Kepala Pelaksana BPBD Gorontalo Utara, Usman Lagarusu, Perkuat Kolaborasi, Dua Mobil Tangki TNI Dikerahkan Layani Warga Terdampak Kekeringan
Kepala Pelaksana BPBD Gorontalo Utara, Usman Lagarusu, Perkuat Kolaborasi, Dua Mobil Tangki TNI Dikerahkan Layani Warga Terdampak Kekeringan
Pemerintah
Kabupaten Gorontalo Utara melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD)
terus memperkuat langkah strategis dalam menghadapi dampak musim kemarau dan
kekeringan yang melanda sejumlah wilayah, Selasa (08-09-2026).
Kepala
Pelaksana (Kalak) BPBD Kabupaten Gorontalo Utara, Usman Lagarusu,
menyatakan bahwa penanganan kekeringan tidak hanya dilakukan oleh BPBD, tetapi
membutuhkan kolaborasi dan jejaring kerja bersama seluruh pihak, khususnya
pemerintah kecamatan yang wilayahnya terdampak.
“Langkah
kolaborasi strategis ini kita lakukan dengan membangun networking bersama para
camat di wilayah terdampak. Kita bahu-membahu memastikan kebutuhan air bersih
masyarakat dapat dilayani secara maksimal,” ujar Usman.
Sebagai
bagian dari langkah tersebut, Camat Anggrek akan memanfaatkan satu unit
mobil tangki air milik Batalyon 715 Motuliato yang berada di Desa Tolongio,
Kecamatan Anggrek. Mobil tangki tersebut akan dipinjamkan untuk mendukung
percepatan distribusi air bersih kepada masyarakat terdampak kekeringan di
wilayah Kecamatan Anggrek.
Sementara itu, Camat Sumalata akan memanfaatkan satu unit mobil tangki air milik Batalyon 223 MOEA yang berada di Desa Bulontio, Kecamatan Sumalata.
Dengan
demikian, sebanyak dua unit mobil tangki air akan diperkuat untuk
mendukung pelayanan distribusi air bersih di masing-masing wilayah kecamatan.
Kedua kendaraan tersebut nantinya akan standby di kantor camat masing-masing,
sehingga mobilisasi distribusi air dapat dilakukan lebih cepat sesuai kebutuhan
masyarakat.
Dalam
pelaksanaannya, distribusi air bersih akan melibatkan Relawan Tanggap
Bencana Kekeringan yang berada di Kecamatan Anggrek dan Kecamatan Sumalata.
Relawan akan membantu proses penyaluran air hingga kepada masyarakat yang
membutuhkan.
Untuk
memenuhi kebutuhan air, sumber air bersih akan diambil dari sumber yang
tersedia dan layak digunakan, antara lain wilayah Tolango, Kecamatan Anggrek,
serta sumber air yang berada di wilayah Kecamatan Sumalata.
BPBD
Kabupaten Gorontalo Utara juga akan memfasilitasi kebutuhan bahan bakar
minyak (BBM) bagi operasional kedua unit mobil tangki tersebut selama
menjalankan pelayanan distribusi air bersih.
Usman
menegaskan, pola kolaborasi ini merupakan bagian dari upaya BPBD untuk
memperluas kapasitas pelayanan di tengah meningkatnya kebutuhan masyarakat
akibat musim kemarau.
“Kita ingin
memastikan tidak ada masyarakat yang kesulitan mendapatkan air bersih karena
keterbatasan armada. Dengan adanya dukungan dari TNI, pemerintah kecamatan,
relawan dan BPBD, pelayanan dapat dilakukan lebih cepat, terarah dan menjangkau
wilayah yang benar-benar membutuhkan,” tegasnya.
BPBD
Gorontalo Utara akan terus melakukan pemantauan terhadap perkembangan kondisi
kekeringan sekaligus memperkuat koordinasi dengan pemerintah kecamatan, TNI,
relawan serta pihak terkait lainnya guna memastikan penanganan dampak
kekeringan berjalan secara terpadu.
Kolaborasi
diperkuat, distribusi dipercepat, kebutuhan air bersih masyarakat menjadi
prioritas.(Kominfo-Gorut)
