KADIS NAKERTRANS GORONTALO UTARA, ROY VAN SOLANG DORONG PEMANFAATAN LIMBAH JAGUNG JADI PAKAN TERNAK UNTUK PERKUAT PROGRAM G2-10 PLUS
KADIS NAKERTRANS GORONTALO UTARA, ROY VAN SOLANG DORONG PEMANFAATAN LIMBAH JAGUNG JADI PAKAN TERNAK UNTUK PERKUAT PROGRAM G2-10 PLUS
Kepala
Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Gorontalo Utara, Roy Van Solang,
menghadiri kegiatan Pendampingan Alumni Pelatihan Teknologi Pengolahan Pakan
Ternak dari Limbah Jagung Angkatan VII.
Kegiatan
yang dilaksanakan oleh Balai Pelatihan dan Pemberdayaan Masyarakat Transmigrasi
Banjarmasin, Kementerian Transmigrasi Republik Indonesia, tersebut berlangsung
di Aula Kantor Desa Bulontio Timur, Kecamatan Sumalata, Kabupaten Gorontalo
Utara. Rabu (19-08-2026).
Pendampingan
ini ditujukan untuk meningkatkan keterampilan para alumni pelatihan dalam
mengolah limbah jagung menjadi pakan ternak yang memiliki nilai tambah dan
bernilai ekonomis. Pemanfaatan limbah pertanian tersebut diharapkan dapat
mendukung pengembangan usaha peternakan sekaligus membuka peluang ekonomi baru
bagi masyarakat.
Roy Van
Solang menyampaikan apresiasi kepada Kementerian Transmigrasi melalui Balai
Pelatihan dan Pemberdayaan Masyarakat Transmigrasi Banjarmasin atas pelaksanaan
pendampingan bagi masyarakat di Kabupaten Gorontalo Utara.
Menurutnya,
kegiatan tersebut sangat relevan dengan potensi daerah, khususnya dalam
mendorong pemanfaatan sumber daya lokal untuk mendukung sektor peternakan.
“Kami mengapresiasi pendampingan yang diberikan kepada para alumni pelatihan. Keterampilan mengolah limbah jagung menjadi pakan ternak merupakan inovasi yang sangat bermanfaat karena selain mengurangi limbah, juga dapat memberikan nilai tambah ekonomi bagi masyarakat,” ujar Roy Van Solang.
Ia berharap
kegiatan pendampingan tersebut dapat memperkuat pelaksanaan Program G2-10
Plus, salah satu program unggulan Bupati dan Wakil Bupati Gorontalo Utara,
terutama dalam mendorong peningkatan produktivitas peternakan dan optimalisasi
potensi lokal.
Roy
menilai, pengembangan keterampilan masyarakat harus terus diikuti dengan
pendampingan dan penguatan usaha, sehingga pengetahuan yang diperoleh melalui
pelatihan dapat diterapkan secara berkelanjutan dan menghasilkan manfaat nyata.
“Kami
berharap sinergi antara Pemerintah Kabupaten Gorontalo Utara dan Kementerian
Transmigrasi terus diperkuat. Dengan kolaborasi yang baik, keterampilan
masyarakat dapat dikembangkan menjadi kegiatan usaha produktif yang pada
akhirnya meningkatkan kemandirian dan kesejahteraan masyarakat,” tambahnya.
Kegiatan
pendampingan ini sekaligus menjadi bagian dari upaya mendorong masyarakat agar
mampu memanfaatkan potensi pertanian dan peternakan secara terpadu. Limbah
jagung yang selama ini berpotensi menjadi bahan terbuang dapat diolah menjadi
sumber pakan ternak, sehingga menciptakan konsep usaha yang lebih efisien dan
berkelanjutan.
Pemerintah
Kabupaten Gorontalo Utara berkomitmen mendukung berbagai program peningkatan
kapasitas masyarakat melalui penguatan keterampilan, pemanfaatan potensi lokal,
serta sinergi lintas sektor bersama pemerintah pusat.
Melalui
langkah tersebut, pengembangan sektor peternakan diharapkan semakin produktif,
sekaligus memberikan kontribusi terhadap peningkatan pendapatan dan
kesejahteraan masyarakat Gorontalo Utara.(Kominfo-Gorut)
