Sekda Suleman Lakoro hadiri Rakor di Dinas DTPHP : Perkuat Dukungan Daerah untuk Program Bioetanol Nasional
Sekda Suleman Lakoro hadiri Rakor di Dinas DTPHP : Perkuat Dukungan Daerah untuk Program Bioetanol Nasional
Pemerintah
Kabupaten Gorontalo Utara terus memperkuat langkah konkret dalam mendukung
program bioetanol nasional. Salah satunya dengan mendorong percepatan
pengembangan komoditas jagung di luar lahan existing dengan target mencapai 20.000
hektare di wilayah Gorontalo Utara.
Langkah
tersebut dibahas dalam Rapat Tindak Lanjut Rapat Koordinasi Program Khusus
Pemerintah terkait pengembangan bahan baku bioetanol berbasis tebu, jagung, dan
ubi kayu, yang berlangsung di Aula Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan
Perkebunan (DTPHP) Kabupaten Gorontalo Utara, Rabu (30-09-2026).
Rapat
dipimpin langsung oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Gorontalo Utara, Suleman
Lakoro, didampingi Asisten Ekonomi dan Pembangunan Osna Haluti serta Kepala
DTPHP Kabupaten Gorontalo Utara Asin Menu. Pertemuan tersebut diikuti para
pejabat administrator, pejabat fungsional, ASN, Ketua Tim Kerja Penyuluh
Kabupaten Gorontalo Utara, para Koordinator Balai Penyuluhan Pertanian (BPP),
serta jajaran penyuluh pertanian dari seluruh wilayah Gorontalo Utara.
Dalam rapat
tersebut, Sekda Suleman Lakoro menegaskan bahwa target pengembangan 20.000
hektare lahan jagung di luar lahan existing membutuhkan konsolidasi dan
kerja bersama seluruh jajaran, terutama para penyuluh yang berada langsung di
lapangan.
Menurutnya,
penyuluh memiliki posisi strategis dalam memastikan kesiapan lahan, pendataan
petani, serta memberikan pendampingan teknis sehingga target yang menjadi
bagian dari dukungan daerah terhadap program kemandirian energi nasional dapat
dipersiapkan secara terukur.
Selain
mengejar kesiapan lahan, rapat juga menitikberatkan pada percepatan pelaksanaan
program strategis pemerintah di daerah, khususnya penyelesaian berbagai
kelengkapan administrasi dan verifikasi data melalui sistem aplikasi
e-Banper (Bantuan Pemerintah).
Percepatan
tersebut dinilai penting agar proses penyaluran dukungan program dapat
berlangsung tepat waktu, tepat sasaran, sekaligus memiliki basis data yang
akurat dan dapat dipertanggungjawabkan.
“Target ini
tidak hanya berbicara soal luasan lahan, tetapi bagaimana seluruh prosesnya
dipastikan berjalan dari hulu. Mulai dari pendataan petani, kesiapan lahan,
administrasi, hingga pendampingan di lapangan,” demikian garis besar penekanan
dalam rapat tersebut.
Konsolidasi
antara pemerintah daerah, jajaran DTPHP, BPP, dan penyuluh pertanian diharapkan
mampu mempercepat pemetaan potensi lahan sekaligus mengidentifikasi petani yang
siap terlibat dalam pengembangan komoditas jagung.
Dengan
demikian, target 20.000 hektare tidak berhenti pada angka perencanaan,
tetapi dapat diterjemahkan menjadi langkah operasional yang jelas di setiap
wilayah.
Pemkab
Gorontalo Utara juga menempatkan program ini sebagai bagian dari upaya
memperkuat sektor pertanian sekaligus mengambil peran dalam agenda nasional
pengembangan energi berbasis bahan baku pertanian.
Melalui
sinergi lintas sektor tersebut, Gorontalo Utara berkomitmen mengawal setiap
tahapan program agar dukungan terhadap pengembangan bioetanol nasional dapat
berjalan efektif dan memberikan manfaat bagi petani serta perekonomian daerah.(Kominfo-Gorut)
