Sekda Gorontalo Utara Suleman Lakoro Serahkan Bantuan Ternak Ayam, Perkuat Program G2-10 Plus dan Ketahanan Pangan Masyarakat
Sekda Gorontalo Utara Suleman Lakoro Serahkan Bantuan Ternak Ayam, Perkuat Program G2-10 Plus dan Ketahanan Pangan Masyarakat
Pemerintah
Kabupaten Gorontalo Utara terus memperkuat ketahanan pangan dan meningkatkan
produksi sektor peternakan melalui program unggulan Gerakan 2 Ekor Kambing dan
10 Ekor Ayam (G2-10 Plus). Kegiatan ini berlangsung di Desa Molingkapoto, Rabu
(4-11-2026)
Komitmen
tersebut diwujudkan melalui penyerahan bantuan ternak ayam lengkap dengan
kandang dan pakan kepada kelompok penerima manfaat. Penyerahan bantuan
dilakukan oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Gorontalo Utara, Suleman Lakoro.
Kegiatan
ini turut dihadiri Anggota DPRD Kabupaten Gorontalo Utara, Fitri Husain,
Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Gorontalo Utara, Osna Haluti, Kepala
Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan, Wisdawati Pakaya, serta Kepala Desa
Molingkapoto Ardon Paneo serta masyarakat penerima bantuan.
Dalam
sambutannya, Suleman Lakoro menyampaikan bahwa program G2-10 Plus merupakan
salah satu inovasi strategis pemerintah daerah untuk mendorong kemandirian
ekonomi masyarakat, khususnya melalui pengembangan usaha peternakan skala rumah
tangga dan kelompok.
Menurutnya,
program tersebut lahir dari semangat pemerintah daerah untuk tetap menghadirkan
terobosan pembangunan di tengah kondisi efisiensi anggaran yang berdampak pada
terbatasnya ruang fiskal daerah.
"Melalui
program ini, pemerintah tidak hanya memberikan bantuan, tetapi juga ingin
membangun motivasi dan menggerakkan masyarakat agar memiliki sumber-sumber
ekonomi produktif yang dapat menopang kehidupan keluarga," ungkapnya.
Sekda
Suleman menjelaskan, pelaksanaan G2-10 Plus telah dimulai sejak Agustus 2026
dengan pola pemberdayaan yang tidak hanya berbentuk hibah, tetapi juga
investasi. Dengan demikian, masyarakat didorong untuk terlibat aktif dalam
mengembangkan dan memelihara ternak sehingga manfaat program dapat
berkelanjutan.
Lebih
lanjut, Suleman mengungkapkan bahwa pengembangan sektor peternakan Gorontalo
Utara ke depan akan semakin diperkuat dengan rencana investasi hilirisasi ayam
dan telur terintegrasi.
Program
tersebut diharapkan mampu membuka peluang ekonomi baru, mulai dari pengembangan
peternakan, penyerapan hasil pertanian masyarakat, hingga penciptaan lapangan
kerja.
Salah satu fasilitas pendukung yang direncanakan adalah pembangunan pabrik pakan ternak di Desa Tolongio. Pabrik tersebut nantinya akan memanfaatkan potensi bahan baku lokal, terutama jagung, sebagai salah satu komponen utama produksi pakan.
Menurut
Suleman, keberadaan pabrik pakan akan memberikan dampak berganda bagi
perekonomian daerah. Selain membuka peluang pasar bagi petani jagung, fasilitas
tersebut juga diharapkan dapat mendukung ketersediaan pakan dengan harga yang
lebih kompetitif bagi para peternak.
"Kalau
pabrik pakan ini sudah beroperasi, jagung yang dihasilkan petani kita bisa
terserap untuk kebutuhan industri. Di sisi lain, peternak juga akan lebih mudah
mendapatkan pakan. Ini menjadi peluang besar untuk menggerakkan ekonomi
masyarakat," jelasnya.
Pada
kesempatan itu, Sekda juga mengingatkan para penerima bantuan agar memelihara
ternak dengan baik, memperhatikan kebersihan kandang, kecukupan pakan, serta
kesehatan hewan.
Sekda
Suleman meminta Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan untuk terus melakukan
pendampingan dan pengawasan agar bantuan yang disalurkan benar-benar berkembang
dan memberikan hasil nyata.
"Saya
berharap bantuan ini tidak berhenti hanya pada penyerahan. Pelihara dengan
baik, perhatikan pakannya dan kesehatan ternaknya. Manfaatkan kesempatan ini
untuk mengembangkan usaha sehingga ke depan bisa meningkatkan pendapatan
keluarga," pesannya.
Pemerintah
daerah berharap program G2-10 Plus dapat menjadi gerakan ekonomi produktif yang
tumbuh dari masyarakat desa, sekaligus memperkuat ketahanan pangan,
meningkatkan populasi ternak, dan mengurangi ketergantungan masyarakat terhadap
bantuan pemerintah.
Melalui
gerakan ini, Gorontalo Utara tidak hanya berupaya meningkatkan produksi
peternakan, tetapi juga membangun masyarakat yang lebih mandiri, produktif, dan
berdaya secara ekonomi.(Kominfo-Gorut)
