info@gorutkab.go.id +6285240046579

EXPO PRODUK KKLP UNISAN GORUT, THAMRIN SIRAJUDDIN DORONG LITERASI MELAHIRKAN KREATIVITAS DAN KEMANDIRIAN UMKM

  • Novita Antula
  • Disukai 0
  • Dibaca 129 Kali
EXPO PRODUK KKLP UNISAN GORUT, THAMRIN SIRAJUDDIN DORONG LITERASI MELAHIRKAN KREATIVITAS DAN KEMANDIRIAN UMKM

Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Gorontalo Utara, Thamrin Sirajuddin, menghadiri sekaligus memberikan sambutan pada kegiatan Expo Produk Makanan dan Kerajinan Tangan serta Penutupan Kuliah Kerja Lapangan Plus (KKLP) Universitas Ichsan Gorontalo Utara. Rabu (19-08-2026)

Kegiatan yang berlangsung di Kecamatan Atinggola tersebut di hadiri Camat Atinggola, Ismail Polapa, Rekot Universitas Ichsan, Fatma Ngabito beserta Civitas Universitas Ichsan, kegiatan menjadi momentum untuk menampilkan berbagai hasil kreativitas mahasiswa selama melaksanakan KKLP di tengah masyarakat.

Dalam sambutannya, Thamrin Sirajuddin menyampaikan bahwa kegiatan KKLP bukan sekadar kegiatan akademik mahasiswa di desa, tetapi merupakan proses pembelajaran bersama antara mahasiswa dan masyarakat.

“KKLP adalah proses belajar bersama masyarakat. Mahasiswa belajar dari masyarakat, masyarakat belajar dari mahasiswa, dan yang lebih penting, keduanya belajar untuk menemukan potensi yang dapat dikembangkan menjadi kekuatan daerah,” ujar Thamrin.

Ia mengapresiasi pelaksanaan Expo Produk Makanan dan Kerajinan Tangan yang dinilainya menjadi ruang untuk memperlihatkan ide, kreativitas, keterampilan, kerja keras, serta semangat kewirausahaan mahasiswa dan masyarakat.

Menurutnya, produk yang ditampilkan dalam expo tidak sekadar menjadi barang pameran, tetapi dapat dikembangkan menjadi produk unggulan desa yang memiliki nilai ekonomi dan berpotensi mendukung pertumbuhan UMKM di Gorontalo Utara.

Thamrin juga mengingatkan para mahasiswa agar ilmu yang diperoleh selama berada di perguruan tinggi tidak berhenti di ruang kelas, tetapi dapat diterapkan dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

“Ilmu harus turun ke masyarakat. Ilmu harus menjadi keterampilan, keterampilan harus menjadi karya, dan karya harus memberikan manfaat serta nilai ekonomi bagi masyarakat,” katanya.

Dalam perspektif literasi, Thamrin menjelaskan bahwa literasi memiliki makna yang luas. Literasi tidak hanya berkaitan dengan kemampuan membaca buku, tetapi juga kemampuan membaca kehidupan, peluang, potensi daerah, serta mengubahnya menjadi gagasan dan karya.

“Ketika kita melihat kelapa dan kemudian berpikir bagaimana mengolahnya menjadi produk bernilai ekonomi, itu adalah literasi. Ketika kita melihat bahan lokal dan kemudian menciptakan kerajinan, itu adalah literasi. Ketika kita melihat masalah di desa dan kemudian mencari solusi, itu juga literasi,” jelasnya.

Sebagai Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan, Thamrin menegaskan bahwa perpustakaan harus terus didorong menjadi ruang lahirnya gagasan, kreativitas, dan inovasi.

Menurutnya, pengetahuan yang diperoleh dari buku dapat melahirkan inspirasi, kemudian berkembang menjadi kreativitas, karya, dan inovasi yang memberikan manfaat bagi masyarakat.

“Perpustakaan tidak boleh hanya menjadi tempat menyimpan buku. Perpustakaan harus menjadi tempat lahirnya gagasan. Dari buku kita memperoleh pengetahuan, dari pengetahuan kita memperoleh inspirasi, dari inspirasi lahirlah kreativitas, dan dari kreativitas lahirlah karya dan inovasi,” tuturnya.

Ia berharap kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah daerah, pemerintah kecamatan, pemerintah desa, Karang Taruna, perpustakaan, UMKM, dan masyarakat dapat terus dilanjutkan meskipun kegiatan KKLP telah berakhir.


Thamrin menekankan agar hubungan yang telah terbangun selama pelaksanaan KKLP tidak berhenti setelah mahasiswa kembali ke kampus. Sebaliknya, kegiatan tersebut diharapkan menjadi awal bagi lahirnya kolaborasi baru yang lebih produktif.

Ia juga mendorong mahasiswa untuk terus menjaga hubungan dengan masyarakat dan tidak menutup peluang untuk kembali berkontribusi di Kecamatan Atinggola maupun wilayah lainnya di Gorontalo Utara.

“Jangan hanya menjadi orang yang memiliki ilmu. Jadilah orang yang membuat ilmu itu bermanfaat. Dari buku kita belajar, dari masyarakat kita mendapatkan pengalaman, dari pengalaman kita menemukan gagasan, dari gagasan kita menciptakan karya, dan dari karya kita memberikan manfaat,” pesannya.

Pada kesempatan tersebut, Thamrin turut menyampaikan apresiasi kepada Rektor Universitas Ichsan Gorontalo Utara, Ketua LPPM, para dekan dan civitas academica, dosen pembimbing lapangan, panitia KKLP, pemerintah kecamatan dan desa, Karang Taruna, pelaku UMKM, tokoh masyarakat, serta seluruh masyarakat yang telah mendukung pelaksanaan KKLP.

Kepada seluruh mahasiswa peserta KKLP, ia menyampaikan ucapan selamat atas selesainya rangkaian kegiatan sekaligus mengajak mereka membawa pengalaman dari desa sebagai bekal untuk terus berkarya.

Ia berharap produk-produk yang dipamerkan dalam expo tidak berhenti sebagai karya kegiatan mahasiswa, tetapi dapat terus dikembangkan, dipasarkan, dan menjadi sumber ekonomi baru bagi masyarakat.

“Dari mahasiswa untuk masyarakat, dari kampus untuk desa, dari literasi menuju kreativitas, dari kreativitas menuju kemandirian, dan dari kolaborasi menuju Gorontalo Utara yang lebih maju,” pungkasnya.


Kegiatan Expo Produk Makanan dan Kerajinan Tangan sekaligus Penutupan KKLP Universitas Ichsan Gorontalo Utara tersebut diharapkan menjadi contoh nyata sinergi antara dunia pendidikan dan masyarakat dalam mendorong kreativitas, kewirausahaan, serta pengembangan potensi lokal menuju Gorontalo Utara yang maju, sinergis, berdaya saing, dan sejahtera.(Kominfo-Gorut)