info@gorutkab.go.id +6285240046579

Kalak BPBD Kabupaten Gorontalo Utara, Usman Lagarusu, Buka Pintu Kolaborasi UMKM Lokal Untuk Pendistribusian Air Bersih Hadapi Kemarau

  • Novita Antula
  • Disukai 0
  • Dibaca 97 Kali
Kalak BPBD Kabupaten Gorontalo Utara, Usman Lagarusu, Buka Pintu Kolaborasi UMKM Lokal Untuk Pendistribusian Air Bersih Hadapi Kemarau

Krisis air bersih akibat kemarau panjang di Kabupaten Gorontalo Utara semakin membutuhkan langkah cepat. Pemerintah daerah melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) terus bergerak mendistribusikan air bersih ke sejumlah wilayah yang masyarakatnya mulai kesulitan mendapatkan sumber air untuk kebutuhan sehari-hari.

Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Kabupaten Gorontalo Utara, Usman Lagarusu, menegaskan distribusi air bersih menjadi salah satu langkah utama pemerintah untuk menjawab kebutuhan masyarakat yang terdampak kekeringan.

Usman berharap setiap distribusi yang dilakukan mampu meringankan beban warga sekaligus menekan dampak kelangkaan air bersih yang kini terjadi secara masif.

“Kami berharap kegiatan ini bisa memenuhi kebutuhan masyarakat sekaligus menjawab kelangkaan air bersih yang masif terjadi saat ini,” tegas Usman.

Namun, penanganan krisis air bersih tidak tanpa tantangan. Jarak yang jauh antara sumber air baku dengan desa-desa terdampak kekeringan menjadi persoalan tersendiri, terutama dalam hal mobilitas armada pengangkut air.

Kondisi tersebut mendorong BPBD Gorontalo Utara mengambil langkah strategis dengan membuka peluang keterlibatan UMKM lokal di Kecamatan Sumalata Timur.

BPBD menawarkan ruang kerja sama antara pelaku UMKM lokal dan Pemerintah Kabupaten Gorontalo Utara melalui mekanisme sewa-menyewa sarana dan mobilitas yang dapat digunakan untuk memperkuat distribusi air bersih ke wilayah terdampak.

Langkah ini diharapkan menjadi solusi untuk memperpendek rentang waktu distribusi, memperkuat dukungan armada, sekaligus mengoptimalkan potensi sumber daya lokal dalam menghadapi kondisi darurat kekeringan.


“Untuk mengefektifkan pendistribusian air bersih, mengingat jauhnya jarak menuju titik sumber air baku bersih dengan lokasi desa terdampak kekeringan, kami membuka peluang kepada UMKM lokal di Sumalata Timur untuk dapat bekerja sama dengan Pemerintah Daerah Kabupaten Gorontalo Utara melalui BPBD,” ungkapnya.

BPBD Gorontalo Utara selaku komando pengendali penanganan bencana kekeringan dan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) mengajak pelaku UMKM lokal yang memiliki sarana pendukung mobilitas untuk ikut mengambil bagian dalam penanganan kondisi tersebut.

Bukan sekadar bantuan air, tetapi memperkuat seluruh rantai distribusi agar air benar-benar cepat sampai ke warga yang membutuhkan.

Bagi UMKM lokal di Kecamatan Sumalata Timur yang berminat menjalin kerja sama, BPBD Gorontalo Utara mempersilakan untuk segera berkoordinasi dengan Posko Bencana Kekeringan dan Karhutla yang berada di Kompleks Blok Plan Perkantoran Pemerintah Kabupaten Gorontalo Utara.

Koordinasi dapat dilakukan melalui Koordinator Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Kabupaten Gorontalo Utara. yang juga sebagai Sekretaris BPBD, Jemy Igirisa

Di tengah kemarau yang terus menekan, pemerintah menegaskan bahwa penanganan krisis air bersih membutuhkan kecepatan, kolaborasi, dan dukungan seluruh elemen daerah. UMKM lokal pun didorong menjadi bagian dari gerak bersama untuk memastikan kebutuhan air bersih masyarakat terdampak tetap terpenuhi. (Kominfo-Gorut)