Hadapi Kemarau, Bupati Thariq Modanggu Perintahkan Penguatan Posko dan Sistem Informasi Penanganan Bencana
Hadapi Kemarau, Bupati Thariq Modanggu Perintahkan Penguatan Posko dan Sistem Informasi Penanganan Bencana
Bupati
Gorontalo Utara Thariq Modanggu memimpin Rapat Pimpinan dalam rangka membahas
langkah-langkah penanggulangan dampak musim kemarau di Kabupaten Gorontalo
Utara.
Rapat yang
berlangsung di Ruang Rapat Tinepo, Jumat (28/8/2026), para Asisten Sekretariat Daerah Kabupaten
Gorontalo Utara, Staf Ahli Bupati, pimpinan OPD, para kepala bagian, camat,
Direktur RSUD Zainal Umar Sidiki (ZUS), Direktur Perumda Tirta Gerbang Emas, serta
Tim Kerja Bupati.
Dalam
arahannya, Bupati Thariq menegaskan bahwa menghadapi kondisi kemarau diperlukan
sistem penanganan yang terkoordinasi, terutama dalam hal informasi, komunikasi,
serta respons cepat terhadap laporan masyarakat.
Bupati
meminta agar masyarakat memiliki jalur komunikasi yang jelas ketika membutuhkan
bantuan. Mulai dari tingkat desa, kecamatan hingga pemerintah kabupaten harus
memiliki mekanisme pelaporan yang terstruktur.
“Yang
paling penting setelah tim terbentuk adalah sistem informasi penanggulangan
bencana. Begitu ada laporan dari masyarakat, harus jelas siapa yang dihubungi.
Kepala desa tahu harus menghubungi siapa, camat tahu harus meneruskan ke siapa,
sehingga tidak terjadi kebingungan,” ujar Bupati.
Untuk
memperkuat koordinasi tersebut, Bupati menginstruksikan pembentukan Posko
Kemarau Kabupaten Gorontalo Utara sebagai pusat informasi dan komunikasi
penanganan dampak kemarau di Badan Penaggulangan Bencana Daerah (BPBD)
Kabupaten Gorontalo Utara
Posko
tersebut diharapkan menjadi pusat penerimaan laporan masyarakat, pemantauan
kondisi di setiap kecamatan, pengaturan bantuan air bersih, serta koordinasi
perangkat daerah yang terlibat dalam penanganan dampak kemarau.
Bupati juga
meminta agar dibuat grup komunikasi khusus yang menjadi bagian dari sistem
informasi Posko Kemarau. Informasi mengenai kecamatan yang telah melaporkan
kondisi kekurangan air maupun permasalahan lainnya dapat dipantau melalui pusat
komunikasi tersebut.
“Jangan
semua berjalan sendiri-sendiri. Kita buat pusat komunikasi sehingga semua
terpusat di sana. Informasi dari kecamatan yang melapor bisa dipantau dan
ditindaklanjuti,” tegasnya.
Dalam rapat
tersebut, Bupati juga menyoroti kesiapan armada yang akan digunakan dalam
menghadapi kondisi darurat, khususnya kendaraan pemadam kebakaran dan mobil
tangki air.
Bupati
meminta armada pemadam kebakaran yang mengalami kerusakan segera diperbaiki
agar selalu dalam kondisi siap digunakan apabila terjadi kebakaran.
Begitu pula dengan mobil tangki air milik Dinas Sosial. Kendaraan tersebut dinilai penting untuk mendukung penyaluran air bersih kepada masyarakat yang mengalami kekurangan air akibat kemarau, sekaligus membantu penyiraman tanaman yang terdampak kekeringan.
Bupati
mengarahkan agar biaya perbaikan armada tersebut dapat diupayakan melalui Belanja
Tidak Terduga (BTT), mengingat kondisi kemarau dan potensi bencana yang
ditimbulkan membutuhkan penanganan secara cepat.
“Ini
kondisi darurat. Armada harus stand by. Kalau ada kendaraan yang rusak, segera
kita perbaiki agar ketika dibutuhkan masyarakat, kendaraan tersebut sudah
siap,” kata Bupati.
Selain
penanganan kekurangan air bersih, Bupati mengingatkan pentingnya mengantisipasi
potensi kebakaran selama musim kemarau. Para camat diperintahkan untuk
meningkatkan sosialisasi kepada masyarakat terkait pencegahan kebakaran, baik
di lingkungan permukiman maupun kawasan lahan dan perkebunan.
Sementara
itu, Kepala BPBD Kabupaten Gorontalo Utara, Usman Lagarusu melaporkan bahwa
hingga saat ini terdapat enam kecamatan yang telah menyampaikan laporan terkait
dampak musim kemarau. Pemerintah daerah telah melakukan langkah penanganan
dengan menyalurkan bantuan air bersih kepada masyarakat yang membutuhkan.
Bupati
meminta agar penanganan tersebut dilakukan secara terkoordinasi dan tidak hanya
bersifat reaktif. Setiap perangkat daerah terkait diminta menyiapkan jadwal dan
petugas sehingga pelayanan di Posko Kemarau tidak mengalami kekosongan.
“Kita harus
menunjukkan keseriusan pemerintah dalam menghadapi kondisi ini. Walaupun ada
keterbatasan armada dan sumber daya, kita tetap harus memaksimalkan apa yang
kita miliki,” ungkapnya.
Bupati juga
menekankan bahwa dalam menghadapi kemarau, perhatian pemerintah tidak hanya
tertuju pada persoalan air bersih, tetapi juga pada ketersediaan pangan
masyarakat.
Menurutnya,
dalam kondisi saat ini kebutuhan masyarakat terhadap beras dan ketersediaan
air harus menjadi perhatian utama, terutama bagi masyarakat yang paling
terdampak kemarau.
Ia meminta
seluruh OPD, camat, dan pemerintah desa untuk terus memantau kondisi masyarakat
serta segera menyampaikan laporan apabila terdapat wilayah yang membutuhkan
intervensi pemerintah.
Melalui
rapat pimpinan tersebut, Pemerintah Kabupaten Gorontalo Utara memperkuat
komitmen untuk menghadapi dampak musim kemarau melalui sistem informasi yang
terintegrasi, kesiapan armada, koordinasi lintas perangkat daerah, serta
pelayanan yang cepat terhadap masyarakat.
Dengan
dibentuknya Posko Kemarau dan jalur komunikasi yang jelas, diharapkan setiap
laporan masyarakat dapat segera diterima, diverifikasi, dan ditindaklanjuti
sesuai kebutuhan di lapangan.(Kominfo-Gorut)
