EXPO PRODUK KKLP UNISAN GORUT, THAMRIN SIRAJUDDIN DORONG LITERASI MELAHIRKAN KREATIVITAS DAN KEMANDIRIAN UMKM
EXPO PRODUK KKLP UNISAN GORUT, THAMRIN SIRAJUDDIN DORONG LITERASI MELAHIRKAN KREATIVITAS DAN KEMANDIRIAN UMKM
Kepala
Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Gorontalo Utara, Thamrin Sirajuddin,
menghadiri sekaligus memberikan sambutan pada kegiatan Expo Produk Makanan dan
Kerajinan Tangan serta Penutupan Kuliah Kerja Lapangan Plus (KKLP) Universitas
Ichsan Gorontalo Utara. Rabu (19-08-2026)
Kegiatan
yang berlangsung di Kecamatan Atinggola tersebut di hadiri Camat Atinggola,
Ismail Polapa, Rekot Universitas Ichsan, Fatma Ngabito beserta Civitas
Universitas Ichsan, kegiatan menjadi momentum untuk menampilkan berbagai hasil
kreativitas mahasiswa selama melaksanakan KKLP di tengah masyarakat.
Dalam
sambutannya, Thamrin Sirajuddin menyampaikan bahwa kegiatan KKLP bukan sekadar
kegiatan akademik mahasiswa di desa, tetapi merupakan proses pembelajaran
bersama antara mahasiswa dan masyarakat.
“KKLP
adalah proses belajar bersama masyarakat. Mahasiswa belajar dari masyarakat,
masyarakat belajar dari mahasiswa, dan yang lebih penting, keduanya belajar
untuk menemukan potensi yang dapat dikembangkan menjadi kekuatan daerah,” ujar
Thamrin.
Ia
mengapresiasi pelaksanaan Expo Produk Makanan dan Kerajinan Tangan yang
dinilainya menjadi ruang untuk memperlihatkan ide, kreativitas, keterampilan,
kerja keras, serta semangat kewirausahaan mahasiswa dan masyarakat.
Menurutnya,
produk yang ditampilkan dalam expo tidak sekadar menjadi barang pameran, tetapi
dapat dikembangkan menjadi produk unggulan desa yang memiliki nilai ekonomi dan
berpotensi mendukung pertumbuhan UMKM di Gorontalo Utara.
Thamrin
juga mengingatkan para mahasiswa agar ilmu yang diperoleh selama berada di
perguruan tinggi tidak berhenti di ruang kelas, tetapi dapat diterapkan dan
memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
“Ilmu harus
turun ke masyarakat. Ilmu harus menjadi keterampilan, keterampilan harus
menjadi karya, dan karya harus memberikan manfaat serta nilai ekonomi bagi
masyarakat,” katanya.
Dalam
perspektif literasi, Thamrin menjelaskan bahwa literasi memiliki makna yang
luas. Literasi tidak hanya berkaitan dengan kemampuan membaca buku, tetapi juga
kemampuan membaca kehidupan, peluang, potensi daerah, serta mengubahnya menjadi
gagasan dan karya.
“Ketika
kita melihat kelapa dan kemudian berpikir bagaimana mengolahnya menjadi produk
bernilai ekonomi, itu adalah literasi. Ketika kita melihat bahan lokal dan
kemudian menciptakan kerajinan, itu adalah literasi. Ketika kita melihat
masalah di desa dan kemudian mencari solusi, itu juga literasi,” jelasnya.
Sebagai
Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan, Thamrin menegaskan bahwa perpustakaan
harus terus didorong menjadi ruang lahirnya gagasan, kreativitas, dan inovasi.
Menurutnya,
pengetahuan yang diperoleh dari buku dapat melahirkan inspirasi, kemudian
berkembang menjadi kreativitas, karya, dan inovasi yang memberikan manfaat bagi
masyarakat.
“Perpustakaan
tidak boleh hanya menjadi tempat menyimpan buku. Perpustakaan harus menjadi
tempat lahirnya gagasan. Dari buku kita memperoleh pengetahuan, dari
pengetahuan kita memperoleh inspirasi, dari inspirasi lahirlah kreativitas, dan
dari kreativitas lahirlah karya dan inovasi,” tuturnya.
Ia berharap kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah daerah, pemerintah kecamatan, pemerintah desa, Karang Taruna, perpustakaan, UMKM, dan masyarakat dapat terus dilanjutkan meskipun kegiatan KKLP telah berakhir.
Thamrin
menekankan agar hubungan yang telah terbangun selama pelaksanaan KKLP tidak
berhenti setelah mahasiswa kembali ke kampus. Sebaliknya, kegiatan tersebut
diharapkan menjadi awal bagi lahirnya kolaborasi baru yang lebih produktif.
Ia juga
mendorong mahasiswa untuk terus menjaga hubungan dengan masyarakat dan tidak
menutup peluang untuk kembali berkontribusi di Kecamatan Atinggola maupun
wilayah lainnya di Gorontalo Utara.
“Jangan
hanya menjadi orang yang memiliki ilmu. Jadilah orang yang membuat ilmu itu
bermanfaat. Dari buku kita belajar, dari masyarakat kita mendapatkan
pengalaman, dari pengalaman kita menemukan gagasan, dari gagasan kita
menciptakan karya, dan dari karya kita memberikan manfaat,” pesannya.
Pada
kesempatan tersebut, Thamrin turut menyampaikan apresiasi kepada Rektor
Universitas Ichsan Gorontalo Utara, Ketua LPPM, para dekan dan civitas
academica, dosen pembimbing lapangan, panitia KKLP, pemerintah kecamatan dan
desa, Karang Taruna, pelaku UMKM, tokoh masyarakat, serta seluruh masyarakat
yang telah mendukung pelaksanaan KKLP.
Kepada
seluruh mahasiswa peserta KKLP, ia menyampaikan ucapan selamat atas selesainya
rangkaian kegiatan sekaligus mengajak mereka membawa pengalaman dari desa
sebagai bekal untuk terus berkarya.
Ia berharap
produk-produk yang dipamerkan dalam expo tidak berhenti sebagai karya kegiatan
mahasiswa, tetapi dapat terus dikembangkan, dipasarkan, dan menjadi sumber
ekonomi baru bagi masyarakat.
“Dari mahasiswa untuk masyarakat, dari kampus untuk desa, dari literasi menuju kreativitas, dari kreativitas menuju kemandirian, dan dari kolaborasi menuju Gorontalo Utara yang lebih maju,” pungkasnya.
Kegiatan
Expo Produk Makanan dan Kerajinan Tangan sekaligus Penutupan KKLP Universitas
Ichsan Gorontalo Utara tersebut diharapkan menjadi contoh nyata sinergi antara
dunia pendidikan dan masyarakat dalam mendorong kreativitas, kewirausahaan,
serta pengembangan potensi lokal menuju Gorontalo Utara yang maju, sinergis,
berdaya saing, dan sejahtera.(Kominfo-Gorut)
