Kemarau Berkepanjangan, Pemkab Gorontalo Utara Gelar Shalat Istisqa, Serukan Taubat dan Kepedulian Lingkungan
Kemarau Berkepanjangan, Pemkab Gorontalo Utara Gelar Shalat Istisqa, Serukan Taubat dan Kepedulian Lingkungan
Pemerintah
Kabupaten Gorontalo Utara bersama jajaran pemerintah kecamatan, pemerintah
desa, tokoh agama, tokoh masyarakat, dan masyarakat Desa Bualemo melaksanakan Shalat
Istisqa sebagai ikhtiar dan doa memohon turunnya hujan di tengah kondisi
kemarau berkepanjangan yang melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Gorontalo
Utara.
Shalat
Istisqa di Kecamatan Kwandang dilaksanakan di Dusun Pakuku, Desa Bualemo,
Kecamatan Kwandang, Kabupaten Gorontalo Utara, Kamis (24-09-2026).
Kegiatan
ini dihadiri Staf Ahli Bupati Bidang Pemerintahan, Hukum dan Politik, Asisten
Perekonomian dan Pembangunan Setda Kabupaten Gorontalo Utara, Inspektur Daerah,
para pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) se-Kabupaten Gorontalo Utara, Aparat
Kecamatan Kwandang bersama para kepala desa se-Kecamatan Kwandang, serta
masyarakat Desa Bualemo, tokoh agama dan tokoh masyarakat.
Bertindak
sebagai khatib Shalat Istisqa, Tuan Khadi Kabupaten Gorontalo Utara, Ustaz
Faisal Aliyafi, dalam khutbahnya mengangkat tema “Introspeksi Diri
Menuju Kesadaran Kolektif dan Taubat Massal.”
Dalam
khutbahnya, Ustaz Faisal mengajak seluruh jamaah untuk menjadikan kondisi
kemarau yang berkepanjangan sebagai momentum melakukan introspeksi diri,
meningkatkan ketakwaan, memperbanyak istighfar, serta kembali mendekatkan diri
kepada Allah SWT.
“Marilah
kita bertaubat dengan sebenar-benarnya taubat, taubatan nasuha, lepaskan
kezaliman, perbanyak istighfar, keluarkan sedekah yang terbaik dan kembalilah
kepada jalan Allah dengan hati yang bersih dan lurus,” pesan Ustaz Faisal di
hadapan jamaah.
Ia
menyampaikan, Allah SWT merupakan Zat Yang Maha Pemurah, Maha Pengasih dan Maha
Penyayang. Berbagai nikmat yang diberikan kepada manusia merupakan karunia yang
harus disyukuri dan dijaga.
Menurutnya,
kondisi kekeringan yang saat ini dirasakan masyarakat harus menjadi bahan
perenungan bersama. Sumur-sumur yang mengering, tanaman yang layu, ternak yang mengalami
kesulitan mendapatkan air, serta kondisi alam yang semakin kering menjadi
pengingat agar manusia semakin sadar terhadap kewajibannya kepada Allah SWT dan
sesama.
“Marilah
kita introspeksi diri masing-masing. Kekeringan dan cobaan ini menjadi
pelajaran bagi kita untuk meningkatkan rasa syukur, memperbanyak kepedulian
terhadap sesama dan lingkungan,” tuturnya.
Selain
mengajak masyarakat memperkuat nilai keagamaan, Ustaz Faisal juga menekankan
pentingnya menjaga kelestarian lingkungan, khususnya kawasan hutan sebagai
salah satu sumber penyimpanan cadangan air.
Ia
mengingatkan bahwa perubahan fungsi hutan, penebangan pohon, serta aktivitas
yang mengurangi tutupan hutan dapat berdampak terhadap ketersediaan air dan
keseimbangan lingkungan.
“Marilah
kita jadikan musibah kemarau tahun 2026 ini sebagai pelajaran dan motivasi
untuk selalu menjaga lingkungan dengan mengembalikan fungsi hutan yang asri dan
hijau oleh pepohonan yang lebat,” ujarnya.
Dalam
kesempatan tersebut, ia juga mengapresiasi upaya Pemerintah Kabupaten Gorontalo
Utara melalui program Gerakan Agro Mopomulo (GAM) atau Gerakan Sejuta Pohon,
yang menjadi bagian dari upaya penghijauan dan penguatan sektor pertanian
berbasis tanaman buah.
Menurutnya,
gerakan penghijauan yang dilakukan secara konsisten diharapkan dapat memberikan
manfaat jangka panjang bagi lingkungan, termasuk dalam menjaga ketersediaan air
dan mengurangi dampak kekeringan.
“Insyaallah
bukan hal yang mustahil, lima tahun ke depan hutan kita kembali asri dan hijau
lebat, dan akhirnya daerah kita Gorontalo Utara menjadi lumbung buah serta
dapat meminimalisir kejadian musibah kemarau seperti saat ini,” katanya.
Pelaksanaan
Salat Istisqa menjadi bagian dari ikhtiar spiritual masyarakat dan pemerintah
daerah dalam menghadapi kondisi kekeringan. Di sisi lain, momentum tersebut
juga menjadi ajakan bersama untuk memperkuat kepedulian terhadap lingkungan,
menjaga hutan, meningkatkan rasa syukur, serta membangun kesadaran kolektif
dalam menghadapi tantangan perubahan iklim dan kemarau berkepanjangan.
Di akhir
khutbahnya, Ustaz Faisal mengajak seluruh jamaah untuk senantiasa memperbanyak
taubat, mendekatkan diri kepada Allah SWT, serta mensyukuri setiap nikmat yang
diberikan.
“Semoga
kita senantiasa menjadi insan yang sadar dan mengakui kesalahan kita kepada
Allah SWT, dengan memperbanyak taubat, mendekatkan diri kepada Allah SWT serta
memperbanyak syukur atas segala nikmat yang diberikan kepada kita,” pungkasnya.(Kominfo-Gorut)
