info@gorutkab.go.id +6285240046579

Hadapi Dampak Kemarau, BPBD Gorut Perkuat Kolaborasi Distribusi Air Bersih Bersama Pemprov dan Dunia Usaha

  • Novita Antula
  • Disukai 0
  • Dibaca 119 Kali
Hadapi Dampak Kemarau, BPBD Gorut Perkuat Kolaborasi Distribusi Air Bersih Bersama Pemprov dan Dunia Usaha

Pemerintah Kabupaten Gorontalo Utara terus memperkuat langkah penanganan dampak musim kemarau, khususnya dalam pemenuhan kebutuhan air bersih bagi masyarakat terdampak. Upaya tersebut dilakukan melalui kolaborasi dan gotong royong bersama berbagai organisasi perangkat daerah (OPD) serta instansi vertikal di lingkungan Pemerintah Provinsi Gorontalo.

Sekretaris Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Gorontalo Utara, Jemy Igirisa, menyampaikan bahwa saat ini sejumlah OPD dan instansi vertikal Pemerintah Provinsi Gorontalo turut mengambil bagian dalam mendukung pendistribusian air bersih kepada masyarakat yang terdampak kekeringan.

“Alhamdulillah, Pemerintah Kabupaten Gorontalo Utara sangat terbantukan dengan adanya dukungan dari OPD dan instansi vertikal Pemerintah Provinsi Gorontalo dalam pendistribusian air bersih,” ujar Jemy.

Adapun unsur yang saat ini siap siaga membantu pendistribusian air bersih meliputi:

  1. BPBD Provinsi Gorontalo;
  2. Dinas Sosial Provinsi Gorontalo;
  3. Balai Wilayah Sungai (BWS) Wilayah II Provinsi Gorontalo; dan
  4. Balai Penataan Prasarana Bangunan dan Kawasan (BPPBW) Provinsi Gorontalo.

Menurut Jemy, dukungan lintas sektor tersebut menjadi sangat penting mengingat permintaan bantuan air bersih dari masyarakat terus meningkat dan cakupannya semakin meluas.

“Distribusi air bersih dilakukan berdasarkan permintaan masyarakat terdampak. Saat ini permintaan bahkan sudah menjangkau wilayah Kecamatan Sumalata Timur hingga Kecamatan Atinggola,” jelasnya.

Jemy menegaskan, penanganan bencana kekeringan maupun kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) tidak dapat dilakukan oleh satu pihak saja. Diperlukan keterlibatan seluruh pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah, instansi vertikal, masyarakat, hingga dunia usaha.

“Penanganan bencana kekeringan dan Karhutla harus dilakukan secara kolaboratif dan gotong royong. Ini menjadi tanggung jawab kita bersama,” tegasnya.

Lebih lanjut, BPBD Gorontalo Utara berharap ke depan terdapat kontribusi yang lebih besar dari kalangan dunia usaha dalam mendukung ketersediaan air bersih bagi masyarakat terdampak. Dukungan tersebut diharapkan dapat melibatkan perusahaan yang memiliki sumber daya dan sarana pendukung, termasuk PT HTI serta perusahaan kelistrikan seperti PLTU.


“Kami berharap ke depan dunia usaha juga dapat berkontribusi dalam membantu ketersediaan air bersih. Kondisi saat ini membutuhkan dukungan semua pihak,” kata Jemy.

Ia menjelaskan, kebutuhan kolaborasi tersebut semakin mendesak karena sumber-sumber air di wilayah Gorontalo Utara mengalami penurunan kapasitas, sementara permintaan bantuan air bersih dari masyarakat terus meningkat secara masif.

Meski menghadapi tantangan tersebut, Pemerintah Kabupaten Gorontalo Utara tetap optimistis mampu menghadapi bencana kekeringan dengan baik melalui sinergi seluruh elemen masyarakat.

“Pemerintah Kabupaten Gorontalo Utara senantiasa optimistis menghadapi bencana kekeringan ini. Dengan kebersamaan dan dukungan seluruh elemen masyarakat potensial lainnya, kita yakin penanganan dapat dilakukan dengan sebaik-baiknya,” ujarnya.

Jemy juga mengajak seluruh masyarakat untuk meningkatkan kepedulian terhadap kondisi lingkungan, terutama di tengah musim kemarau yang berpotensi meningkatkan risiko kekeringan dan Karhutla.


“Bencana kekeringan dan Karhutla adalah bencana yang wajib mendapatkan perhatian dan kepedulian kita bersama. Mari kita hadapi dengan semangat kolaborasi, kepedulian dan gotong royong,” pungkasnya.(Kominfo-Gorut)