info@gorutkab.go.id +6285240046579

Kekeringan Makin Meluas, Desa Imana Kini Krisis Air Bersih: BPBD Gorut Distribusikan 4.400 Liter

  • Novita Antula
  • Disukai 1
  • Dibaca 132 Kali
Kekeringan Makin Meluas, Desa Imana Kini Krisis Air Bersih: BPBD Gorut Distribusikan 4.400 Liter

Dampak musim kemarau tahun 2026 di Kabupaten Gorontalo Utara semakin meluas. Wilayah yang selama ini relatif aman dari persoalan kekeringan kini mulai merasakan kondisi yang semakin kritis, salah satunya Desa Imana, Kecamatan Atinggola.

Menjawab permintaan dan kebutuhan mendesak masyarakat, Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Kabupaten Gorontalo Utara kembali bergerak melakukan pelayanan distribusi air bersih bagi warga terdampak kekeringan di Desa Imana. Minggu (06-09-2026)

Kali ini, distribusi menyasar dua dusun, yakni Dusun Bungku Duwo dan Dusun Sapaweya, dengan jumlah penerima manfaat sebanyak 129 Kepala Keluarga (KK) atau 475 jiwa.

Sebanyak 4.400 liter air bersih disalurkan untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat yang mulai mengalami kesulitan mendapatkan air bersih akibat mengeringnya sumber-sumber air.

Sekretaris BPBD Kabupaten Gorontalo Utara, Jemy Igirisa, menyampaikan bahwa kondisi kekeringan di Desa Imana menjadi perhatian serius karena wilayah tersebut sebelumnya tidak termasuk kawasan yang biasanya terdampak kekeringan.

Musim kemarau tahun 2023, wilayah ini tidak mengalami kondisi seperti sekarang. Namun tahun 2026 ini situasinya berbeda. Dampak musim kering sangat parah, bahkan kondisi air bersih di Desa Imana sudah masuk pada situasi kritis dan krisis,” ujar Jemy.

Dalam menjalankan misi kemanusiaan tersebut, Tim TRC BPBD Gorontalo Utara harus melewati akses jalan menuju dusun yang saat ini masih dalam proses pengerjaan pemasangan jaringan pipa air PDAM.

Kondisi tersebut tidak menyurutkan langkah petugas untuk tetap memberikan pelayanan kepada masyarakat.

Kondisi akses jalan yang sementara dalam pengerjaan pemasangan pipa PDAM tidak menyurutkan semangat Tim TRC BPBD. Bagi kami, kebutuhan air bersih masyarakat adalah yang utama dan harus segera dilayani,” tegasnya.

BPBD Gorontalo Utara berharap bantuan air bersih yang telah disalurkan dapat meringankan beban masyarakat sekaligus memenuhi kebutuhan dasar warga untuk sementara waktu.

Namun, mengingat kapasitas air yang tersedia masih belum mencukupi kebutuhan masyarakat terdampak, Tim TRC BPBD Gorontalo Utara kemungkinan akan kembali melakukan distribusi air bersih pada Senin pagi.


Untuk memaksimalkan pelayanan, BPBD Gorontalo Utara juga menyiapkan langkah penguatan armada distribusi.

“Kedepannya kami akan berupaya meminjam mobil tangki air milik Satpol PP Kabupaten Gorontalo Utara dengan kapasitas sekitar 5.000 liter, sehingga pendistribusian dapat dilakukan lebih maksimal dan menjangkau masyarakat yang membutuhkan,” jelas Jemy.

Menurutnya, kondisi kekeringan tahun 2026 membutuhkan kerja bersama seluruh pihak. BPBD tidak hanya menghadapi persoalan keterbatasan armada dan sumber daya, tetapi juga harus merespons dampak kekeringan yang semakin masif.

Dengan keterbatasan yang ada, BPBD Kabupaten Gorontalo Utara senantiasa berkomitmen untuk tetap mengutamakan pelayanan terhadap kebutuhan air bersih masyarakat. Ini kebutuhan paling utama dan tidak bisa ditunda,” tegasnya.

Jemy menambahkan, kekeringan tahun ini tidak hanya berdampak terhadap kebutuhan air bersih rumah tangga, tetapi juga mulai memberikan tekanan serius terhadap sektor pertanian.

Musim kemarau yang telah berlangsung memasuki bulan keempat memberikan dampak signifikan terhadap ketersediaan sumber air. Sejumlah lahan pertanian juga terancam mengalami gagal panen apabila kondisi tersebut terus berlanjut.

Dampaknya sangat masif. Sumber-sumber air bersih mulai mengering, sementara lahan pertanian juga terancam gagal panen. Jika kondisi ini terus berlangsung, tentu akan berimplikasi pada kerugian materi yang tidak ternilai bagi kelompok tani,” ungkapnya.

BPBD Gorontalo Utara memastikan upaya penanganan akan terus dilakukan dengan mengoptimalkan sumber daya yang tersedia serta memperkuat koordinasi lintas sektor.

Penyaluran air bersih ke Desa Imana menjadi bagian dari respons cepat pemerintah daerah dalam memastikan masyarakat tetap memperoleh kebutuhan dasar di tengah tekanan musim kemarau yang semakin berat.


Air bersih bukan sekadar bantuan, tetapi kebutuhan dasar yang harus dipastikan tersedia bagi masyarakat. Di tengah keterbatasan, BPBD Gorontalo Utara memastikan pelayanan kemanusiaan tetap berjalan.(Kominfo-Gorut)