Pimpin Rapat Pimpinan, Bupati Thariq Modanggu Tekankan Kerja Berbasis Data, Respons Cepat dan Pelayanan Publik Tanpa Celah
Pimpin Rapat Pimpinan, Bupati Thariq Modanggu Tekankan Kerja Berbasis Data, Respons Cepat dan Pelayanan Publik Tanpa Celah
Bupati
Gorontalo Utara Thariq Modanggu memimpin langsung Rapat Pimpinan Pemerintah
Kabupaten Gorontalo Utara sebagai forum evaluasi sekaligus konsolidasi untuk
memastikan seluruh program dan agenda pemerintahan berjalan sesuai target.
Kegiatan ini dihadiri oleh Wakil Bupati Gorontalo Utara, Staf Ahli Bupati,
Sekretaris Daerah, para Pimpinan OPD dan Camat Se Kabupaten Gorontalo Utara,
berlangsung di aula Tinepo Kantor Bupati Gorontalo Utara, Senin (28-09-2026)
Dalam rapat
tersebut, Bupati meminta seluruh pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD)
tidak hanya menyampaikan laporan administratif, tetapi mampu menunjukkan
perkembangan, kendala, solusi, serta langkah konkret yang telah dan akan
dilakukan.
“Semua
harus berbasis data. Kita harus tahu progresnya sudah sampai di mana, apa
kendalanya, apa yang harus dilakukan, dan siapa yang bertanggung jawab. Jangan
sampai kita baru bergerak setelah ada masalah,” tegas Thariq.
Salah satu
perhatian utama dalam rapat adalah penanganan dampak musim kemarau yang masih
melanda sejumlah wilayah Gorontalo Utara. Bupati meminta koordinasi distribusi
air bersih diperkuat, termasuk memastikan ketersediaan sumber air, kesiapan
armada, komunikasi antara pemerintah kecamatan dan desa, serta kecepatan
merespons laporan masyarakat.
Bupati juga
menekankan pentingnya laporan resmi dari pemerintah kecamatan dan desa sebagai
dasar pelaksanaan pelayanan di lapangan, khususnya kegiatan yang menggunakan
anggaran kedaruratan.
Menurutnya,
kecepatan pelayanan kepada masyarakat tetap harus berjalan, namun administrasi
dan pertanggungjawaban tidak boleh diabaikan.
“Surat
tetap dibuat, laporan tetap ada, tetapi pelayanan kepada masyarakat jangan
terlambat. Kita harus bisa menggabungkan kecepatan pelayanan dengan tertib
administrasi,” ujarnya.
Dalam
konteks kekeringan, Bupati juga meminta agar pemerintah daerah tidak hanya
berorientasi pada distribusi air, tetapi mulai memikirkan sumber dan pola
penanganan secara lebih sistematis, termasuk pemetaan sumber air terdekat serta
pemanfaatan informasi dari masyarakat melalui media sosial.
Ia meminta
setiap OPD, kecamatan hingga desa memanfaatkan media sosial sebagai salah satu
kanal informasi publik.
Menurutnya,
laporan masyarakat melalui media sosial dapat menjadi informasi awal yang
segera diverifikasi dan ditindaklanjuti oleh perangkat daerah terkait.
“Ini eranya
sudah seperti ini. Jangan alergi dengan media sosial. Kalau masyarakat
menyampaikan informasi tentang kebutuhan air, pelayanan kesehatan, atau
persoalan lainnya, informasi itu harus bisa kita baca, kita verifikasi dan kita
tindak lanjuti dengan cepat,” kata Bupati.
Thariq juga
menyoroti pentingnya setiap OPD dan unit pelayanan publik aktif menyampaikan
informasi mengenai pelayanan kepada masyarakat. Ia mencontohkan fasilitas
kesehatan yang memiliki jumlah pegawai cukup besar, namun belum seluruhnya
terlibat dalam penyebarluasan informasi pelayanan melalui kanal digital.
Bagi
Bupati, pemanfaatan teknologi bukan sekadar urusan publikasi, melainkan bagian
dari sistem pengawasan, monitoring dan evaluasi kinerja pemerintahan.
Dalam rapat
tersebut, Bupati memperlihatkan pemanfaatan sistem digital untuk memantau
realisasi fisik dan keuangan, capaian kegiatan, kegiatan yang mendekati tenggat
waktu, hingga kegiatan yang mengalami keterlambatan.
Dengan
sistem tersebut, pimpinan daerah dapat memperoleh gambaran mengenai kinerja OPD
secara lebih cepat tanpa harus menunggu laporan manual.
