info@gorutkab.go.id +6285240046579

Kebakaran SMP Negeri 3 Tomilito, Tiga Ruang Kelas Ludes Terbakar, Pemkab Pastikan 90 Siswa Tetap Belajar

  • Novita Antula
  • Disukai 0
  • Dibaca 165 Kali
Kebakaran SMP Negeri 3 Tomilito, Tiga Ruang Kelas Ludes Terbakar, Pemkab Pastikan 90 Siswa Tetap Belajar

Musibah kebakaran melanda SMP Negeri 3 Tomilito, Desa Bubode, Kecamatan Tomilito, Kabupaten Gorontalo Utara, Selasa (08-09-2026). Kebakaran yang terjadi sekitar pukul 17.52 WITA tersebut menghanguskan tiga Ruang Kegiatan Belajar (RKB).

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Gorontalo Utara, Abdul Wahab Paudi, langsung turun ke lokasi untuk melihat kondisi bangunan sekolah pascakebakaran sekaligus memastikan keberlangsungan proses belajar mengajar bagi para siswa.

Berdasarkan informasi awal di lapangan, sumber api diketahui berasal dari bagian gudang sekolah dan diduga sementara akibat korsleting listrik pada salah satu ruang sekolah. Penyebab pasti kebakaran masih menunggu hasil pemeriksaan lebih lanjut dari pihak berwenang.

Kebakaran pertama kali dilaporkan melalui Danpos Tomilito Koramil Kwandang dan diteruskan kepada Plt. Kepala Dinas Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran Kabupaten Gorontalo Utara, Retno Gunadi

Tim Damkar Gorontalo Utara yang langsung di pimpin Plt. Kepala Dinas Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran Kabupaten Gorontalo Utara, Retno Gunadi langsung bergerak menuju lokasi SMP Negeri 3 Tomilito.

Setibanya di lokasi, Tim Damkar Gorontalo Utara segera melakukan upaya pemadaman. kemudian berkoordinasi dengan PUDAM Gorontalo Utara untuk mendapatkan dukungan suplai air. Tidak berselang lama, armada PUDAM tiba di lokasi dan membantu kebutuhan air untuk proses pemadaman.

Berkat respons cepat dan sinergi seluruh unsur yang terlibat, api akhirnya berhasil dikendalikan sehingga tidak meluas ke bangunan lainnya.

Di tengah kondisi sekolah yang terdampak, Dinas Pendidikan Kabupaten Gorontalo Utara memastikan proses belajar mengajar tidak terhenti.


Sebanyak 90 siswa SMP Negeri 3 Tomilito tetap akan mengikuti kegiatan pembelajaran mulai Rabu (09-09-2026) dengan memanfaatkan ruang laboratorium sebagai tempat belajar sementara.

“Mulai besok anak-anak tetap belajar. Untuk sementara kita gunakan ruang laboratorium. Karena fasilitasnya terbatas, siswa akan belajar secara melantai sambil kita upayakan meminjam meja dan bangku dari sekolah lain,” ujar Abdul Wahab Paudi saat meninjau lokasi kebakaran.

Ia menegaskan, langkah tersebut merupakan solusi darurat agar para siswa tetap mendapatkan hak pendidikan meskipun tiga ruang kelas mengalami kerusakan akibat kebakaran.

Untuk mempercepat pemulihan fasilitas pendidikan, Dinas Pendidikan Kabupaten Gorontalo Utara segera menyiapkan proposal pengusulan pembangunan kembali ruang kelas yang terbakar kepada Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Dikdasmen).

“InsyaAllah proposalnya minggu depan sudah rampung dan segera kami usulkan ke Kementerian Dikdasmen. Kita berharap ada dukungan untuk pembangunan kembali ruang kelas yang terdampak kebakaran,” jelas Abdul Wahab.

Menurutnya, pemerintah daerah akan terus melakukan koordinasi dan mencari solusi terbaik agar proses pembelajaran dapat berlangsung dengan aman dan nyaman sembari menunggu penanganan serta pembangunan kembali fasilitas sekolah.


Penanganan kebakaran melibatkan berbagai unsur, yakni Damkar Gorontalo Utara, Babinsa Tomilito, Polres Gorontalo Utara, aparat desa, masyarakat, PUDAM Gorontalo Utara, serta Ketua Tagana Gorontalo Utara.

Sinergi lintas unsur tersebut menjadi bagian penting dalam mempercepat proses pemadaman dan memastikan api dapat dikendalikan.

Pemerintah Kabupaten Gorontalo Utara menyampaikan keprihatinan atas musibah yang menimpa SMP Negeri 3 Tomilito dan memastikan penanganan akan dilakukan secara bertahap, dengan keselamatan siswa dan keberlanjutan proses pendidikan sebagai prioritas utama.(Kominfo-Gorut)