info@gorutkab.go.id +6285240046579

Sekda Suleman Lakoro hadiri Rakor di Dinas DTPHP : Perkuat Dukungan Daerah untuk Program Bioetanol Nasional

  • Novita Antula
  • Disukai 0
  • Dibaca 70 Kali
Sekda Suleman Lakoro hadiri Rakor di Dinas DTPHP : Perkuat Dukungan Daerah untuk Program Bioetanol Nasional

Pemerintah Kabupaten Gorontalo Utara terus memperkuat langkah konkret dalam mendukung program bioetanol nasional. Salah satunya dengan mendorong percepatan pengembangan komoditas jagung di luar lahan existing dengan target mencapai 20.000 hektare di wilayah Gorontalo Utara.

Langkah tersebut dibahas dalam Rapat Tindak Lanjut Rapat Koordinasi Program Khusus Pemerintah terkait pengembangan bahan baku bioetanol berbasis tebu, jagung, dan ubi kayu, yang berlangsung di Aula Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (DTPHP) Kabupaten Gorontalo Utara, Rabu (30-09-2026).

Rapat dipimpin langsung oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Gorontalo Utara, Suleman Lakoro, didampingi Asisten Ekonomi dan Pembangunan Osna Haluti serta Kepala DTPHP Kabupaten Gorontalo Utara Asin Menu. Pertemuan tersebut diikuti para pejabat administrator, pejabat fungsional, ASN, Ketua Tim Kerja Penyuluh Kabupaten Gorontalo Utara, para Koordinator Balai Penyuluhan Pertanian (BPP), serta jajaran penyuluh pertanian dari seluruh wilayah Gorontalo Utara.

Dalam rapat tersebut, Sekda Suleman Lakoro menegaskan bahwa target pengembangan 20.000 hektare lahan jagung di luar lahan existing membutuhkan konsolidasi dan kerja bersama seluruh jajaran, terutama para penyuluh yang berada langsung di lapangan.

Menurutnya, penyuluh memiliki posisi strategis dalam memastikan kesiapan lahan, pendataan petani, serta memberikan pendampingan teknis sehingga target yang menjadi bagian dari dukungan daerah terhadap program kemandirian energi nasional dapat dipersiapkan secara terukur.

Selain mengejar kesiapan lahan, rapat juga menitikberatkan pada percepatan pelaksanaan program strategis pemerintah di daerah, khususnya penyelesaian berbagai kelengkapan administrasi dan verifikasi data melalui sistem aplikasi e-Banper (Bantuan Pemerintah).

Percepatan tersebut dinilai penting agar proses penyaluran dukungan program dapat berlangsung tepat waktu, tepat sasaran, sekaligus memiliki basis data yang akurat dan dapat dipertanggungjawabkan.

“Target ini tidak hanya berbicara soal luasan lahan, tetapi bagaimana seluruh prosesnya dipastikan berjalan dari hulu. Mulai dari pendataan petani, kesiapan lahan, administrasi, hingga pendampingan di lapangan,” demikian garis besar penekanan dalam rapat tersebut.

Konsolidasi antara pemerintah daerah, jajaran DTPHP, BPP, dan penyuluh pertanian diharapkan mampu mempercepat pemetaan potensi lahan sekaligus mengidentifikasi petani yang siap terlibat dalam pengembangan komoditas jagung.

Dengan demikian, target 20.000 hektare tidak berhenti pada angka perencanaan, tetapi dapat diterjemahkan menjadi langkah operasional yang jelas di setiap wilayah.

Pemkab Gorontalo Utara juga menempatkan program ini sebagai bagian dari upaya memperkuat sektor pertanian sekaligus mengambil peran dalam agenda nasional pengembangan energi berbasis bahan baku pertanian.

Melalui sinergi lintas sektor tersebut, Gorontalo Utara berkomitmen mengawal setiap tahapan program agar dukungan terhadap pengembangan bioetanol nasional dapat berjalan efektif dan memberikan manfaat bagi petani serta perekonomian daerah.(Kominfo-Gorut)