info@gorutkab.go.id +6285240046579

Kemarau Berkepanjangan, Pemkab Gorontalo Utara Gelar Shalat Istisqa, Serukan Taubat dan Kepedulian Lingkungan

  • Novita Antula
  • Disukai 0
  • Dibaca 214 Kali
Kemarau Berkepanjangan, Pemkab Gorontalo Utara Gelar Shalat Istisqa, Serukan Taubat dan Kepedulian Lingkungan

Pemerintah Kabupaten Gorontalo Utara bersama jajaran pemerintah kecamatan, pemerintah desa, tokoh agama, tokoh masyarakat, dan masyarakat Desa Bualemo melaksanakan Shalat Istisqa sebagai ikhtiar dan doa memohon turunnya hujan di tengah kondisi kemarau berkepanjangan yang melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Gorontalo Utara.

Shalat Istisqa di Kecamatan Kwandang  dilaksanakan di Dusun Pakuku, Desa Bualemo, Kecamatan Kwandang, Kabupaten Gorontalo Utara, Kamis (24-09-2026).

Kegiatan ini dihadiri Staf Ahli Bupati Bidang Pemerintahan, Hukum dan Politik, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Kabupaten Gorontalo Utara, Inspektur Daerah, para pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) se-Kabupaten Gorontalo Utara, Aparat Kecamatan Kwandang bersama para kepala desa se-Kecamatan Kwandang, serta masyarakat Desa Bualemo, tokoh agama dan tokoh masyarakat.

Bertindak sebagai khatib Shalat Istisqa, Tuan Khadi Kabupaten Gorontalo Utara, Ustaz Faisal Aliyafi, dalam khutbahnya mengangkat tema “Introspeksi Diri Menuju Kesadaran Kolektif dan Taubat Massal.”

Dalam khutbahnya, Ustaz Faisal mengajak seluruh jamaah untuk menjadikan kondisi kemarau yang berkepanjangan sebagai momentum melakukan introspeksi diri, meningkatkan ketakwaan, memperbanyak istighfar, serta kembali mendekatkan diri kepada Allah SWT.

“Marilah kita bertaubat dengan sebenar-benarnya taubat, taubatan nasuha, lepaskan kezaliman, perbanyak istighfar, keluarkan sedekah yang terbaik dan kembalilah kepada jalan Allah dengan hati yang bersih dan lurus,” pesan Ustaz Faisal di hadapan jamaah.

Ia menyampaikan, Allah SWT merupakan Zat Yang Maha Pemurah, Maha Pengasih dan Maha Penyayang. Berbagai nikmat yang diberikan kepada manusia merupakan karunia yang harus disyukuri dan dijaga.

Menurutnya, kondisi kekeringan yang saat ini dirasakan masyarakat harus menjadi bahan perenungan bersama. Sumur-sumur yang mengering, tanaman yang layu, ternak yang mengalami kesulitan mendapatkan air, serta kondisi alam yang semakin kering menjadi pengingat agar manusia semakin sadar terhadap kewajibannya kepada Allah SWT dan sesama.

“Marilah kita introspeksi diri masing-masing. Kekeringan dan cobaan ini menjadi pelajaran bagi kita untuk meningkatkan rasa syukur, memperbanyak kepedulian terhadap sesama dan lingkungan,” tuturnya.

Selain mengajak masyarakat memperkuat nilai keagamaan, Ustaz Faisal juga menekankan pentingnya menjaga kelestarian lingkungan, khususnya kawasan hutan sebagai salah satu sumber penyimpanan cadangan air.

Ia mengingatkan bahwa perubahan fungsi hutan, penebangan pohon, serta aktivitas yang mengurangi tutupan hutan dapat berdampak terhadap ketersediaan air dan keseimbangan lingkungan.

“Marilah kita jadikan musibah kemarau tahun 2026 ini sebagai pelajaran dan motivasi untuk selalu menjaga lingkungan dengan mengembalikan fungsi hutan yang asri dan hijau oleh pepohonan yang lebat,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, ia juga mengapresiasi upaya Pemerintah Kabupaten Gorontalo Utara melalui program Gerakan Agro Mopomulo (GAM) atau Gerakan Sejuta Pohon, yang menjadi bagian dari upaya penghijauan dan penguatan sektor pertanian berbasis tanaman buah.

Menurutnya, gerakan penghijauan yang dilakukan secara konsisten diharapkan dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi lingkungan, termasuk dalam menjaga ketersediaan air dan mengurangi dampak kekeringan.

“Insyaallah bukan hal yang mustahil, lima tahun ke depan hutan kita kembali asri dan hijau lebat, dan akhirnya daerah kita Gorontalo Utara menjadi lumbung buah serta dapat meminimalisir kejadian musibah kemarau seperti saat ini,” katanya.

Pelaksanaan Salat Istisqa menjadi bagian dari ikhtiar spiritual masyarakat dan pemerintah daerah dalam menghadapi kondisi kekeringan. Di sisi lain, momentum tersebut juga menjadi ajakan bersama untuk memperkuat kepedulian terhadap lingkungan, menjaga hutan, meningkatkan rasa syukur, serta membangun kesadaran kolektif dalam menghadapi tantangan perubahan iklim dan kemarau berkepanjangan.

Di akhir khutbahnya, Ustaz Faisal mengajak seluruh jamaah untuk senantiasa memperbanyak taubat, mendekatkan diri kepada Allah SWT, serta mensyukuri setiap nikmat yang diberikan.

“Semoga kita senantiasa menjadi insan yang sadar dan mengakui kesalahan kita kepada Allah SWT, dengan memperbanyak taubat, mendekatkan diri kepada Allah SWT serta memperbanyak syukur atas segala nikmat yang diberikan kepada kita,” pungkasnya.(Kominfo-Gorut)