Kekeringan Makin Meluas, Desa Imana Kini Krisis Air Bersih: BPBD Gorut Distribusikan 4.400 Liter
Kekeringan Makin Meluas, Desa Imana Kini Krisis Air Bersih: BPBD Gorut Distribusikan 4.400 Liter
Dampak
musim kemarau tahun 2026 di Kabupaten Gorontalo Utara semakin meluas. Wilayah
yang selama ini relatif aman dari persoalan kekeringan kini mulai merasakan
kondisi yang semakin kritis, salah satunya Desa Imana, Kecamatan Atinggola.
Menjawab
permintaan dan kebutuhan mendesak masyarakat, Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD
Kabupaten Gorontalo Utara kembali bergerak melakukan pelayanan distribusi
air bersih bagi warga terdampak kekeringan di Desa Imana. Minggu (06-09-2026)
Kali ini,
distribusi menyasar dua dusun, yakni Dusun Bungku Duwo dan Dusun Sapaweya,
dengan jumlah penerima manfaat sebanyak 129 Kepala Keluarga (KK) atau 475
jiwa.
Sebanyak 4.400
liter air bersih disalurkan untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat yang
mulai mengalami kesulitan mendapatkan air bersih akibat mengeringnya
sumber-sumber air.
Sekretaris
BPBD Kabupaten Gorontalo Utara, Jemy Igirisa, menyampaikan bahwa kondisi
kekeringan di Desa Imana menjadi perhatian serius karena wilayah tersebut
sebelumnya tidak termasuk kawasan yang biasanya terdampak kekeringan.
“Musim
kemarau tahun 2023, wilayah ini tidak mengalami kondisi seperti sekarang. Namun
tahun 2026 ini situasinya berbeda. Dampak musim kering sangat parah, bahkan
kondisi air bersih di Desa Imana sudah masuk pada situasi kritis dan krisis,”
ujar Jemy.
Dalam
menjalankan misi kemanusiaan tersebut, Tim TRC BPBD Gorontalo Utara harus
melewati akses jalan menuju dusun yang saat ini masih dalam proses pengerjaan
pemasangan jaringan pipa air PDAM.
Kondisi
tersebut tidak menyurutkan langkah petugas untuk tetap memberikan pelayanan
kepada masyarakat.
“Kondisi
akses jalan yang sementara dalam pengerjaan pemasangan pipa PDAM tidak
menyurutkan semangat Tim TRC BPBD. Bagi kami, kebutuhan air bersih masyarakat
adalah yang utama dan harus segera dilayani,” tegasnya.
BPBD
Gorontalo Utara berharap bantuan air bersih yang telah disalurkan dapat
meringankan beban masyarakat sekaligus memenuhi kebutuhan dasar warga untuk
sementara waktu.
Namun, mengingat kapasitas air yang tersedia masih belum mencukupi kebutuhan masyarakat terdampak, Tim TRC BPBD Gorontalo Utara kemungkinan akan kembali melakukan distribusi air bersih pada Senin pagi.
Untuk
memaksimalkan pelayanan, BPBD Gorontalo Utara juga menyiapkan langkah penguatan
armada distribusi.
“Kedepannya
kami akan berupaya meminjam mobil tangki air milik Satpol PP Kabupaten
Gorontalo Utara dengan kapasitas sekitar 5.000 liter, sehingga
pendistribusian dapat dilakukan lebih maksimal dan menjangkau masyarakat yang
membutuhkan,” jelas Jemy.
Menurutnya,
kondisi kekeringan tahun 2026 membutuhkan kerja bersama seluruh pihak. BPBD
tidak hanya menghadapi persoalan keterbatasan armada dan sumber daya, tetapi
juga harus merespons dampak kekeringan yang semakin masif.
“Dengan
keterbatasan yang ada, BPBD Kabupaten Gorontalo Utara senantiasa berkomitmen
untuk tetap mengutamakan pelayanan terhadap kebutuhan air bersih masyarakat.
Ini kebutuhan paling utama dan tidak bisa ditunda,” tegasnya.
Jemy
menambahkan, kekeringan tahun ini tidak hanya berdampak terhadap kebutuhan air
bersih rumah tangga, tetapi juga mulai memberikan tekanan serius terhadap
sektor pertanian.
Musim
kemarau yang telah berlangsung memasuki bulan keempat memberikan dampak
signifikan terhadap ketersediaan sumber air. Sejumlah lahan pertanian juga
terancam mengalami gagal panen apabila kondisi tersebut terus berlanjut.
“Dampaknya
sangat masif. Sumber-sumber air bersih mulai mengering, sementara lahan
pertanian juga terancam gagal panen. Jika kondisi ini terus berlangsung, tentu
akan berimplikasi pada kerugian materi yang tidak ternilai bagi kelompok tani,”
ungkapnya.
BPBD
Gorontalo Utara memastikan upaya penanganan akan terus dilakukan dengan
mengoptimalkan sumber daya yang tersedia serta memperkuat koordinasi lintas
sektor.
Penyaluran air bersih ke Desa Imana menjadi bagian dari respons cepat pemerintah daerah dalam memastikan masyarakat tetap memperoleh kebutuhan dasar di tengah tekanan musim kemarau yang semakin berat.
Air
bersih bukan sekadar bantuan, tetapi kebutuhan dasar yang harus dipastikan
tersedia bagi masyarakat. Di tengah keterbatasan, BPBD Gorontalo Utara
memastikan pelayanan kemanusiaan tetap berjalan.(Kominfo-Gorut)
