info@gorutkab.go.id +6285240046579

Kemarau Ekstrem Ancam GAM dan G-30 PB, BPBD Turun Langsung Pastikan Tanaman Tetap Tumbuh

  • Novita Antula
  • Disukai 0
  • Dibaca 90 Kali
Kemarau Ekstrem Ancam GAM dan G-30 PB, BPBD Turun Langsung Pastikan Tanaman Tetap Tumbuh

Musim kemarau yang telah memasuki bulan keempat mulai memberikan dampak terhadap berbagai sektor pembangunan di Kabupaten Gorontalo Utara. Tidak hanya menyangkut kebutuhan air bersih masyarakat, kondisi tersebut juga menjadi tantangan serius bagi keberlanjutan program strategis Pemerintah Kabupaten Gorontalo Utara di sektor pertanian dan lingkungan.

Salah satu program yang turut menghadapi tantangan tersebut adalah Gerakan Agro Mopomulo (GAM), yang menjadi bagian dari agenda besar G-30 PB (Gorontalo Utara 2030 Produsen Buah) dengan target penanaman satu juta pohon buah yang tersebar di sejumlah desa dan kecamatan di wilayah Gorontalo Utara.

Program tersebut dirancang bukan semata untuk meningkatkan produksi buah-buahan. Lebih jauh, GAM diarahkan untuk membangun sistem pertanian yang tangguh, memperbaiki dan menjaga kelestarian lingkungan, memperkuat mitigasi bencana, sekaligus mendorong kemandirian ekonomi keluarga petani.

Karena itu, kondisi kemarau ekstrem tahun ini menjadi tantangan bersama agar tanaman yang telah ditanam melalui gerakan tersebut dapat tetap tumbuh dan berkembang.

Di tengah kesibukannya sebagai komando kendali penanganan bencana kekeringan dan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla), Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Gorontalo Utara Usman Lagarusu turut mengambil bagian dalam upaya sederhana namun memiliki makna strategis tersebut.

Usman Lagarusu mengerahkan mobil tangki air bersih milik BPBD Provinsi Gorontalo untuk melakukan penyiraman tanaman yang berada di pelataran Masjid Jabal Iqro, Kompleks Blokplan Perkantoran Pemerintah Kabupaten Gorontalo Utara.

Usai penyiraman tanaman, mobil tangki tersebut kemudian dimanfaatkan untuk mengisi tangki air guna memenuhi kebutuhan wudhu di Kompleks Masjid Jabal Iqro, sebagai persiapan menghadapi pelaksanaan Salat Jumat yang biasanya dihadiri banyak jemaah.


Langkah tersebut menjadi gambaran bahwa penanganan dampak kemarau tidak hanya berorientasi pada respons terhadap masyarakat terdampak, tetapi juga membutuhkan perhatian terhadap lingkungan dan keberlanjutan program pembangunan daerah.

“Ini memang langkah sederhana, tetapi merupakan bagian dari dukungan teknis kita agar program-program strategis pemerintah daerah tetap berjalan dan tanaman yang sudah ditanam dapat dipertahankan di tengah kondisi kemarau,” ujar Usman Lagarusu.

Menurutnya, kemarau yang berlangsung cukup panjang membutuhkan keterlibatan semua pihak. Pemerintah, masyarakat, dunia usaha, hingga berbagai pemangku kepentingan harus membangun semangat kolaborasi dan gotong royong dalam menghadapi dampak kekeringan.

Semangat tersebut sejalan dengan tujuan besar Gorontalo Utara 2030 Produsen Buah, di mana penanaman satu juta pohon buah tidak hanya diproyeksikan menghasilkan komoditas pertanian, tetapi juga menjadi bagian dari strategi jangka panjang dalam membangun ketahanan pangan, ekonomi keluarga, serta lingkungan yang lebih lestari.

Di sisi lain, keberadaan tanaman buah juga memiliki nilai strategis dalam konteks mitigasi bencana. Vegetasi yang terjaga dapat berkontribusi terhadap konservasi tanah dan air serta memperkuat daya dukung lingkungan dalam menghadapi berbagai ancaman bencana.

“Kita membutuhkan upaya kolaborasi dan kerja gotong royong. Kemarau ekstrem seperti sekarang tidak bisa dihadapi sendiri-sendiri. Apa yang kita lakukan hari ini mudah-mudahan menjadi bagian dari ikhtiar bersama untuk menjaga tanaman, lingkungan dan kemaslahatan masyarakat,” kata Usman.

Ia berharap semangat kebersamaan tersebut terus diperkuat, sehingga tantangan kemarau tidak menghambat agenda besar Pemerintah Kabupaten Gorontalo Utara dalam mewujudkan Gorontalo Utara sebagai sentra komoditas buah-buahan pada 2030.

Dari air yang disalurkan hari ini, ada harapan agar pohon-pohon yang ditanam tetap tumbuh, lingkungan tetap terjaga, dan cita-cita Gorontalo Utara menjadi produsen buah dapat terus dirawat bersama.(Kominfo-Gorut)