info@gorutkab.go.id +6285240046579

Sekda Suleman Lakoro Enam Rekomendasi Disepakati untuk Kendalikan Inflasi Jelang Natal Tahun 2026 dan Tahun Baru 2027

  • Novita Antula
  • Disukai 0
  • Dibaca 89 Kali
Sekda Suleman Lakoro Enam Rekomendasi Disepakati untuk Kendalikan Inflasi Jelang Natal Tahun 2026 dan Tahun Baru 2027

Sekretaris Daerah Kabupaten Gorontalo Utara, Suleman Lakoro, menghadiri kegiatan High Level Meeting (HLM) Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kabupaten Gorontalo Utara dalam rangka memperkuat langkah pengendalian inflasi dan menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok masyarakat menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Natal 2026 dan Tahun Baru 2027. Kegiatan yang berlangsung di Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Gorontalo tersebut dirangkaikan dengan Capacity Building TPID Kabupaten Gorontalo Utara, melalui penguatan pemahaman penyusunan Neraca Pangan dan pemanfaatan website SIGAP Plus (Siaga Pangan Plus). Kamis, (5-11-2026)

Kegiatan ini dihadiri Plt. Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Gorontalo, unsur Forkopimda Kabupaten Gorontalo Utara, Staf Ahli Bupati Bidang Ekonomi, Keuangan dan Pembangunan Haris Latif, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Osna Haluti, Inspektur Daerah Azhar Hasana, Kepala BPS Depit Rudianto, Kepala Dinas Perindagkop-UKM Marzuki Tome, Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Asri Menu, Kepala Dinas Ketahanan Pangan Ajuba Thalib, Kepala Dinas Perhubungan Jost Pomalingo, serta Kepala Bagian Perekonomian dan SDA Setda Muhammad Fader Zubedi.

Ditemui usai pelaksanaan HLM, Sekda Suleman Lakoro menyampaikan bahwa pertemuan tersebut telah menghasilkan enam rekomendasi strategis yang menjadi pedoman bersama bagi seluruh anggota TPID dan pemangku kepentingan dalam menjaga inflasi daerah tetap terkendali.

Dalam HLM tersebut, enam rekomendasi strategis disepakati untuk segera ditindaklanjuti oleh seluruh pihak terkait.

Pertama, melaksanakan inspeksi mendadak (sidak) ke pasar dan operasi pasar murah menjelang Natal dan Tahun Baru secara tepat waktu, tepat komoditas, dan tepat sasaran. Langkah ini bertujuan memastikan ketersediaan pasokan, menjaga kewajaran harga, serta mencegah praktik penimbunan dan permainan harga.

Kedua, memperkuat pemantauan harga dan stok komoditas pangan strategis melalui pemanfaatan aplikasi SIGAP Plus dan penyusunan Neraca Pangan. Data tersebut menjadi instrumen deteksi dini terhadap potensi kekurangan pasokan dan lonjakan harga sekaligus dasar pengambilan kebijakan intervensi daerah secara tepat dan terukur.

Ketiga, melakukan pengadaan dan pengelolaan Cadangan Pangan Pemerintah Daerah (CPPD) sebagai penyangga pasokan sekaligus instrumen stabilisasi harga, khususnya menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru.

Keempat, mempercepat dan mengoptimalkan realisasi belanja pemerintah daerah untuk pengendalian inflasi melalui perangkat daerah terkait, terutama dalam mendukung stabilitas harga, kelancaran distribusi, dan ketersediaan pasokan secara tepat waktu dan tepat sasaran.

Kelima, memperkuat Kerja Sama Antar Daerah (KAD) melalui kolaborasi Pemerintah Kabupaten Gorontalo Utara bersama Bank Indonesia Provinsi Gorontalo dan daerah-daerah penghasil komoditas pangan. Kerja sama ini diarahkan untuk menjamin kesinambungan pasokan pangan strategis serta menjaga kelancaran distribusi.

Keenam, mengembangkan dan mengoptimalkan program unggulan TEMANI LAUT melalui pembangunan ekosistem kamar-kamar ikan. Program ini diharapkan menjadi bagian dari upaya pemulihan habitat laut, peningkatan populasi dan produktivitas ikan, serta penguatan keberlanjutan hasil tangkapan nelayan guna menjaga ketersediaan pasokan dan mendukung stabilitas harga komoditas perikanan.


Selain menghasilkan enam rekomendasi tersebut, kegiatan Capacity Building menjadi bagian penting dalam meningkatkan kapasitas anggota TPID, khususnya dalam memahami penyusunan Neraca Pangan dan pemanfaatan website SIGAP Plus sebagai instrumen pendukung pengambilan kebijakan berbasis data.

Melalui pelaksanaan HLM dan penguatan kapasitas TPID ini, Pemerintah Kabupaten Gorontalo Utara menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat koordinasi dan sinergi bersama Bank Indonesia, Forkopimda, instansi vertikal, BUMN strategis, serta seluruh pemangku kepentingan dalam menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan.

Enam rekomendasi tersebut diharapkan tidak berhenti sebagai kesepakatan dalam forum rapat, tetapi segera diwujudkan melalui langkah konkret dan terukur sehingga masyarakat Gorontalo Utara dapat menyambut Natal 2026 dan Tahun Baru 2027 dengan ketersediaan kebutuhan pokok serta harga yang relatif stabil

“Alhamdulillah, pelaksanaan High Level Meeting terkait Tim Pengendalian Inflasi Daerah Kabupaten Gorontalo Utara telah selesai dilaksanakan dan melahirkan enam rekomendasi yang harus kita tindak lanjuti. Ini merupakan langkah bersama agar inflasi di daerah tetap terkendali,” ungkap Suleman.

Menurutnya, kondisi musim kemarau yang sedang berlangsung menjadi salah satu tantangan dalam menjaga ketersediaan dan stabilitas harga berbagai kebutuhan pokok masyarakat. Karena itu, diperlukan langkah antisipatif, koordinasi lintas sektor, serta intervensi yang tepat agar gejolak harga tidak semakin membebani masyarakat.

“Atas nama seluruh komponen daerah, kami menyampaikan terima kasih kepada Bank Indonesia yang telah memprakarsai dan memfasilitasi pelaksanaan kegiatan ini. Insyaallah, kebersamaan dan sinergi yang telah terbangun dapat terus kita jaga sehingga upaya pengendalian inflasi dapat terlaksana dengan baik,” pungkasnya.(Kominfo-Gorut)