Sekda Suleman Lakoro Enam Rekomendasi Disepakati untuk Kendalikan Inflasi Jelang Natal Tahun 2026 dan Tahun Baru 2027
Sekda Suleman Lakoro Enam Rekomendasi Disepakati untuk Kendalikan Inflasi Jelang Natal Tahun 2026 dan Tahun Baru 2027
Sekretaris
Daerah Kabupaten Gorontalo Utara, Suleman Lakoro, menghadiri kegiatan High
Level Meeting (HLM) Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kabupaten
Gorontalo Utara dalam rangka memperkuat langkah pengendalian inflasi dan
menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok masyarakat menjelang Hari Besar
Keagamaan Nasional (HBKN) Natal 2026 dan Tahun Baru 2027. Kegiatan yang
berlangsung di Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Gorontalo tersebut
dirangkaikan dengan Capacity Building TPID Kabupaten Gorontalo Utara,
melalui penguatan pemahaman penyusunan Neraca Pangan dan pemanfaatan website
SIGAP Plus (Siaga Pangan Plus). Kamis, (5-11-2026)
Kegiatan
ini dihadiri Plt. Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Gorontalo, unsur
Forkopimda Kabupaten Gorontalo Utara, Staf Ahli Bupati Bidang Ekonomi, Keuangan
dan Pembangunan Haris Latif, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Osna
Haluti, Inspektur Daerah Azhar Hasana, Kepala BPS Depit Rudianto, Kepala Dinas
Perindagkop-UKM Marzuki Tome, Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan
Perkebunan Asri Menu, Kepala Dinas Ketahanan Pangan Ajuba Thalib, Kepala Dinas
Perhubungan Jost Pomalingo, serta Kepala Bagian Perekonomian dan SDA Setda
Muhammad Fader Zubedi.
Ditemui
usai pelaksanaan HLM, Sekda Suleman Lakoro menyampaikan bahwa pertemuan
tersebut telah menghasilkan enam rekomendasi strategis yang menjadi pedoman
bersama bagi seluruh anggota TPID dan pemangku kepentingan dalam menjaga
inflasi daerah tetap terkendali.
Dalam HLM
tersebut, enam rekomendasi strategis disepakati untuk segera ditindaklanjuti
oleh seluruh pihak terkait.
Pertama, melaksanakan inspeksi mendadak
(sidak) ke pasar dan operasi pasar murah menjelang Natal dan Tahun Baru secara
tepat waktu, tepat komoditas, dan tepat sasaran. Langkah ini bertujuan
memastikan ketersediaan pasokan, menjaga kewajaran harga, serta mencegah
praktik penimbunan dan permainan harga.
Kedua, memperkuat pemantauan harga dan
stok komoditas pangan strategis melalui pemanfaatan aplikasi SIGAP Plus dan
penyusunan Neraca Pangan. Data tersebut menjadi instrumen deteksi dini terhadap
potensi kekurangan pasokan dan lonjakan harga sekaligus dasar pengambilan
kebijakan intervensi daerah secara tepat dan terukur.
Ketiga, melakukan pengadaan dan
pengelolaan Cadangan Pangan Pemerintah Daerah (CPPD) sebagai penyangga pasokan
sekaligus instrumen stabilisasi harga, khususnya menjelang perayaan Natal dan
Tahun Baru.
Keempat, mempercepat dan mengoptimalkan
realisasi belanja pemerintah daerah untuk pengendalian inflasi melalui
perangkat daerah terkait, terutama dalam mendukung stabilitas harga, kelancaran
distribusi, dan ketersediaan pasokan secara tepat waktu dan tepat sasaran.
Kelima, memperkuat Kerja Sama Antar Daerah
(KAD) melalui kolaborasi Pemerintah Kabupaten Gorontalo Utara bersama Bank
Indonesia Provinsi Gorontalo dan daerah-daerah penghasil komoditas pangan.
Kerja sama ini diarahkan untuk menjamin kesinambungan pasokan pangan strategis
serta menjaga kelancaran distribusi.
Keenam, mengembangkan dan mengoptimalkan program unggulan TEMANI LAUT melalui pembangunan ekosistem kamar-kamar ikan. Program ini diharapkan menjadi bagian dari upaya pemulihan habitat laut, peningkatan populasi dan produktivitas ikan, serta penguatan keberlanjutan hasil tangkapan nelayan guna menjaga ketersediaan pasokan dan mendukung stabilitas harga komoditas perikanan.
Selain
menghasilkan enam rekomendasi tersebut, kegiatan Capacity Building
menjadi bagian penting dalam meningkatkan kapasitas anggota TPID, khususnya
dalam memahami penyusunan Neraca Pangan dan pemanfaatan website SIGAP Plus
sebagai instrumen pendukung pengambilan kebijakan berbasis data.
Melalui
pelaksanaan HLM dan penguatan kapasitas TPID ini, Pemerintah Kabupaten
Gorontalo Utara menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat koordinasi dan
sinergi bersama Bank Indonesia, Forkopimda, instansi vertikal, BUMN strategis,
serta seluruh pemangku kepentingan dalam menjaga stabilitas pasokan dan harga
pangan.
Enam
rekomendasi tersebut diharapkan tidak berhenti sebagai kesepakatan dalam forum
rapat, tetapi segera diwujudkan melalui langkah konkret dan terukur sehingga
masyarakat Gorontalo Utara dapat menyambut Natal 2026 dan Tahun Baru 2027
dengan ketersediaan kebutuhan pokok serta harga yang relatif stabil
“Alhamdulillah,
pelaksanaan High Level Meeting terkait Tim Pengendalian Inflasi Daerah
Kabupaten Gorontalo Utara telah selesai dilaksanakan dan melahirkan enam rekomendasi
yang harus kita tindak lanjuti. Ini merupakan langkah bersama agar inflasi di
daerah tetap terkendali,” ungkap Suleman.
Menurutnya,
kondisi musim kemarau yang sedang berlangsung menjadi salah satu tantangan
dalam menjaga ketersediaan dan stabilitas harga berbagai kebutuhan pokok
masyarakat. Karena itu, diperlukan langkah antisipatif, koordinasi lintas
sektor, serta intervensi yang tepat agar gejolak harga tidak semakin membebani
masyarakat.
“Atas nama
seluruh komponen daerah, kami menyampaikan terima kasih kepada Bank Indonesia
yang telah memprakarsai dan memfasilitasi pelaksanaan kegiatan ini. Insyaallah,
kebersamaan dan sinergi yang telah terbangun dapat terus kita jaga sehingga
upaya pengendalian inflasi dapat terlaksana dengan baik,” pungkasnya.(Kominfo-Gorut)
