info@gorutkab.go.id +6285240046579

KADIS NAKERTRANS GORONTALO UTARA, ROY VAN SOLANG DORONG PEMANFAATAN LIMBAH JAGUNG JADI PAKAN TERNAK UNTUK PERKUAT PROGRAM G2-10 PLUS

  • Novita Antula
  • Disukai 0
  • Dibaca 72 Kali
KADIS NAKERTRANS GORONTALO UTARA, ROY VAN SOLANG DORONG PEMANFAATAN LIMBAH JAGUNG JADI PAKAN TERNAK UNTUK PERKUAT PROGRAM G2-10 PLUS

Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Gorontalo Utara, Roy Van Solang, menghadiri kegiatan Pendampingan Alumni Pelatihan Teknologi Pengolahan Pakan Ternak dari Limbah Jagung Angkatan VII.

Kegiatan yang dilaksanakan oleh Balai Pelatihan dan Pemberdayaan Masyarakat Transmigrasi Banjarmasin, Kementerian Transmigrasi Republik Indonesia, tersebut berlangsung di Aula Kantor Desa Bulontio Timur, Kecamatan Sumalata, Kabupaten Gorontalo Utara. Rabu (19-08-2026).

Pendampingan ini ditujukan untuk meningkatkan keterampilan para alumni pelatihan dalam mengolah limbah jagung menjadi pakan ternak yang memiliki nilai tambah dan bernilai ekonomis. Pemanfaatan limbah pertanian tersebut diharapkan dapat mendukung pengembangan usaha peternakan sekaligus membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat.

Roy Van Solang menyampaikan apresiasi kepada Kementerian Transmigrasi melalui Balai Pelatihan dan Pemberdayaan Masyarakat Transmigrasi Banjarmasin atas pelaksanaan pendampingan bagi masyarakat di Kabupaten Gorontalo Utara.

Menurutnya, kegiatan tersebut sangat relevan dengan potensi daerah, khususnya dalam mendorong pemanfaatan sumber daya lokal untuk mendukung sektor peternakan.

“Kami mengapresiasi pendampingan yang diberikan kepada para alumni pelatihan. Keterampilan mengolah limbah jagung menjadi pakan ternak merupakan inovasi yang sangat bermanfaat karena selain mengurangi limbah, juga dapat memberikan nilai tambah ekonomi bagi masyarakat,” ujar Roy Van Solang.


Ia berharap kegiatan pendampingan tersebut dapat memperkuat pelaksanaan Program G2-10 Plus, salah satu program unggulan Bupati dan Wakil Bupati Gorontalo Utara, terutama dalam mendorong peningkatan produktivitas peternakan dan optimalisasi potensi lokal.

Roy menilai, pengembangan keterampilan masyarakat harus terus diikuti dengan pendampingan dan penguatan usaha, sehingga pengetahuan yang diperoleh melalui pelatihan dapat diterapkan secara berkelanjutan dan menghasilkan manfaat nyata.

“Kami berharap sinergi antara Pemerintah Kabupaten Gorontalo Utara dan Kementerian Transmigrasi terus diperkuat. Dengan kolaborasi yang baik, keterampilan masyarakat dapat dikembangkan menjadi kegiatan usaha produktif yang pada akhirnya meningkatkan kemandirian dan kesejahteraan masyarakat,” tambahnya.

Kegiatan pendampingan ini sekaligus menjadi bagian dari upaya mendorong masyarakat agar mampu memanfaatkan potensi pertanian dan peternakan secara terpadu. Limbah jagung yang selama ini berpotensi menjadi bahan terbuang dapat diolah menjadi sumber pakan ternak, sehingga menciptakan konsep usaha yang lebih efisien dan berkelanjutan.

Pemerintah Kabupaten Gorontalo Utara berkomitmen mendukung berbagai program peningkatan kapasitas masyarakat melalui penguatan keterampilan, pemanfaatan potensi lokal, serta sinergi lintas sektor bersama pemerintah pusat.

Melalui langkah tersebut, pengembangan sektor peternakan diharapkan semakin produktif, sekaligus memberikan kontribusi terhadap peningkatan pendapatan dan kesejahteraan masyarakat Gorontalo Utara.(Kominfo-Gorut)