info@gorutkab.go.id +6285240046579

Sekda Gorontalo Utara Suleman Lakoro Serahkan Bantuan Ternak Ayam, Perkuat Program G2-10 Plus dan Ketahanan Pangan Masyarakat

  • Novita Antula
  • Disukai 0
  • Dibaca 112 Kali
Sekda Gorontalo Utara Suleman Lakoro Serahkan Bantuan Ternak Ayam, Perkuat Program G2-10 Plus dan Ketahanan Pangan Masyarakat

Pemerintah Kabupaten Gorontalo Utara terus memperkuat ketahanan pangan dan meningkatkan produksi sektor peternakan melalui program unggulan Gerakan 2 Ekor Kambing dan 10 Ekor Ayam (G2-10 Plus). Kegiatan ini berlangsung di Desa Molingkapoto, Rabu (4-11-2026)

Komitmen tersebut diwujudkan melalui penyerahan bantuan ternak ayam lengkap dengan kandang dan pakan kepada kelompok penerima manfaat. Penyerahan bantuan dilakukan oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Gorontalo Utara, Suleman Lakoro.

Kegiatan ini turut dihadiri Anggota DPRD Kabupaten Gorontalo Utara, Fitri Husain, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Gorontalo Utara, Osna Haluti, Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan, Wisdawati Pakaya, serta Kepala Desa Molingkapoto Ardon Paneo serta masyarakat penerima bantuan.

Dalam sambutannya, Suleman Lakoro menyampaikan bahwa program G2-10 Plus merupakan salah satu inovasi strategis pemerintah daerah untuk mendorong kemandirian ekonomi masyarakat, khususnya melalui pengembangan usaha peternakan skala rumah tangga dan kelompok.

Menurutnya, program tersebut lahir dari semangat pemerintah daerah untuk tetap menghadirkan terobosan pembangunan di tengah kondisi efisiensi anggaran yang berdampak pada terbatasnya ruang fiskal daerah.

"Melalui program ini, pemerintah tidak hanya memberikan bantuan, tetapi juga ingin membangun motivasi dan menggerakkan masyarakat agar memiliki sumber-sumber ekonomi produktif yang dapat menopang kehidupan keluarga," ungkapnya.

Sekda Suleman menjelaskan, pelaksanaan G2-10 Plus telah dimulai sejak Agustus 2026 dengan pola pemberdayaan yang tidak hanya berbentuk hibah, tetapi juga investasi. Dengan demikian, masyarakat didorong untuk terlibat aktif dalam mengembangkan dan memelihara ternak sehingga manfaat program dapat berkelanjutan.

Lebih lanjut, Suleman mengungkapkan bahwa pengembangan sektor peternakan Gorontalo Utara ke depan akan semakin diperkuat dengan rencana investasi hilirisasi ayam dan telur terintegrasi.

Program tersebut diharapkan mampu membuka peluang ekonomi baru, mulai dari pengembangan peternakan, penyerapan hasil pertanian masyarakat, hingga penciptaan lapangan kerja.

Salah satu fasilitas pendukung yang direncanakan adalah pembangunan pabrik pakan ternak di Desa Tolongio. Pabrik tersebut nantinya akan memanfaatkan potensi bahan baku lokal, terutama jagung, sebagai salah satu komponen utama produksi pakan.


Menurut Suleman, keberadaan pabrik pakan akan memberikan dampak berganda bagi perekonomian daerah. Selain membuka peluang pasar bagi petani jagung, fasilitas tersebut juga diharapkan dapat mendukung ketersediaan pakan dengan harga yang lebih kompetitif bagi para peternak.

"Kalau pabrik pakan ini sudah beroperasi, jagung yang dihasilkan petani kita bisa terserap untuk kebutuhan industri. Di sisi lain, peternak juga akan lebih mudah mendapatkan pakan. Ini menjadi peluang besar untuk menggerakkan ekonomi masyarakat," jelasnya.

Pada kesempatan itu, Sekda juga mengingatkan para penerima bantuan agar memelihara ternak dengan baik, memperhatikan kebersihan kandang, kecukupan pakan, serta kesehatan hewan.

Sekda Suleman meminta Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan untuk terus melakukan pendampingan dan pengawasan agar bantuan yang disalurkan benar-benar berkembang dan memberikan hasil nyata.

"Saya berharap bantuan ini tidak berhenti hanya pada penyerahan. Pelihara dengan baik, perhatikan pakannya dan kesehatan ternaknya. Manfaatkan kesempatan ini untuk mengembangkan usaha sehingga ke depan bisa meningkatkan pendapatan keluarga," pesannya.

Pemerintah daerah berharap program G2-10 Plus dapat menjadi gerakan ekonomi produktif yang tumbuh dari masyarakat desa, sekaligus memperkuat ketahanan pangan, meningkatkan populasi ternak, dan mengurangi ketergantungan masyarakat terhadap bantuan pemerintah.

Melalui gerakan ini, Gorontalo Utara tidak hanya berupaya meningkatkan produksi peternakan, tetapi juga membangun masyarakat yang lebih mandiri, produktif, dan berdaya secara ekonomi.(Kominfo-Gorut)