Kemarau Belum Juga Berakhir, Bantuan Air Bersih Anggota DPR RI Rusli Habibie Kembali Mengalir ke Warga Kecamatan Tomilito
Kemarau Belum Juga Berakhir, Bantuan Air Bersih Anggota DPR RI Rusli Habibie Kembali Mengalir ke Warga Kecamatan Tomilito
Di tengah
musim kemarau yang masih melanda sejumlah wilayah Kabupaten Gorontalo Utara,
bantuan air bersih dari Anggota DPR RI Rusli Habibie kembali disalurkan kepada
masyarakat terdampak kekeringan.
Penyaluran
pada Sabtu (26/9/2026) merupakan giat penyaluran ke-VIII dari total
kuota 10 kali distribusi bantuan air bersih yang diberikan untuk membantu
memenuhi kebutuhan dasar masyarakat di wilayah terdampak.
Pada
distribusi kali ini, bantuan menyasar dua desa di Kecamatan Tomilito, yakni Desa
Leyao dan Desa Milango.
Di Desa
Leyao, tim menyalurkan sebanyak 4.000 liter air bersih untuk
memenuhi kebutuhan 38 kepala keluarga (KK) atau 190 jiwa.
Sementara
di Desa Milango, distribusi air bersih mencapai 1.000 liter, yang
diperuntukkan bagi 12 KK atau 58 jiwa.
Dengan
demikian, total distribusi pada hari ini mencapai 5.000 liter air bersih,
dengan sasaran keseluruhan 50 KK atau 248 jiwa.
Penyaluran
dilakukan menggunakan mobil tangki Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP)
berkapasitas 5.000 liter. Air bersih diambil dari Desa Tolango,
Kecamatan Anggrek, menyusul kosongnya stok air di PUDAM Kwandang, Desa
Posso, yang saat ini masih dalam proses perbaikan instalasi air.
Dalam
pelaksanaan di lapangan, distribusi melibatkan tiga personel TRC BPBD
Kabupaten Gorontalo Utara, yakni Yelondra Usira, Ramis Potutu, dan
Rahman Poki.
Tim juga
didampingi Ketua Karang Taruna Kabupaten Gorontalo Utara Bais Kakilo
serta satu orang staf Kantor Camat Tomilito.
Penyaluran
ini menjadi bagian dari upaya bersama untuk memastikan masyarakat yang masih
terdampak kekeringan tetap mendapatkan akses air bersih. Kolaborasi lintas
unsur terus dilakukan agar distribusi bantuan dapat menjangkau wilayah-wilayah
yang membutuhkan.
Memasuki
penyaluran ke-VIII, bantuan air bersih dari Rusli Habibie masih menyisakan dua
kali distribusi dari total kuota 10 kali penyaluran yang telah
dialokasikan.
Pemerintah daerah
bersama BPBD dan unsur terkait terus melakukan pemantauan terhadap kondisi
masyarakat terdampak kekeringan, sekaligus memastikan bantuan dapat disalurkan
secara tepat sasaran sesuai kebutuhan di lapangan.(Kominfo-Gorut)
