Hadapi Dampak Kemarau, BPBD Gorut Perkuat Kolaborasi Distribusi Air Bersih Bersama Pemprov dan Dunia Usaha
Hadapi Dampak Kemarau, BPBD Gorut Perkuat Kolaborasi Distribusi Air Bersih Bersama Pemprov dan Dunia Usaha
Pemerintah
Kabupaten Gorontalo Utara terus memperkuat langkah penanganan dampak musim
kemarau, khususnya dalam pemenuhan kebutuhan air bersih bagi masyarakat
terdampak. Upaya tersebut dilakukan melalui kolaborasi dan gotong royong
bersama berbagai organisasi perangkat daerah (OPD) serta instansi vertikal di
lingkungan Pemerintah Provinsi Gorontalo.
Sekretaris
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Gorontalo Utara, Jemy
Igirisa, menyampaikan bahwa saat ini sejumlah OPD dan instansi vertikal
Pemerintah Provinsi Gorontalo turut mengambil bagian dalam mendukung
pendistribusian air bersih kepada masyarakat yang terdampak kekeringan.
“Alhamdulillah,
Pemerintah Kabupaten Gorontalo Utara sangat terbantukan dengan adanya dukungan
dari OPD dan instansi vertikal Pemerintah Provinsi Gorontalo dalam
pendistribusian air bersih,” ujar Jemy.
Adapun
unsur yang saat ini siap siaga membantu pendistribusian air bersih meliputi:
- BPBD Provinsi Gorontalo;
- Dinas Sosial Provinsi Gorontalo;
- Balai Wilayah Sungai (BWS)
Wilayah II Provinsi Gorontalo; dan
- Balai Penataan Prasarana
Bangunan dan Kawasan (BPPBW) Provinsi Gorontalo.
Menurut
Jemy, dukungan lintas sektor tersebut menjadi sangat penting mengingat
permintaan bantuan air bersih dari masyarakat terus meningkat dan cakupannya
semakin meluas.
“Distribusi
air bersih dilakukan berdasarkan permintaan masyarakat terdampak. Saat ini
permintaan bahkan sudah menjangkau wilayah Kecamatan Sumalata Timur hingga
Kecamatan Atinggola,” jelasnya.
Jemy
menegaskan, penanganan bencana kekeringan maupun kebakaran hutan dan lahan
(Karhutla) tidak dapat dilakukan oleh satu pihak saja. Diperlukan keterlibatan
seluruh pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah, instansi vertikal,
masyarakat, hingga dunia usaha.
“Penanganan
bencana kekeringan dan Karhutla harus dilakukan secara kolaboratif dan gotong
royong. Ini menjadi tanggung jawab kita bersama,” tegasnya.
Lebih lanjut, BPBD Gorontalo Utara berharap ke depan terdapat kontribusi yang lebih besar dari kalangan dunia usaha dalam mendukung ketersediaan air bersih bagi masyarakat terdampak. Dukungan tersebut diharapkan dapat melibatkan perusahaan yang memiliki sumber daya dan sarana pendukung, termasuk PT HTI serta perusahaan kelistrikan seperti PLTU.
“Kami
berharap ke depan dunia usaha juga dapat berkontribusi dalam membantu
ketersediaan air bersih. Kondisi saat ini membutuhkan dukungan semua pihak,”
kata Jemy.
Ia menjelaskan,
kebutuhan kolaborasi tersebut semakin mendesak karena sumber-sumber air di
wilayah Gorontalo Utara mengalami penurunan kapasitas, sementara permintaan
bantuan air bersih dari masyarakat terus meningkat secara masif.
Meski
menghadapi tantangan tersebut, Pemerintah Kabupaten Gorontalo Utara tetap
optimistis mampu menghadapi bencana kekeringan dengan baik melalui sinergi
seluruh elemen masyarakat.
“Pemerintah
Kabupaten Gorontalo Utara senantiasa optimistis menghadapi bencana kekeringan
ini. Dengan kebersamaan dan dukungan seluruh elemen masyarakat potensial
lainnya, kita yakin penanganan dapat dilakukan dengan sebaik-baiknya,” ujarnya.
Jemy juga mengajak seluruh masyarakat untuk meningkatkan kepedulian terhadap kondisi lingkungan, terutama di tengah musim kemarau yang berpotensi meningkatkan risiko kekeringan dan Karhutla.
“Bencana
kekeringan dan Karhutla adalah bencana yang wajib mendapatkan perhatian dan
kepedulian kita bersama. Mari kita hadapi dengan semangat kolaborasi,
kepedulian dan gotong royong,” pungkasnya.(Kominfo-Gorut)
