Kebakaran SMP Negeri 3 Tomilito, Tiga Ruang Kelas Ludes Terbakar, Pemkab Pastikan 90 Siswa Tetap Belajar
Kebakaran SMP Negeri 3 Tomilito, Tiga Ruang Kelas Ludes Terbakar, Pemkab Pastikan 90 Siswa Tetap Belajar
Musibah
kebakaran melanda SMP Negeri 3 Tomilito, Desa Bubode, Kecamatan
Tomilito, Kabupaten Gorontalo Utara, Selasa (08-09-2026). Kebakaran yang
terjadi sekitar pukul 17.52 WITA tersebut menghanguskan tiga Ruang
Kegiatan Belajar (RKB).
Kepala
Dinas Pendidikan Kabupaten Gorontalo Utara, Abdul Wahab Paudi, langsung
turun ke lokasi untuk melihat kondisi bangunan sekolah pascakebakaran sekaligus
memastikan keberlangsungan proses belajar mengajar bagi para siswa.
Berdasarkan
informasi awal di lapangan, sumber api diketahui berasal dari bagian gudang
sekolah dan diduga sementara akibat korsleting listrik pada salah satu
ruang sekolah. Penyebab pasti kebakaran masih menunggu hasil pemeriksaan
lebih lanjut dari pihak berwenang.
Kebakaran
pertama kali dilaporkan melalui Danpos Tomilito Koramil Kwandang dan diteruskan
kepada Plt. Kepala Dinas Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran
Kabupaten Gorontalo Utara, Retno Gunadi
Tim Damkar
Gorontalo Utara yang langsung di pimpin Plt. Kepala Dinas Satuan Polisi Pamong
Praja dan Pemadam Kebakaran Kabupaten Gorontalo Utara, Retno Gunadi langsung
bergerak menuju lokasi SMP Negeri 3 Tomilito.
Setibanya
di lokasi, Tim Damkar Gorontalo Utara segera melakukan upaya pemadaman.
kemudian berkoordinasi dengan PUDAM Gorontalo Utara untuk mendapatkan
dukungan suplai air. Tidak berselang lama, armada PUDAM tiba di lokasi dan
membantu kebutuhan air untuk proses pemadaman.
Berkat
respons cepat dan sinergi seluruh unsur yang terlibat, api akhirnya berhasil
dikendalikan sehingga tidak meluas ke bangunan lainnya.
Di tengah kondisi sekolah yang terdampak, Dinas Pendidikan Kabupaten Gorontalo Utara memastikan proses belajar mengajar tidak terhenti.
Sebanyak 90
siswa SMP Negeri 3 Tomilito tetap akan mengikuti kegiatan pembelajaran mulai
Rabu (09-09-2026) dengan memanfaatkan ruang laboratorium sebagai tempat
belajar sementara.
“Mulai
besok anak-anak tetap belajar. Untuk sementara kita gunakan ruang laboratorium.
Karena fasilitasnya terbatas, siswa akan belajar secara melantai sambil kita
upayakan meminjam meja dan bangku dari sekolah lain,” ujar Abdul Wahab Paudi
saat meninjau lokasi kebakaran.
Ia
menegaskan, langkah tersebut merupakan solusi darurat agar para siswa tetap
mendapatkan hak pendidikan meskipun tiga ruang kelas mengalami kerusakan akibat
kebakaran.
Untuk
mempercepat pemulihan fasilitas pendidikan, Dinas Pendidikan Kabupaten
Gorontalo Utara segera menyiapkan proposal pengusulan pembangunan kembali ruang
kelas yang terbakar kepada Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah
(Dikdasmen).
“InsyaAllah
proposalnya minggu depan sudah rampung dan segera kami usulkan ke Kementerian
Dikdasmen. Kita berharap ada dukungan untuk pembangunan kembali ruang kelas
yang terdampak kebakaran,” jelas Abdul Wahab.
Menurutnya, pemerintah daerah akan terus melakukan koordinasi dan mencari solusi terbaik agar proses pembelajaran dapat berlangsung dengan aman dan nyaman sembari menunggu penanganan serta pembangunan kembali fasilitas sekolah.
Penanganan
kebakaran melibatkan berbagai unsur, yakni Damkar Gorontalo Utara, Babinsa
Tomilito, Polres Gorontalo Utara, aparat desa, masyarakat, PUDAM Gorontalo
Utara, serta Ketua Tagana Gorontalo Utara.
Sinergi
lintas unsur tersebut menjadi bagian penting dalam mempercepat proses pemadaman
dan memastikan api dapat dikendalikan.
Pemerintah
Kabupaten Gorontalo Utara menyampaikan keprihatinan atas musibah yang menimpa
SMP Negeri 3 Tomilito dan memastikan penanganan akan dilakukan secara bertahap,
dengan keselamatan siswa dan keberlanjutan proses pendidikan sebagai
prioritas utama.(Kominfo-Gorut)
