Bupati Thariq Modanggu Tanam Durian Unggulan Bersama Guru dan Siswa, Perkuat Gerakan Agro Mopomulo Menuju Gorut 2030 Produsen Buah
Bupati Thariq Modanggu Tanam Durian Unggulan Bersama Guru dan Siswa, Perkuat Gerakan Agro Mopomulo Menuju Gorut 2030 Produsen Buah
Gerakan
Agro Mopomulo (GAM) terus diperkuat Pemerintah Kabupaten Gorontalo Utara
sebagai bagian dari upaya membangun sektor pertanian produktif sekaligus
mewujudkan Gorontalo Utara 2030 sebagai Produsen Buah (G30 PB).
Komitmen
tersebut kembali ditunjukkan Bupati Gorontalo Utara Thariq Modanggu
melalui kegiatan penanaman pohon durian di Desa Cempaka Putih, Kecamatan Tolinggula,
bersama Kepala Dinas Tanaman Pangan, Holtikultura dan Perkebunan, Asri Menu,
guru-guru dan siswa sekolah dasar (SD). Kamis (27-08-2026)
Kegiatan
ini tidak hanya menjadi bagian dari gerakan penghijauan, tetapi juga diarahkan
sebagai investasi jangka panjang bagi masyarakat. Menariknya, bibit durian yang
ditanam merupakan sejumlah varietas unggulan, yakni Musang King, Bawor,
Black Thorn, dan Montong.
Bupati
Thariq mengatakan, penanaman pohon durian tersebut merupakan langkah konkret
untuk mengembangkan tanaman produktif yang memiliki nilai ekonomi sekaligus
memberikan manfaat ekologis bagi lingkungan.
“Hari ini
kita melakukan penanaman bibit pohon durian. Ada Musang King, Bawor, Black
Thorn, dengan Montong biasa. Jadi kurang lebih ada empat jenis. Insyaallah, ini
menjadi satu investasi masa depan kita untuk ekonomi dan lingkungan kita,” ujar
Thariq.
Menurutnya,
tanaman durian memang membutuhkan waktu hingga memasuki masa produktif. Namun,
apabila dirawat dan dikembangkan secara konsisten, tanaman tersebut dapat
memberikan nilai tambah serta menjadi sumber pendapatan baru bagi masyarakat di
masa mendatang.
“Tanaman tersebut membutuhkan waktu untuk menghasilkan, namun ketika memasuki masa produktif, hasilnya diharapkan dapat memberikan nilai tambah bagi warga,” jelasnya.
Penanaman
durian ini sekaligus menjadi bagian dari penguatan program “One Man, Ten
Trees” yang tengah didorong Pemerintah Kabupaten Gorontalo Utara. Melalui
program tersebut, masyarakat diharapkan tidak hanya menanam pohon untuk
kepentingan lingkungan, tetapi juga memilih tanaman yang memiliki nilai
ekonomi.
Bupati
Thariq menegaskan bahwa konsep penghijauan yang dikembangkan Pemkab Gorut
memiliki dua manfaat sekaligus, yakni menjaga kelestarian lingkungan dan
membangun investasi produktif untuk masa depan.
“Insyaallah
setiap pohon yang ditanam bisa memiliki dua fungsi sekaligus: menjadi bagian
dari upaya menjaga lingkungan dan menjadi investasi produktif untuk masa
depan,” terangnya.
Keterlibatan
guru dan siswa dalam kegiatan penanaman juga dinilai memiliki arti penting.
Selain menanam pohon, kegiatan tersebut menjadi sarana edukasi bagi generasi
muda untuk mengenal pertanian produktif, mencintai lingkungan, serta memahami
bahwa tanaman dapat menjadi bagian dari investasi ekonomi jangka panjang.
Penanaman
varietas durian unggulan seperti Musang King dan Black Thorn juga membuka
peluang bagi Desa Cempaka Putih untuk dikembangkan sebagai salah satu kawasan
penghasil buah unggulan di Gorontalo Utara.
Dengan
pengelolaan yang konsisten, perawatan berkelanjutan, serta dukungan masyarakat
dan pemerintah, pengembangan durian diharapkan mampu memperkuat sektor
pertanian sekaligus menciptakan sumber pendapatan baru bagi masyarakat desa.
Langkah
tersebut menjadi bagian dari ikhtiar Pemerintah Kabupaten Gorontalo Utara dalam
menggerakkan potensi pertanian dari tingkat desa melalui Gerakan Agro
Mopomulo (GAM), sekaligus meletakkan fondasi menuju Gorontalo Utara 2030
sebagai Produsen Buah (G30 PB). (Kominfo-Gorut)
