersama jajaran meninjau lokasi intake dan sumber air di Dusun Pakuku, Desa Bualemo, Kecamatan Kwandang. Sabtu (26-09-2026),

Perjalanan menuju lokasi tidak mudah. harus menggunakan kendaraan dump truck untuk menembus medan yang cukup berat menuju kawasan sumber air.

Setibanya di lokasi, Bupati Thariq tidak hanya melihat area intake. Ia melanjutkan peninjauan dengan berjalan kaki, menyusuri aliran sungai dan melewati bebatuan berukuran cukup besar untuk melihat langsung kondisi debit air di bagian hulu.

Peninjauan tersebut dilakukan untuk memastikan secara langsung kondisi ketersediaan air baku yang menjadi salah satu sumber penting bagi kebutuhan masyarakat, sekaligus melihat kesiapan pemerintah daerah dalam menghadapi dampak kekeringan yang masih berlangsung.

Di lokasi tersebut, pekerjaan teknis juga masih berlangsung, termasuk pemasangan pintu air pada sistem intake. Pemerintah daerah berharap pekerjaan tersebut dapat segera diselesaikan sehingga distribusi air kepada masyarakat dapat kembali berjalan secara normal.

“Saat ini memang sedang dalam pekerjaan pemasangan pintu air. Insyaallah secepatnya bisa diselesaikan dan air bisa kembali didistribusikan kepada masyarakat,” katanya.

Thariq menegaskan, menjaga ketersediaan air tidak cukup hanya dengan memperbaiki jaringan distribusi. Pemerintah juga harus memastikan sumber air baku di bagian hulu tetap terjaga.

“Makanya saya lebih memilih datang langsung mengecek sumber mata air yang ada di Bualemo,” tegasnya.


Bupati Thariq mengatakan, pemerintah daerah terus memantau kesiapan sumber-sumber air, termasuk kondisi debit sungai yang menjadi sumber air baku masyarakat.

“Kami telah melihat langsung kesiapan air di sungai sebagai sumber air baku. Kondisinya terus kita pantau, termasuk untuk kebutuhan masyarakat dan dukungan terhadap penanganan kondisi kekeringan,” ujar Thariq.

Menurutnya, keberadaan sumber air di kawasan tersebut memiliki arti penting, bukan hanya untuk memenuhi kebutuhan air masyarakat saat ini, tetapi juga sebagai sumber air baku yang harus dijaga keberlangsungannya untuk kebutuhan jangka panjang.

Karena itu, Bupati menekankan pentingnya menjaga kawasan sungai dan daerah tangkapan air dari berbagai ancaman, termasuk kebakaran hutan dan lahan.

“Kita berharap sumber air ini tetap terjaga. Kawasan sungai ini sangat penting untuk kebutuhan kita ke depan. Karena itu, harus menjadi perhatian bersama, termasuk dalam gerakan pemadaman ketika terjadi kebakaran,” tegasnya.

Thariq juga mengingatkan bahwa kebakaran tidak hanya mengancam harta benda dan keselamatan jiwa, tetapi dapat berdampak langsung terhadap ketersediaan air masyarakat.

Pasalnya, air yang seharusnya dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan masyarakat juga harus dialihkan untuk mendukung upaya pemadaman kebakaran ketika terjadi bencana.

“Jangan sampai ada kebakaran-kebakaran lagi, karena itu bukan hanya mengancam harta benda dan jiwa, tetapi air yang sebenarnya dikonsumsi masyarakat juga terpaksa harus dialihkan untuk kepentingan pemadaman,” jelasnya.

Dalam kondisi kemarau yang berkepanjangan, Bupati mengajak seluruh masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan sekaligus menjaga sumber-sumber air yang masih tersedia.

Ia berharap upaya penanganan kekeringan tidak hanya dilakukan melalui langkah teknis dan gotong royong, tetapi juga diiringi dengan ikhtiar dan doa agar kondisi kemarau segera berakhir dan hujan kembali turun.

“Harapan saya, kita tetap waspada dan bersama-sama menjaga sumber air ini. Kita juga terus berikhtiar, baik melalui langkah-langkah nyata maupun doa pribadi, terutama doa di tengah malam, agar musibah kekeringan ini segera berakhir,” pungkas Thariq.(kominfo-Gorut)