Krisis Air Bersih, TRC BPBD Gorut Bergerak Cepat Kirim 5.800 Liter Air ke Warga Desa Imana Kecamatan Atinggola
Krisis Air Bersih, TRC BPBD Gorut Bergerak Cepat Kirim 5.800 Liter Air ke Warga Desa Imana Kecamatan Atinggola
Musim
kemarau kembali memukul warga. Krisis air bersih yang mulai dirasakan
masyarakat langsung direspons Pemerintah Kabupaten Gorontalo Utara melalui Tim
Reaksi Cepat (TRC) BPBD Kabupaten Gorontalo Utara, Jumat (11-09-2026).
Tim
bergerak menuju Desa Imana, Kecamatan Atinggola, membawa bantuan 5.800
liter air bersih untuk warga yang terdampak kekeringan, khususnya di Dusun
Sapawea dan Dusun Bungkuduwo.
Bantuan
tersebut menyasar 129 kepala keluarga dengan total 149 jiwa yang
membutuhkan pasokan air untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari di tengah kondisi
kemarau.
Distribusi
air bersih ini menjadi bukti bahwa pemerintah daerah tidak tinggal diam
menghadapi dampak kekeringan. Ketika sumber air warga mulai sulit diandalkan,
personel BPBD turun langsung ke lapangan memastikan kebutuhan dasar masyarakat
tetap terpenuhi.
Komandan
TRC BPBD Kabupaten Gorontalo Utara, Kabid Kedaruratan Rommy Ahmad, memimpin
langsung proses penyaluran bersama anggota tim, Hi. Ismail Karaeng Malompoa,
Yondra Usira, Ramis Potutu, dan Bung Saeed Ramli.
Dengan
kendaraan distribusi air bersih, tim mendatangi lokasi warga terdampak dan
menyalurkan air secara langsung. Langkah tersebut dilakukan sebagai bagian dari
pelayanan tanggap darurat pemerintah daerah terhadap masyarakat yang terdampak
musim kemarau.
5.800
liter air bersih
yang disalurkan hari ini bukan sekadar angka. Di tengah kemarau, setiap liter
air menjadi sangat berarti bagi warga yang harus menghadapi keterbatasan sumber
air bersih.
BPBD
Gorontalo Utara terus melakukan pemantauan terhadap wilayah-wilayah yang
mengalami dampak kekeringan. Distribusi bantuan akan diarahkan berdasarkan
kondisi dan kebutuhan masyarakat di lapangan.
Pemkab
Gorontalo Utara juga terus mendorong kolaborasi dan gotong royong lintas
pihak dalam menghadapi dampak musim kemarau. Penanganan krisis air bersih
membutuhkan keterlibatan bersama agar masyarakat terdampak tidak menghadapi
persoalan ini sendirian.
Saat
kemarau mengetuk pintu warga, pemerintah hadir membawa air dan memastikan
pelayanan kemanusiaan tetap berjalan.(Kominfo-Gorut)