“Teknologi ini harus kita manfaatkan untuk mengurangi biaya operasional, mempercepat pekerjaan dan memperkuat kontrol. Kalau datanya sudah tersedia, kita bisa langsung melihat mana yang sudah selesai, mana yang terlambat dan mana yang perlu segera ditindaklanjuti,” jelasnya.
Bupati juga
mengarahkan agar sistem monitoring dan evaluasi tersebut dapat dikembangkan dan
dikoneksikan dengan upaya pencegahan korupsi serta pengawasan internal
pemerintah daerah.
Menurutnya,
semangat utama dari sistem tersebut adalah mencegah persoalan sejak awal
melalui pengawasan berbasis data.
Selain
penanganan kekeringan dan penguatan sistem digital, rapat juga membahas
persiapan sejumlah agenda pemerintahan, termasuk persiapan pelaksanaan upacara
Hari Kesaktian Pancasila. Bupati meminta seluruh kebutuhan kegiatan
dipersiapkan secara detail, mulai dari kepanitiaan, surat-menyurat, susunan
kegiatan hingga pembagian tugas.
Evaluasi
juga mencakup penyerapan anggaran, tindak lanjut hasil pemeriksaan, pelaksanaan
program bantuan sosial, percepatan program G2-10 (Gerakan Dua Kambing Sepuluh
Ayam), program UMKM, pembangunan rumah bagi masyarakat terdampak bencana, serta
berbagai program strategis lainnya.
Dalam
pembahasan bidang sosial, Bupati meminta agar data penerima bantuan benar-benar
diverifikasi hingga tingkat desa dan dusun. Ia menegaskan bahwa pemerintah
harus memastikan tidak ada masyarakat yang membutuhkan tetapi luput dari
perhatian pemerintah.
“Jangan
hanya melihat angka bantuan yang sudah disalurkan. Kita harus tahu siapa yang
sudah menerima, siapa yang belum, di mana mereka tinggal dan apa kebutuhannya.
Data desa dan dusun harus kuat,” tegasnya.
Ia
menekankan bahwa pembangunan daerah harus memiliki perspektif kemanusiaan.
Karena itu, setiap kebijakan dan program pemerintah harus berangkat dari
kondisi nyata masyarakat.
Rapat juga
membahas percepatan penyerapan anggaran sejumlah OPD, tindak lanjut rekomendasi
pemeriksaan, penguatan koperasi, pengembangan potensi pertambangan melalui
kelembagaan koperasi, serta persiapan menghadapi kebijakan pemerintah pusat
yang berkaitan dengan koperasi desa.
Bupati
meminta seluruh OPD menyusun perencanaan secara lebih matang sejak awal,
sehingga anggaran tidak hanya terserap untuk pelaksanaan kegiatan seremonial
atau event, tetapi juga dapat mendukung kebutuhan sarana, prasarana dan
keberlanjutan program.
“Perencanaan
harus dipikirkan dari awal. Jangan sampai anggaran sudah tersedia, tetapi
ketika ada kebutuhan perbaikan atau kebutuhan lain yang penting justru tidak
bisa digunakan karena perencanaannya tidak tepat,” ujarnya.
Pada
kesempatan tersebut, Bupati juga meminta seluruh pimpinan OPD meningkatkan
kolaborasi dan tidak bekerja secara sektoral.
Setiap
persoalan, menurutnya, harus dilihat secara utuh dengan memperhatikan hubungan
antara data, penyebab, dampak dan solusi.
“Cara
berpikir kita harus berubah. Jangan hanya melihat ujung persoalan. Kita harus
melihat data, penyebabnya apa, dampaknya apa, kemudian kita tentukan
intervensinya. Dari situlah inovasi lahir,” tutur Thariq.
Rapat
pimpinan tersebut menjadi bagian dari upaya Pemerintah Kabupaten Gorontalo
Utara memperkuat konsolidasi internal, mempercepat pelaksanaan program,
meningkatkan kualitas pelayanan publik serta memastikan setiap kebijakan
pemerintah daerah benar-benar terukur dan memberi dampak bagi masyarakat.
Bupati
kembali menegaskan bahwa seluruh perangkat daerah harus bekerja dengan ukuran
kinerja yang jelas, berbasis data dan dapat dipantau secara berkala.
Dengan
demikian, setiap capaian maupun persoalan dapat diketahui lebih awal dan segera
ditindaklanjuti tanpa harus menunggu persoalan berkembang menjadi lebih besar.
(Kominfo-Gorut)
