info@gorutkab.go.id +6285240046579

SAFARI DAKWAH DAN TASYAKUR KEMERDEKAAN, SEKDA GORONTALO UTARA AJAK MASYARAKAT MAKNAI KEMERDEKAAN DENGAN KETAKWAAN

  • Novita Antula
  • Disukai 0
  • Dibaca 26 Kali
SAFARI DAKWAH DAN TASYAKUR KEMERDEKAAN, SEKDA GORONTALO UTARA AJAK MASYARAKAT MAKNAI KEMERDEKAAN DENGAN KETAKWAAN

Pemerintah Kabupaten Gorontalo Utara menggelar Safari Dakwah dan Tasyakur Kemerdekaan dalam rangka memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, bertempat di Masjid Jabal Iqro, Jumat (14-08-2026).

Kegiatan tersebut menghadirkan dai dari Dai Preneur Indonesia, Ustaz Syahdan, dai yang dikenal melalui berbagai program televisi nasional, serta turut dihadiri artis dan komedian nasional Azis Gagap.

Kegiatan berlangsung dalam suasana religius dan penuh kebersamaan. Hadir dalam kegiatan tersebut Sekretaris Daerah Kabupaten Gorontalo Utara Suleman Lakoro, para Asisten Setda, pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), ASN yang terdiri dari PNS dan PPPK se-Kabupaten Gorontalo Utara, para kepala desa dan perangkat desa se-Kecamatan Kwandang, serta jamaah dan masyarakat umum.

Dalam sambutannya, mewakili Bupati dan Wakil Bupati,  Sekda Suleman Lakoro menyampaikan  apresiasi kepada para ASN dan masyarakat yang tetap hadir dan mengikuti Safari Dakwah. Ia berharap kegiatan tersebut menjadi momentum untuk mempererat silaturahmi sekaligus meningkatkan keimanan dan ketakwaan masyarakat.

“Pemerintah daerah menyampaikan terima kasih kepada seluruh ASN dan jamaah yang telah hadir. Mudah-mudahan kegiatan ini memberikan keberkahan dan menjadi bagian dari upaya kita mengisi kemerdekaan dengan kegiatan yang positif dan bernilai ibadah,” tuturnya.

Suleman juga menyambut baik dan mengucapkan terima kasih atas kehadiran Ustaz Syahdan dan Azis Gagap di Kabupaten Gorontalo Utara. Menurutnya, kehadiran para dai dan tokoh publik tersebut memberikan warna tersendiri dalam rangkaian peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI.

Sementara itu, dalam tausiyahnya, Ustaz Syahdan mengajak masyarakat untuk memaknai kemerdekaan secara lebih luas. Menurutnya, kemerdekaan tidak hanya berarti terbebas dari penjajahan, tetapi juga bagaimana manusia mampu membebaskan dirinya dari sifat sombong, amarah, kebencian, dendam dan berbagai perilaku yang dapat merusak hubungan antarsesama.

“Merayakan kemerdekaan bukan hanya berarti kita merdeka dari penjajahan. Pertanyaannya, sudahkah kita merdeka dari kesombongan, kemarahan, kebencian dan dendam?” kata Ustaz Syahdan.

Ia menekankan bahwa salah satu bentuk kemerdekaan yang sesungguhnya adalah menjadi manusia yang bertakwa dan mampu menjaga hubungan baik dengan sesama melalui silaturahmi.


Menurutnya, masyarakat harus terus memperkuat persatuan dan kesatuan, tidak mudah terprovokasi, serta membangun kehidupan sosial yang dilandasi sikap saling memaafkan.

Ustaz Syahdan juga mengajak jamaah untuk memahami bahwa memaafkan bukan berarti membenarkan kesalahan orang lain. Memaafkan, kata dia, merupakan bentuk pembebasan diri dari beban kebencian dan dendam sehingga seseorang dapat menjalani kehidupan dengan lebih tenang dan damai.

“Orang memaafkan bukan karena orang lain pantas untuk dimaafkan, tetapi karena diri kita lebih pantas mendapatkan hadiah berupa kedamaian, ketenangan dan kenyamanan,” jelasnya.

Selain menyampaikan pentingnya sikap pemaaf, Ustaz Syahdan juga mengajak masyarakat meningkatkan kepedulian sosial melalui sedekah dan membantu sesama. Ia menilai semangat berbagi merupakan salah satu bentuk nyata dari keimanan sekaligus cara memperkuat kebersamaan di tengah masyarakat.

Safari Dakwah tersebut menjadi salah satu rangkaian kegiatan Pemerintah Kabupaten Gorontalo Utara dalam menyemarakkan HUT ke-81 Kemerdekaan RI. Melalui kegiatan keagamaan ini, pemerintah daerah berharap semangat kemerdekaan dapat diisi dengan peningkatan ketakwaan, kepedulian sosial, silaturahmi serta penguatan persatuan dan kesatuan masyarakat.(Kominfo-Gorut)